Kegiatan Literasi Digital 2017 digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPAU)di Kota Piru Kabupaten Seram Bagian Barat hadirkan seratus lima puluh elemen masyarakat SBB, Kamis (14/9/2017).

Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang infrastruktur dan lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ratna Susianawati, SH MH mengatakan meski banyak positif dari pertumbuhan teknologi internet. Namun sisi negatifnya juga mengancam. Misalnya komunikasi yang serba terbuka, massif nya berita fitnah dan kencangnya konten-konten hoax di media sosial. “Gerakan Literasi Digital menjadi strategi penting untuk berinternet secara sehat dan mendorong tumbuhnya konten-konten kreatif inspiratif dimedia sosial”. Tandas wanita ramah yang disapa Ibu Ratna ini.

Dirinya mengajak komunitas TI (Teknologi Informasi) untuk menjadikan media digital sebagai inspirasi dan mendidik.

“Sudah saatnya, media digital menjadi strategi untuk memajukan bangsa ini. Maka dari itu, kita harus kreatif, menjadi subyek bukan obyek serta menjadikan media digital sebagai media promosi di Kabupaten Seram Bagian Barat.”  Harapnya.

Ratna mengapresiasi kehadiran peserta yang hadir diantaranya kelompok tani, nelayan, UKM, Pedagang, Pelajar dan mahasiswa.

Hadir juga Kepala Bidang Kesetaraan Gender dalam IPTEK Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Ciput Eka Purwianti dan sebagai pembicara pada kegiatan talkshow Literasi Digital 2017 di Kabupaten yang berjulukan Saka Mese Nusa itu adalah Founder IWITA(Indonesian Women IT Awareness) Martha Simanjuntak, Founder Komunitas Ekspresi Maluku Yusnita Tiakoly.

 

Berita ini dikutip dari ekspresimaluku.com