Adanya kebiasaan baru yang terjadi dimasyarakat yaitu mudahnya menyebarkan informasi pribadi kepada khalayak ramai di dunia maya menjadi salah satu pemicu terjadinya cyber crime. Dan mirisnya penyebaran itu dilakukan oleh kaum perempuan. Untuk itu, banyak sekali berbagai komunitas, forum dan organisasi yang membahas tentang pentingnya menjaga data, foto dan informasi pribadi lainnya untuk tidak disebar sembarangan.

Roadshow serempak 2018 di Pekanbaru

Salah satu progam yang sering menyuarakan hal tersebut adalah Serempak. Dibawah naungan Kementrian Pemberbayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Serempak menggelar Roadshow di Pekanbaru.  Dengan menggandeng IWITA (Indonesia Women IT Awareness)  dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) kota Pekanbaru roadshow ini terlaksana pada hari Rabu, 23 Mei 2018 dengan mengundang peserta dari berbagai kalangan. Diantaranya pemuda dan remaja, ibu rumah tangga, perempuan pekerja atau karir dan pelaku usaha/UKM.

Bertempat di STIKes Hang Tuah Pekanbaru jalan Mustafa Sari No. 5 Tangkerang Selatan Pekanbaru roadshow mengundang narasumber yang handal dibidangnya. Selain itu dihadiri juga tamu undangan antara lain Bapak H. Ayat Cahyadi, S.Si beliau adalah Plt Walikota Pekanbaru, Kepala Dinas PPPA Bapak Drs. Mahyuddin. Ibu Ir. Agustina Erni, M.Sc Deputi Kesetaraan Gender KemenPPPA RI, Ibu Ratna Susianawati, SH. MH Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan serta Ibu Martha Simanjuntak, SE. MM selaku Founder IWITA.

Persembahan tarian dari Sanggar Tari STIKes dengan judul Laksamana Hang Tuah

Dengan mengusung tema Serempak Cerdas, Internet Sehat Menuju Ibu Sejahtera dan Anak Bahagia. Roadshow ini bertujuan untuk mensosialisasikan Serempak.Id sebagai wadah/sarana kesetaraan gender melalui TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) berbasis masyarakat. Selain itu memotivasi masyarakat untuk mengaplikasikan TIK dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan internet secara bijak dan bermanfaat.

Meskipun pagi itu hujan namun peserta sudah berkumpul memenuhi aula STIKes sejak pukul 08:00 WIB. Tidak lama kemudian pembawa acara membuka dengan sebuah pantun dan menyanyikan lagu Indonesia Raya seketika peserta yang berada dalam ruangan disergap haru. Setelah itu ada persembahan tarian yang disajikan oleh sanggar seni STIKes dengan judul Laksamana Hang Tuah. Kemudian sambutan dari Kementrian PPPA yang disampaikan oleh Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA RI Ibu Ir. Agustina Erni, M.Sc.

Sambutan dari Ibu Ir. Agustina Erni, M.Sc. Selaku Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA

Sebagai perwakilan dari KPPPA Ibu Agustina memberikan informasi tentang kenapa internet sangat penting bagi  perempuan yang perlu diedukasi oleh KPPPA. Hal ini karena jumlah penduduk Indonesia itu setengahnya adalah perempuan. Sementara kualitas dan usia produktifnya hanya 60% dan dilihat dari rata-rata lamanya sekolah maka kaum perempuan itu kebanyakan ijasahnya SD. maka sudah menjadi tugas pemerintah dalam hal ini KPPPA dan DPPPA bagaimana menyelamatkan generasi bangsa kedepannya.

Dalam penggunaan internet pula ternyata dari  132 juta pengguna internet perempuan  lebih tinggi daripada laki2 yaitu 52% sementara  48% lainnya laki-laki. Sampai disini peserta yang memang kebanyakan perempuan tersenyum-senyum sebab dijelaskan bahwa perempuan menggunakan internet untuk bersosial media, belanja online, nonton dll. Kita mengetahui bahwa informasi yang ditawarkan internet tidak semuanya baik. Maka kaum perempuan perlu mendapat edukasi tentang bagaimana menggunakan internet sehat. Materi ini nantinya akan disampaikan oleh para narasumber namun sebelumnya acara dibuka secara resmi oleh Plt Walikota Pekanbaru dan sesi do’a bersama serta Bapak Yanwar Arief, M.Psi., yang merupakan salah satu narasumber lokal.

Sebagai Plt Walikota Pekanbaru Bapak Ayah Cahyadi member pandangan  bahwa tidak bisa dipungkiri kalau internet saat ini melekat erat pada aspek kehidupan masyarakat. Segala informasi bisa didapat dengan mudah hanya dengan menekan tuts keyboard handphone. Beliau juga menjelaskan bahwa saat ini Pekanbaru sedang berusaha untuk mencapai visi terbarunya yaitu smart city. Untuk itu internet memang sangat dibutuhkan disegala lini. Namun untuk mewujudkan smart city ada enam pilar yang harus terpenuhi dan salah satunya adalah smart people.

Sesi foto bersama seusai dibukanya secara resmi roadshow oleh Bapak Ayat Cahyadi selaku Plt Walikota Pekanbaru

Narasumber pertama yaitu ibu Astari Yanuarti dari Aktivis Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Sebagai penggiat internet sehat ibu Astari membuka pengetahuan dan wawasan peserta akan pentingnya memproteksi data pribadi di internet. Maraknya hoax yang bertebaran telah menuju pada efek menghawatirkan. Karena dampak dari hoax tidak bisa dianggap remeh. Karena hoax masyarakat jadi bingung mana berita yang benar dan salah, parahnya lagi bisa terjadi perang.

Setelah ibu Astari materi kedua tentang kejahatan pedofil yang juga tengah marak terjadi. Kali ini narasumbernya Bapak Yanwar Arief M.Psi, beliau adalah psikolog sekaligus Dekan Fakultas Psikologi Universitar Islam Riau. Pak Yanwar ini sering mendampingi korban dan pelaku kejahatan pedofil. Kejahatan ini terjadi akibat kecendrungan seseorang menonton konten negatif dan terjadi penyimpangan seksual karena beberapa sebab.

Materi tentang ketahanan Psikologi untuk menghindari kejahatan pedofillia oleh Bapak Yanwar

Diantaranya pernah mengalami kekerasan seksual dimasa kecil. Melihat perlakuan buruk ayah terhadap ibunya dan kecanduan terhadap konten negatif. Sampai disini peserta udah ngerasa warm up banget karena pedofil ini secara kasat mata tidak bisa diketahui dengan jelas meskipun Pak Yanwar menjelaskan beberapa ciri fisik seorang pedofil. Namun nyatanya sering kali orang tidak bisa menduga bahwa ada pedofil di sekitarnya.

Yang bisa dilakukan untuk menjaga agar anak-anak tidak menjadi korban adalah kedekatan hubungan antar keluarga harus ditingkatkan. Sikap menghakimi, tidak mau mendengar alasan akan menjauhkan anak dari orang tuanya. Apalagi dijaman digital saat ini dimana anak malah lebih merasa aman berkomunikasi dengan teman mayanya dibanding dengan orang tua. Wah makin banyak ya PR orang tua sekarang.

Dalam setiap diskusi atau penyampaian materi tentu ada sesi tanya jawabnya. Peserta yang sudah tidak sabar ingin bertanya langsung tunjuk tangan dan berbagai pertanyaan diajukan kepada dua narasumber yaitu Ibu Astari dan Pak Yanwar. Pertanyaan bagaimana peran untuk mendeteksi berita hoax ini dan apa saja yang sudah dilakukan pemerintah dalam memberantas konten-konten negatif. Pertanyaan yang diajukan mendapat jawaban yang memuaskan dari dua narasumber.

Peserta yang diundang dari berbagai bidang sudah hadir untuk mendengarkan materi dari narasumber

Narasumber ketiga yang tidak kalah keren adalah Ibu Ratna Susianawati, SH.MH Asistern Deputi Kesetaraan Bidang Infrastruktur dan Lingkungan. Ibu Ratna lebih banyak mengingatkan para peserta untuk hati-hati dalam berselancar di dunia maya. Sebab kejahatan di dunia maya tidak bisa dideteksi dengan cepat. Belum sadar ternyata sudah jadi korban kejahatan cyber. Beliau juga mengingatkan para orang tua untuk mengetahui apa kegiatan anak-anak terutama saat mereka bermain gadget.

Selanjutnya Ibu Martha dari IWITA melanjutkan sebagai narasumber terakhir. Sebelum memberikan materi Ibu Martha membuka lomba live twitt dan Instagram. Nantinya akan ada hadiah dari IWITA. Wah.. peserta semangat donk. Ibu Martha juga menjelaskan tentang portal Serempak.Id secara lebih detail bahwa Serempak.Id adalah platform yang dapat digunakan dengan mudah dan membuka peluang siapapun yang ingin berkontribusi di Serempak.Id. Hal ini selain untuk menggali potensi khususnya dibidang literasi juga sebagai wadah penyebaran konten positif untuk memerangi  konten negatif.

Sesi foto bersama seusai acara, harapannya semua peserta memiliki pengetahuan yang lebih baik menuju perempuan sejahtera dan anak bahagia

Dengan memenuhi informasi positif diharapkan konten-konten negatif tadi bisa tergusur. Inilah peran serta nyata masyarakat dalam membantu pemerintah untuk menjadikan masyarakat Indonesia lebih cerdas berinternet. Ibu Martha juga sampaikan bahwa Serempak adalah strategi komunikasi KPPPA sebagai media interkasi masyarakat dan wadah kerjasama multi-stakeholder untuk meningkatkan akses perempuan terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Serempak.id sebagai platform yang dapat menghubungkan, menjalin kerjasama, dan memberikan pengalaman tidak terlupakan bagi penggunanya. Demikian ditutup oleh ibu Martha Simanjuntak.

Akhir acara ditutup dengan sesi tanya jawab, berbagi hadiah dan foto bersama. Sampai jumpa di roadshow berikutnya.(wa)