Serempak kembali berkeliling berbagai kota di Nusantara untuk memberikan edukasi. Kali ini giliran kota Banjarmasin yang berkesempatan mendapatkan ilmunya. Acara bertemakan “SEREMPAK dalam Wadja Sampai Kaputing, Meningkatkan Ekonomi Keluarga” berlangsung di Auditorium Mastur Jahri UIN Antasari Banjarmasin pada tanggal 8 Juni 2018 bersama lima narasumber kompeten yang membagikan ilmu untuk masyarakat Banjarmasin terutama para wanita. Acara ini diselenggarakan oleh tim SEREMPAK,  kerjasama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia dengan IWITA (Indonesia Women IT Awareness).

Lebih dari setengah pelaku UKM di Indonesia dipegang oleh perempuan, dan uniknya usaha yang dipegang oleh para perempuan umumnya bertahan dengan stabil tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi. Dengan kenyataan tersebut, SEREMPAK.id sebagai website Seputar Perempuan dan Anak yang berada di bawah naungan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menangkap peluang tersebut untuk memberikan edukasi lebih banyak kepada para perempuan di Banjarmasin tentang IT agar bisa digunakan untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan tentunya digunakan secara bijak dan cerdas. Tidak diragukan lagi bahwa lebih dari setengah masyarakat Indonesia sudah menggunakan gadget dan internet, dengan jumlah terbesarnya berasal dari Pulau Kalimantan. Tentunya termasuk juga Banjarmasin sebagai bagian dari Pulau Kalimantan.

Lima narasumber kompeten yang dihadirkan pada acara ini, yaitu Bapak Iwan Fitriadi selaku Kepala Dinas PPPA Kota Banjarmasin, Ibu Ratna Susianawati, SH.MH selaku Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan KPPPA, Ibu Dewi Widya Ningrum selaku Writer & Content Specialist, Ibu Dna Aprilia, M.Psi, selaku Dosen Psikologi Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin dan tentu saja Ibu Martha Simanjuntak, SE. MM selaku Founder IWITA.

Sebelum para narasumber membagikan ilmunya, acara terlebih dahulu dibuka oleh Bapak Walikota Banjarmasin yang diwakili oleh Plh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Bapak Drs. Hamdi yang sebelumnya dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh semua peserta dan tarian tradisional khas Kalimantan Selatan, yaitu tarian Radap Rahayu. Para peserta terlihat sangat antusias dalam mengawali acara ini.

Bapak Iwan Fitriadi selaku Kepala Dinas PPPA Kota Banjarmasin mengawali acara edukasi ini dengan berbagai kisah tentang meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama beberapa tahun terakhir. Dalam materi beliau menekankan agar masyarakat terutama perempuan agar lebih berani mengadukan kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini untuk mengurangi jumlah kasus yang terjadi. Karena pada umumnya ada banyak sekali kasus yang tersembunyi karena masyarakat tidak mau mengadu. Pak Iwan juga menyampaikan hotline yang bisa dihubungi untuk membantu menangani berbagai kasus kekerasan para perempuan dan anak. Dalam hal ini, terlihat sekali bahwa Dinas PPPA Kota Banjarmasin sangat fokus dalam menanggapi berbagai isu tentang kesetaraan gender, bahwa pria, wanita dan anak mempunyai hak yang sama untuk hidup sejahtera dan bahagia.

Kabar baiknya adalah bahwa saat ini Dinas PPPA telah mendirikan sekolah khusus untuk anak-anak putus sekolah dan korban penyalahgunaan lem fox dan narkoba yang telah diresmikan oleh Walikota Banjarmasin yang siswanya kini berjumlah 138 anak dan diharapkan jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan banyaknya anak yang akan dibantu.

Pembicara kedua, Ibu Dina Aprilia, Dosen Psikologi Islam di UIN Antasari membagikan edukasi tentang tugas perkembangan remaja terkait pernikahan dini. Dalam hal ini, beliau selaku dosen banyak melihat fenomena pernikahan dini pada mahasiswa beliau ataupun mahasiswa di universitas lain yang berujung depresi bahkan sampai ke kondisi psikotik. Beliau memberi banyak edukasi dalam mempersiapkan pernikahan selain faktor kedewasaan berpikir juga harus matang secara tingkah laku dan sosial, dan mencapai ketidaktergantungan emosional, baik dari orang tua maupun orang dewasa lainnya. Salah satu caranya adalah dengan memberikan keterampilan pada para perempuan. Hal ini tentu saja diharapkan bisa mencegah terjadinya depresi karena ketidakcocokan ataupun karena masalah lainnya seperti masalah ekonomi dan masalah rumah tangga lainnya. Tujuan utamanya, agar para perempuan Indonesia bisa sehat secara fisik dan psikis. Para perempuan yang sehat tentunya akan bisa ambil bagian sebagai agen untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi keluarga dan masyarakat.

Dilanjutkan oleh Ibu Dewi Widya Ningrum dari Siberkreasi yang memberikan banyak fakta seputar dunia digital di Indonesia. Ibu Dewi mengajak para peserta yang hadir melihat perbandingan dulu dan sekarang, serta perbandingan berbagai hal dalam kebiasaan lama berbandingan dengan kebiasaan baru yang serba digital. Ibu Dewi memaparkan betapa besarnya pengaruh sosial media saat ini dan peluang besar yang bisa dimanfaatkan para wanita untuk meningkatkan ekonomi keluarga, mengingat lebih dari setengah penduduk Indonesia menggunakan sosial media dan begitu banyak contoh kesuksesan orang-orang di pelosok berkat pemasaran melalui digital dan sosial media. Ibu Dewi juga memberikan semangat kepada para peserta bahwa para perempuan di Banjarmasin juga bisa menangkap peluang itu. Gunakan sosiall media dengan maksimal, terutama media Youtube dan Facebook.

Edukasi ditambahkan juga oleh Ibu Ratna Susianawati, SH. MH tentang keharusan para perempuan untuk berhati-hati dalam menggunakan sosial media karena banyaknya kasus perempuan menjadi korban, baik pelecehan, human trafficking maupun kekerasan yang salah satunya diakibatkan karena penggunaan internet yang kurang bijak. Termasuk di dalamnya beliau berpesan agar berhati-hati dalam menyebarkan berita yang belum tahu kebenarannya. Berita hoax sangat sering beredar pada sosial media di Indonesia akibat tidak melakukan kroscek sebelum menyebarkan. Di sisi lain, Ibu Ratna melihat kenyataan ketangguhan para perempuan dalam mengelola UKM hingga tidak terpengaruh krisis ekonomi. Karena itulah para perempuan Indonesia sangat berpotensi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dan akhirnya, edukasi pada acara ini disempurnakan oleh Ibu Martha Simanjuntak selaku founder IWITA tentang personal branding. Ibu Martha mengobarkan semangat para peserta yang hadir untuk berani mengeluarkan potensi setiap perempuan dengan menguatkan personal branding terutama melalui dunia digital. Karena apa pun yang kita ciptakan, suatu saat akan terkalahkan oleh produk lain jika kita tidak memiliki personal branding.

Setelah para narasumber selesai memberikan edukasi, peserta memanfaatkan sesi tanya jawab dengan maksimal. Terlihat sekali antusias para peserta yang ingin belajar lebih dalam tentang meningkatkan ekonomi keluarga melalui dunia digital ini termasuk sampai ke dampak psikologisnya. Pertanyaan tidak hanya dari para wanita/para ibu. Namun ada juga dari para mahasiswa yang antusias ingin ikut membantu ekonomi keluarga. Tidak lupa acara juga dimeriahkan oleh berbagai lomba, yakni lomba twitter, instagram dan lomba blog berhadiah menarik.

Adapun Kegiatan ini berlangsung berkat dukungan dari Kementerian Kominfo, Dinas PPPA Banjarmasin, Siberkreasi, UIN Antasari Banjarmasin, Asosiasi Muslimah Pengusaha Se-Indonesia, Kado Etneek, dan Rumah Kreatif BUMN Banjarmasin. Sampai bertemu lagi di Roadshow SEREMPAK di lain kesempatan. (rrm)