Penulis: Ani Berta

Banyak yang tak menyadari bahwa kanker payudara 98% dapat disembuhkan jika melakukan pengobatan sejak awal ditemukannya gejala atau pada stadium awal. Menyepelekan gejala kanker ini, menggiring pada tingkat keparahan penyakit yang kemungkinan sembuhnya kecil. Disebabkan sel kanker yang sudah menyebar dan memerlukan banyak prosedur pengobatan yang memerlukan waktu panjang. Seperti, kemoterapi, pengobatan dari dalam, pengangkatan sel dan sejumlah rangkaian pengobatan lainnya. Belum lagi, mental dan energi yang terkuras.

Salah satu solusi, agar pasien tak menanggung berat beban rangkaian pengobatan kanker payudara tersebut, sebaiknya semua perempuan baik yang terkena penyakit kanker payudara maupun yang sehat, selalu rutin melakukan SADARI, yakni pemeriksaan payudara sendiri di rumah rutin setiap bulan.

SADARI, salah satu cara sederhana untuk menghindari keganasan kanker payudara. Lakukan proses ini dengan senang hati dan tidak menjadi beban. Agar proses SADARI berjalan lancar dan terus dilakukan, tanamkan mindset, bahwa SADARI adalah salah satu kebutuhan yang penting bagi perempuan. Karena munculnya penyakit kanker payudara sering tak terduga.

Fungsi SADARI adalah untuk mengetahui gejala kanker payudara sejak dini.

Cara melakukan SADARI :

  1. A. Lepas baju, berdiri di depan cermin dengan posisi lengan lurus ke bawah. Payudara kanan dan kiri secara normal memang berbeda ukurannya, tapi jika perbedaan mencolok, patut jadi perhatian.
  2. Angkat kedua lengan ke atas sampai kedua tangan ada di belakang kepala dan tekan ke depan.
  3. Tekan kedua tangan pada pinggul dan gerakan kedua lengan dan siku ke depan sambil mengangkat bahu. Otot dada akan menegang, maka benjolan atau cekungan akan lebih terlihat.
  4. Angkat lengan kiri, raba payudara kiri dengan tiga ujung tengah lengan kanan yang dirapatkan. Dapat dilakukan dengan cara : gerakan memutar dengan tekanan lembut tapi mantap, dari atas ke bawah atau sebaliknya. Gerakan dari tengah ke luar. Lakukan hal yang sama untuk payudara sebelah kanan.
  5. Pencet pelan-pelan daerah sekitar puting kedua payudara, amati. Apakah keluar cairan yang tidak biasa?
  6. Berbaring dengan tangan kiri di bawah kepala. Letakan bantal kecil di bawah bahu kanan. Raba payudara kiri dengan panduan nomor 3 tadi. Lakukan hal yang sama pada payudara kanan.
  7. beri perhatian khusus pada payudara bagian atas dekat ketiak, jika ditemukan kelainan segera konsultasikan ke dokter.

Dalam proses SADARI, harus memahami bagian-bagian payudara sendiri, agar proses SADARI tak terlewat dan seluruh payudara terdeteksi melalui perabaan yang sistematis dan berurutan.

Batas-batas payudara adalah sebagai berikut :

  1. Batas atas 1-2 jari di bawah ruas tulang.
  2. Batas terluar adalah garis tengah ketiak ke arah bawah.
  3. Batas terdalam adalah garis tengah ruas dada.
  4. Batas terbawah adalah garis lingkar kulit bawah payudara.

Setelah melakukan pemeriksaan payudara sendiri, yang patut dilakukan adalah memberi perhatian ketika terjadi keadaan teraba benjolan, penebalan kulit, perubahan ukuran dan bentuk payudara, pengerutan kulit, keluar cairan dari puting susu, nyeri, pembengkakan lengan atas dan teraba benjolan di ketiak atau leher.

Jika ditemukan kondisi tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter dan konsultasi. Jangan malu bertanya. Tak semua benjolan adalah kanker, maka perlu dilakukan konsultasi ke dokter. Sebaiknya tidak melakukan pengobatan alternatif supaya waktu dan tenaga tak terbuang percuma. Karena obat medis lebih berpengaruh terhadap kesembuhan. Dan yang terpenting lagi, kepastian penyakit akan lebih diketahui oleh dokter.

Disarikan dari Acara Women Talk Liputan6  di Locanda resto dengan narasumber dokter Lindawati Gunawan dan Yunika dari CISC ( cancer information & support