Jika berkunjung ke Kudus, Jawa Tengah, jangan lupa menyempatkan diri berwisata religi. Nah, tujuan wisata religi yang menarik dikunjungi adalah Makam Sunan Muria. Sunan Muria adalah julukan akrab Raden Umar Said, putra Sunan Kalijaga dengan Dewi Soejinah. Nama Muria diambil dari nama tempat tinggal beliau di lereng Gunung Muria.
20150428_103545
 
Sunan Muria memilih tinggal di daerah yang terpencil bernama Colo, jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam. Di sana, Sunan Muria banyak bergaul dengan rakyat jelata sambil mengajarkan ketrampilan-ketrampilan bercocok tanam, berdagang, dan melaut.
 
Makam Sunan Muria terletak di Puncak Colo. Jaraknya sekitar 18 kilometer dari pusat kota Kudus, lebih kurang 2 jam berkendara. Sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhi pemandangan alam yang indah. Pepohonan di kiri dan kanan jalan membuat perjalanan terasa teduh dan nyaman. Angin bertiup sepo-sepoi menyenangkan.
 20150428_103002
Di gerbang makam, pengunjung dikenai biaya retribusi seharga Rp 2000 per orang dan Rp 10.000 untuk setiap kendaraan. Untuk menuju Puncak Colo, pengunjung bisa memilih menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki menapaki puluhan anak tangga. Banyak sekali tukang ojek yang menawarkan jasanya. Medan yang curam menyebabkan jenis motor yang banyak digunakan bukan motor bebek.  
“Setiap hari, saya bisa dapat membawa 10 penumpang. Kalau sepi, mungkin hanya 5 penumpang,” kata Soleh, salah satu tukang ojek yang ditemui.
 
Ongkos ojek menuju puncak dipatok Rp 15 ribu. Jalur menuju Gunung Colo menanjak, sempit, dan berkelok-kelok. Menggunakan ojek motor seperti tantangan yang memacu adrenalin tersendiri. Jantung bisa jadi berdenyut lebih kencang. Namun perjalanan yang mendebarkan ini seolah terbayar dengan indahnya pemandangan yang disajikan. Semakin menanjak, semakin terlihat rindangnya pepohonan yang menjulang tinggi. Hijaunya pemandangan begitu menyegarkan mata.
 20150428_103244
Setibanya dii makam Sunan Muria, lantunan ayat-ayat suci merdu terdengar. Kebanyakan peziarah datang berombongan menggunakan bus. Mereka bukan hanya dari warga Kudus. Ada yang datang dari Jakarta sengaja untuk mengikuti tur Wali yang ditawarkan tempat pengajiannya. “Saya baru pertama kali ke sini,” kata Siti Kumairiah. Total rombongannya sebanyak dua bus.
Suasana khidmat memenuhi seluruh ruangan. Oh ya, dilarang memotret di ruangan makam Sunan Muria.
 20150428_104325
Setelah selesai ziarah ke makam, pengunjung bisa mampir ke berbagai toko suvenir yang ada tak jauh dari lokasi makam. Mulai dari gantungan kunci, hiasan rumah, hingga kayu naga Muria, yang dipercaya dapat mengusir tikus, tersedia di sana. Toko-toko kecil itu berderetan rapi di sepanjang lorong-lorong jalan. Para penjualnya melayani pembeli dengan ramah. (rab)