“Sinergisitas TIK dengan Lingkungan di Pulau Ujung Samudranta” menjadi tema kegiatan seminar dan gelar bicara literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama dengan IWITA (Indonesia Women IT Awareness) di ibu kota Papua Barat, Manokwari.

Manokwari merupakan salah satu wilayah yang memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak dibanding kabupaten lain di Provinsi Papua Barat. Jumlah penduduk Manokwari pada tahun 2013 mencapai 150.179 jiwa dengan jumlah laki-laki dan perempuan masing-masing sebanyak 79.766 jiwa dan 70.413 jiwa.

Manokwari tumbuh menjadi wilayah yang lebih baik dan mengalami perkembangan yang besar. Maka seiring perkembangan literasi digital, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat menjadi media dalam pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan dengan semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda Indonesia yang  melek literasi digital, maka semakin banyak peluang untuk meningkatkan kapasitas individu.

Seminar dan dan gelar bicara  ini di moderatori oleh Ibu Ernawati selaku Sekertaris Umum Ikatan Wanita Sulawesi Selatan Kabupaten Manokwari. Selain itu, narasumber yang akan memberikan paparannya adalah Ibu Murniati, S.Si.M.Pd beliau adalah Ketua STKIP Muhammadiyah Manokwari dan Ibu Martha Simanjuntak, SE.MM sebagai Founder dari IWITA (Indonesian Women IT Awareness).

Acara dibuka dengan pemberian sambutan yang dibawakan oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, MM. Selanjutnya, salah satu yang paling ditunggu-tunggu adalah kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Yohana Yembise.

Dalam sambutannya, Ibu Yohana mengharapkan para pelajar dan mahasiswa di Manokwari untuk belajar dengan giat agar kedepannya para generasi muda inilah yang akan melanjutkan pemimpin-pemimpin saat ini dan nantinya dapat menyumbangkan lebih banyak lagi teknologi sehingga bisa mempersiapkan diri untuk masa depan. Rajin-rajinlah membaca buku, karena buku adalah jendela dunia. Sekarang ini  banyak sarjana-sarjana yang hanya meng-copy paste dari internet. Kita boleh memakai kutipan orang lain, tetapi sumbernya harus jelas dan didukung dengan pendapat sendiri, jangan semuanya meng-copy dari internet. Ibu menteri juga mengingatkan bahwa menggunakan gadget dengan berlebihan juga tidak baik, karena sifatnya dapat merusak.  Tetapi gunakanlah dengan baik dan bijak misalnya untuk menggali informasi penting dan informasi global yang harus kita ketahui.

Setelah Ibu Menteri memberikan sambutan, paparan pertama dibawakan oleh Ibu Murniawati, yang membahas  ketahanan suatu bangsa atau negara berasal dari ketahanan pada keluarga, dalam hal ini adalah rumah tangga.  Ada anak, ibu, ayah, kakek dan nenek yang menjadi satu keluarga utuh. Dalam hal ini, ibu memegang peran penting dalam hal ketahanan keluarga karena ibu adalah guru.

Pada pagi hari anak melihat ibunya bersiap-siap ke gereja dengan pakaiannya yang anggun, maka anak juga akan mengikuti. Bangun saat subuh, ibu mengambil mukena untuk untuk solat, maka anak juga akan meniru hal tersebut.  Selain peran seorang ibu, kerjasama yang baik dan sinergi antara ibu dan ayah tidak kalah penting dalam hal ketahanan keluarga, tentunya juga dalam mengontrol anak ketika menggunakan teknologi.

Bagaimana memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan baik dan benar? Jawabannya tergantung kepada diri kita masing-masing. Penggunaan teknologi juga harus menggunakan etika yang baik. Sekarang ini, banyak yang asik dengan dunianya sendiri, asyik dengan grup BBM, Facebook dsb. Lalu apa yang terjadi? Media sosial malah disalahfungsikan dengan hal-hal yang tidak baik, misalnya dengan penyebaran berita hoax, penipuan, bullying dll.

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Ibu Martha Simanjuntak. Sebelumnya, Ibu Martha mengajak para peserta menyanyikan yel-yel untuk menambah keseruan acara. Paparan Ibu Martha dimulai dengan menjelaskan mengenai informasi tentang website serempak.id. Ibu Martha juga mengingatkan kepada para generasi muda untuk tanggap teknologi, misalnya dengan menggunakan media sosial untuk hal yang positif. Kegiatan literasi digital diadakan juga untuk memberikan pemahaman, bahwa teknologi bukanlah sesuatu yang perlu kita jauhi atau takuti. Justru dengan teknologi kita bisa mendapatkan banyak hal positif.

Menurut  penelitian, ternyata 60% UKM di Indonesia diprakarsai oleh perempuan. Hal ini membuktikan bahwa perempuan mampu untuk melakukan apapun. Tapi apabila didukung oleh pasangan dan keluarga akan lebih dari apa pun. Data dari tokopedia juga menunjukkan bahwa presentase pelaku jual beli online yang paling tinggi adalah perempuan. Dengan demikian maka perempuanlah yang paling banyak melakukan shopping. Tetapi, tetap harus diingat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi online, lihat dulu testimoninya sebelum membeli barang secara online.

Ibu Martha juga mengingatkan untuk jangan pernah lelah untuk terus belajar. Bahkan, usia bukanlah penghalang untuk tetap melanjutkan pendidikan. Tuntutlah ilmu setinggi-tingginya sehingga  ilmu yang kita dapatkan berguna untuk orang lain, karena “Orang sukses bukanlah orang kaya, orang sukses bukanlah orang yang banyak uangnya, tapi orang sukses adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain.”

Setelah paparan dari Ibu Martha selesai, tibalah saat sesi tanya jawab. Para peserta antusias untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada narasumber. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.(ly)