Oleh Ratna Sari

Assalamualaikum Warahmatullahi  Wabarakatuh

Akhir pekan identik dengan kegiatan ‘memanjakan diri’ entah itu dilakukan bersama keluarga, teman-teman atau benar-benar menikmati waktu untuk diri sendiri. Seringnya diisi dengan jalan-jalan, nonton di bioskop atau cuma menghabiskan waktu di rumah saja atau yang paling jadi favorit kaum hawa adalah BELANJA.

Tapi saya sendiri tipe orang agak malas kalau harus berkeliaran ke pusat perbelanjaan di akhir pekan. Terlalu ramai dan ribet belum lagi harus mencari tempat parkir dan takut kena macet di jalan. Padahal esensi berakhir pekan adalah keluar dari rutinitas yang sudah kita jalani hampir sepekan. Mungkin di luar sana ada yang merasakan hal yang sama?

 

 

Seiring dengan berkembangnya teknologi, hal-hal yang tadi saya keluhkan perlahan menemukan solusi. Aktifitas belanja yang buat perempuan bukan sekadar memenuhi kebutuhan tapi juga bisa jadi terapi tersendiri. Tanpa harus terjebak macet, tanpa rebutan barang belanjaan dengan yang lain dan tetap bisa melakukan aktifitas lainnya disaat bersamaan.

Yup! Kita mengenal online shoping, banyak hal ditawarkan oleh cara berbelanja dengan sistem online, mulai dari barang yang ditawarkan yang beragam, cara pembayaran yang semakin dimudahkan yang dulu hampir semua dilakukan via transfer ATM atau setor tunai, sekarang mulai populer bayar di tempat. Dulu kita sering diribetkan dengan ongkos kirim sekarang  free ongkir sudah jadi ‘jualan’ tersendiri buat pelaku online shop

Tapi apakah belanja online seindah itu? Tentu tidak selalu. Kita pasti sudah sering mendengar beberapa keluhan tentang tidak beruntungnya seseorang ketika tertipu oleh pedagang di dunia maya. Lalu apa kita lantas tidak percaya? Ini juga jadi dilema bagi saya yang tidak hanya menjadi buyer tapi juga berperan sebagai seller di ranah online shoping, meskipun saya baru memulainya tapi penting bagi saya untuk lebih mengenal baik buruk dari aktifitas berbelanja secara online dan beruntungnya karena saya bisa menghadiri Roadshow Serempak dengan tema Perempuan-Perempuan Penggerak E-Commerce

 

Tidak bisa dipungkiri jika kecanggihan teknologi ini berbanding lurus dengan tingkat kejahatan di lingkungan masyarakat

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Bapak Agus Arifin Nu’mang pada sambutannya di Roadshow SEREMPAK yang berlangsung pada hari Senin,18 juli 2016 lalu di Hotel Four Points by Sheraton Makassar. Tidak hanya menyampaikan bahwa kota Makassar yang terus bebenah menjadi kota dunia memberi efek pada gaya hidup masyaraktnya yang semakin canggih yang diikuti dengan tren kriminalitas yang juga makin canggih.

Bapak Agus Arifin juga menyampaikan bahwa pengguna media sosial kebanyakan adalah perempuan, artinya kecendrungan kaum hawa menjadi korban kejahatan di dunia maya juga lebih besar. Pak Wagub berpesan agar melakukan aktivitas di dunia maya dengan hal-hal yang lebih berguna dan bermanfaat dalam berinternet.

 

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan bapak Agus Arifin Nu’mang memberi sambutan

Menariknya dari Rangkaian Roadshow Serempak ini adalah kota Makassar menjadi kota pertama yang dipercaya untuk menghelat kegiatan yang difasilitasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dan IWITA (Indonesian Women IT Awareness) Hal ini bukan tanpa alasan,menurut panitia kota Makassar merupakan kota dengan pelaku E-Commerce tertinggi di Indonesia, salahsatunya pastilah kita sebagai masyarakat Makassar.  ^^

Kegiatan yang berlangsung mulai Jam 8.30 dan berakhir jam 14.00 ini diisi dengan Narasumber yang menurut saya sangat keren dan tentunya dipandu seorang moderator yang sangat membuat saya kagum, Luna Vidia.

Luna membuka perbincangan dengan pertanyaan ‘why E-commerce?‘ kepada narasumber.Pertanyaan ini mewakili peserta yang hadir. Kenapa kita harus berbicara tentang E-commerce dan kenapa  juga harus Perempuan?

Intinya perempuan dan E-Commerce adalah dua hal yang berkaitan, perempuan perlu melek teknologi agar  mencapai kesetaraan gender di bidang teknologi informasi. Perempuan ada di level yang sama dalam implementasi teknologi E-commerce sehingga perlu mendapat perhatian yang sama agar berkembang bersama disegala bidang.

 

Pembicara pertama Rahmiana Rahman ( Founder CV. SoulMaks Creative dan Co-Founder Bacaanbisnis.com) pada kesempatannya memaparkan amazing fact bahwa potensi perempuan menambah pendapatan sebesar US$ 89 M untuk ekonomi Asia.

Selain itu 56% PDB Indonesia berasal dari usaha kecil  dan 23 % dari usaha kecil dimiliki oleh perempuan. Bukan jumlah yang besar memang untuk itulah Rahmiana memotivasi perempuan-perempuan Indonesia khususnya Makassar bagaimana mengubah perilaku konsumtif menjadi  prilaku produktif yang bisa meningkatkan presentasi keterlibatan perempuan dalam usaha kecil dengan membagi pengalamannya pribadinya dalam menjalankan bisnis secara E-Commerce.

Ada beberapa tips yang dibagikan oleh Rahmiana :

1.Beri kesan pertama yang menakjubkan

2.Gunakan foto yang menarik

3.Miliki gagasan yang menarik dan kekinian

4.Jaga Mutu dan bangunlah komunikasi dua arah dengan konsumen (umpan balik)

5.Gunakan Media Sosial

6.Analisa kondisi pasar

7.Konsisten

 

 

Para Narasumber dan moderator

Pembicara selanjutnya Aresdi Mahdi, ST.M.Si sang Mas Bro (komisari Kreasi LOEGUE internasional) memaparkan pada tahun 2013 terjadi peningkatan hingga 100%  di usaha jasa pengiriman barang,ini merupakan indikator bahwa aktifitas E-commerce juga makin subur dan efek dominonya banyak perusahaan kurir baru yang bermunculan di Indonesia.menurut mas Arsdi potensi terbesar pengiriman barang masih dari pulau jawa,inilah yang menjadi ‘PR’ bagi pelaku E-Commerce di luar pulau jawa untuk meningkatkan potensinya khususnya produsen-produsen agar perkembangan E-Commerce merata diseluruh Indonesia.

Sama halnya dengan Rahmiana, Aresdi juga membagikan pengalamannya selama bergelut di bidang jasa pengiriman yang sudah sampai lingkup internasional.

Yang penting diingat ketika ingin memulai bisnis adalah “Buatlah barang yang bisa dijual, jangan jual barang yang dibuat orang lain”

Ditambahkan lagi oleh Mas Aresdi ada beberapa perilaku pelaku E-Commerce yang menurutnya harus diubah:

1.Pasif

2.Kurang Fokus

3.Tidak Kreatif

4.Foto produk seadanya

5.Koneksi internet belum merata

Pada kesempatan yang sama, Ibu Ratna Susianawati,SH.MH (Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI) memberi pandangan tentang apa saja peluang-peluang yang bisa sebarkan melalui E-Commerce yang tidak lain adalah perdagangan via internet.

Melatih jiwa wirausaha sejak dini. Itulah mengapa pada kesempatan kali ini KPPPA menggandeng IWITA karena jika bicara soal gender tidak melulu tentang perempuan,ada juga segmen-segmen masyarakat dan segmen anak-anak.penting untuk mengedukasi perempuan-perempuan Indonesia agar lebih sadar lagi tentang penggunaan IT agar tidak jadi boomerang bagi  kita dan anak-anak perlu disiapkan dalam perkembangannya agar tidak terseret arus teknologi yang tidak bertanggung jawab terutama persoalan Pornografi.kedepannya hal ini akan menjadi PR juga bagi KPPPA untuk membangun komunikasi dengan komunitas-komunitas.

Narasumber terakhir, Martha Simanjuntak ,SE.MM (ketua pokja Serempak,Founder IWITA) beliau langsung memamaparkan tentang situs Serempak yang merupakan portal interaktif yang memberi fasilitas diskusi terkait Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk info lebih lajut silahkan klik linknya,ada banyak informasi yang bermanfaat bagi kita di situs serempak.

 

Sesi foto bersama moderator,narasumber dan peserta

 

Pemberian cinderamata bagi peserta yang ‘berani’ menjadi kontributor di situs SEREMPAK

 

Pemberian cinderamata bagi peserta yang ‘berani’ menjadi kontributor di situs SEREMPAK

 

Tidak lupa wefie bersama mba luna ^^

 

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis serempak