Karir adalah suatu nilai prestasi yang di bina atau di bangun oleh seseorang, mulai dari tahap pertama hingga mencapai tahap teratas puncak karirnya. Di dalam suatu karir atau dunia berkarir, baik pria maupun wanita di tuntut untuk mengerti dan memahami tugas dan tanggung jawab yang mereka jalankan.

Profesi karir itu sendiri beragam aktivitas kegiatannya. Pada dasarnya untuk menitih karir itu di butuhkan 3 landasan dasar yang kuat agar bisa mencapai puncak karir yang hakiki. Landasan pertama itu disiplin. Disiplin merupakan nilai utama yang akan membentuk pribadi kita menjadi ulet, rajin dan santun.

Disiplin memang terdengar mudah untuk dilakukan, tetapi sering sekali banyak yang gagal dalam berkarir karena disiplin. Disiplin harus di bangun sejak usia kita masih sangat muda, yaitu kira-kira di usia 6 tahun. Tahap pengembangan disiplin pada usia muda akan membuat seseorang terlatih dalam berbagai aspek.

Usia berkarir dapat dimulai pada saat umur seseorang itu 21 tahun. Di umur yang belia kita wajib mengembangkan 3 landasan dasar tersebut, karena itu akan menjadikan nilai tambah dalam kepribadian dan karakter seseorang.

Landasan yang kedua adalah tanggung jawab. Tanggung jawab itu tidak hanya dalam berkarir, tetapi tanggung jawab akan selalu datang selama kita masih menjalani kehidupan ini. Jika kita sudah menjalankan tanggung jawab, hak akan tanggung jawab pun pasti kita dapatkan. Dasarnya ada hak yang kita dapatkan setelah menjalankan tanggung jawab.

Aspek-aspek dalam bertanggung jawab itu luas. Tidak berfokus pada satu bidang atau satu profesi dalam berkarir saja. Mayoritas tanggung jawab itu berdiri dalam berbagai macam sudut pandang. Dalam ilmu psikologi tentang bertanggung jawab sering di uji cobakan bagaimana karakter seseorang itu terbentuk dengan melakukan tes-tes kecil kepada pria ataupun wanita.

Tes-tes yang di ujikan biasanya penguji mengajukan beberapa pertanyaan kepada seseorang yang langsung menyerang mental dan psikologisnya secara tidak sadar atau di bawah alam sadar seseorang. Pertanyaan yang di ujikan itu sebenarnya sederhana, namun jawabannya itu yang terkadang menjebak seseorang, seperti :

  • Apa yang lebih Anda pentingkan, pekerjaan atau keluarga ?
  • Bagaimana Anda dapat membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga ?
  • Siapkah Anda jika harus meninggalkan keluarga Anda dalam waktu yang lama demi keberhasilan karir Anda ?
  • Loyalitas apa yang bisa Anda berikan kepada perusahaan Anda ?
  • Siapkah Anda jika harus melebihkan waktu long weekend Anda bersama keluarga demi karir Anda ?

Sederhana, namun jawabannya itu yang terkadang mengguncang mental dan psikologi kita. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang bisa mengetahui sampai di mana rasa bertanggung jawab seseorang itu terbentuk. Walaupun memang pertanyaan tersebut bukan satu-satunya media untuk mengetahui seseorang bertanggung jawab atau tidak.

Terkadang tanpa memberikan pertanyaan, seseorang yang berkarir sebagai psikologi (penguji) dalam melihat karakter tanggung jawab seseorang dari cara duduk dan berbicara. Karir itu terkadang mudah untuk di capai, namun sulit sekali mempertahankannya. Terkadang sulit untuk seseorang bersikap disiplin dan bertanggung jawab ketika selangkah lagi mencapai puncak karirnya.

Untuk itu dibutuhkan landasan yang ketiga untuk memperkuat 2 landasan di atas, yaitu keyakinan. Disiplin dan bertanggung jawab akan terasa lengkap dengan hadirnya keyakinan. Keyakinan akan mendorong kita jauh lebih kuat dari sikap disiplin dan bertanggung jawab. Disiplin membawa kita pada sikap ulet, rajin dan santun. Sedangkan bertanggung jawab membawa kita terhadap sikap bijaksana, tegas dan mandiri. Dan keyakinan membawa kita kepada sikap percaya diri, optimis dan jujur. Karena itulah keyakinan dianggap pelengkap dan menjadi pribadi serta karakter yang langka untuk ditemukan.

Di usia pada 21 tahun, pribadi dan karakter seseorang mudah untuk di bentuk, baik pria maupun wanita. Karena di usia 21 tahun itulah seseorang akan belajar untuk memahami sesuatu masalah yang di hadapinya dengan baik. Melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandangnya dan mencari jalan keluar untuk masalahnya tersebut. Serta dapat mengambil keputusan dan tindakan apa yang wajib dilakukan mengenai masalahnya.

Boleh dikatakan pada usia 21 tahun itulah masa-masa keemasan seseorang bisa cepat dalm mencapai puncak karirnya. Asalkan mereka terus mengasah dan mempertajam sikap disiplin, bertanggung jawab dan keyakinan. Tiga landasan dasar itu adalah yang terkuat yang tidak akan pernah hancur. Banyak yang menyebutkan bahwa 3 landasan dasar itu adalah batu terkuat di dunia yang tidak akan pernah hancur.

Tidak bisa kita menutup mata, kalau dalam merintis karir banyak ujian yang kadang membuat kita lupa, melupakan tanggung jawab, menggoyahkan disiplin bahkan merusak keyakinan kita. Namun jika 3 landasan dasar kita sudah kokoh, walaupun sulit kita akan terus fokus berjalan maju ke depan dengan keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja dan pasti berhasil. Intinya keyakinan adalah penguat diri kita, ketika disiplin dan tanggung jawab sudah mulai memudar.

Jangan pernah melihat maupun menilai suatu profesi atau suatu karir itu sebelah mata. Kita tidak akan pernah bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab jika masih memandang rendah profesi seseorang. Lebih baik kita terus berusaha untuk melangkah maju, namun tetap santun dalam melihat dan menilai sesuatu, itulah yang di sebut sikap disiplin. Percaya pada kemampuan diri sendiri, percaya keluarga dan percaya pada teamwork nya adalah bentuk contoh dari yang namanya keyakinan.

Good Luck And Never Give Up ! (ra)

 

1 COMMENT