Di era teknologi digital saat ini, startup di Indonesia menjadi pendatang baru dalam gelanggang persaingan bisnis. Tuntutan zaman yang selalu menginginkan sesuatu yang cepat dan efisien merupakan salah satu penyebab menjamurnya bisnis kekinian ini. Kata “Startup” merujuk pada perusahaan yang baru saja didirikan dan gencar melakukan inovasi demi merebut pangsa pasar.

Berdasarkan data startupranking.com, jumlah stratup di Indonesia pada tahun 2018 adalah 2.079 perusahaan. Dari data ini, Indonesia menduduki peringkat ke 5 dengan jumlah startup terbanyak di dunia tepat setelah Kanada yang menduduki peringkat ke 4 dengan jumlah 2.485 perusahaan. Berikut ini disajikan 4 bisnis stratup paling populer di Indonesia.

1. Gojek

Posisi pertama diduduki oleh Gojek. Perusahaan ini bergelut dalam transportasi  berbasis online. Kebutuhan mobilitas masyarakat yang membutuhkan kemudahan untuk berpindah tempat secara cepat dan mudah menjadi salah satu alasan Nadiem Makarim merintis Gojek pada tahun 2010.

Pria lulusan Master of Business di Harvard Business School ini pada awalnya menemukan inspirasi ketika setiap hari harus menembus kemacetan Kota Jakarta menggunakan ojek konvensional. Gayung bersambut, kemunculan Gojek sebagai terobosan terbaru dalam dunia transportasi diminati banyak lapisan masyarakat.

Menurut data yang dirilis oleh teknoliputan.com, pada tahun 2015 aplikasi gojek di playstore diunggah 170 juta kali oleh pengguna. Perkembangan yang cukup pesat terjadi pada tahun 2018, aplikasi ini diunggah sebanyak 125 juta kali.

Menurut data yang dirilis oleh cnbcindoneisa.com, jumlah omset yang dikantongi oleh Gojek pada tahun 2018 adalah sebanyak 3,5 miliar dolar AS. Dengan pendapatan sebanyak ini, raja startup di Indonesia pantas disematkan kepada Gojek.

2. Tokopedia

Startup populer berikutnya adalah Tokopedia. Perusahaan ini bergerak dalam bisnis toko berbasis online. Dengan adanya teknologi e-commerce yang semakin berkembang membuat Wiliam Tanuwijaya merintis Tokopedia pada tahun 2009.

Tokopedia menyediakan website yang didalamnya terdapat beraneka ragam produk yang dijual dan tentunya dilengkapi dengan mesin pencari untuk memudahkan para calon membeli menelusuri barang yang diinginkan. Teknologi e-commerce yang diusung oleh Tokopedia menguntungkan konsumen karena memberikan kemudahan bertransaksi yakni sangat mudah dan produk yang pesan cepat sampai ke tangan pembeli.

Fenomena berbelanja online menjadikan Tokopedia banyak digunakan konsumen. Menurut data yang dirilis oleh iPrice, Tokopedia dikunjungi kurang lebih 137 juta pengguna setiap bulan pada tahun 2018. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh  cnbcindonesia.com, pada tahun 2018 Tokopedia berhasil meraup pundi-pundi sebanyak 2,4 miliar dolar AS.

3. Traveloka

Posisi ketiga dipegang oleh Traveloka. Startup ini merupakan  perusahaan yang menawarkan jasa pemesanan tiket dan hotel secara online. Traveloka menyediakan fasilitas pembelian tiket online tanpa harus antri di loket penjualan tiket bandara.

Kemudahan akses yang diberikan oleh perusahaan ini membuat masyarakat yang sering bepergian menggunakan pesawat dengan tujuan bisnis ataupun pariwisata menjatuhkan pilihannya pada Traveloka. Dengan bermodalkan smartphone yang dilengkap  aplikasi Traveloka, membuat orang tak perlu khawatir lagi kehabisan tiket.

Cukup duduk bersantai dengan secangkir kopi kita sudah bisa memesan tiket dengan jenis maskapai, waktu keberangkatan, dan harga tiket yang beraneka ragam. Merujuk pada data yang dikeluarkan oleh Startup Ranking, pada penghujung 2018 Traveloka mendapatkan suntikan dana sebesar 400 juta dolar AS dari Exapedia.

Menurut data yang dirilis oleh cnbcindoneisa.com, pada tahun 2018 perusahaan yang didirikan oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang pada tahun 2012 ini memperoleh pemasukan sebanyak 500 juta dolar AS. Dengan pemasukan ini, Traveloka layak berada di posisi tiga setelah Gojek dan Tokopedia sebagai startup populer di Indonesia.

4. Bukalapak

Startup yang menempati urutan terakhir adalah Bukalapak. Perusahaan yang bergelut dalam bisnis toko online ini didirikan oleh Ahamad Zaky pada tahun 2010. Bukalapak merupakan salah satu kompetitor dari Tokopedia.

Dalam operasionalnya, Bukalapak menyediakan sarana penjualan bagi siapa saja yang tertarik membuka toko online. Pembeli dapat membeli barang baru ataupun bekas di Bukalapak, seperti laptop, ponsel, aksesoris komputer, dsb.

Merujuk pada data yang dirilis oleh cnbcindoneisa.com, pada tahun 2008 Buka lapak memperoleh pendapatan sebesar 200 Juta Dollar AS. Dengan omset sebesar ini, Bukalapak pantas berada dalam jajaran Startup paling populer di Indonesia bersama Gojek, Tokopedia, dan Traveloka.

Berdasarkan ulasan 4 startup di Indonesia yang paling populer. Dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi dan tuntutan kehidupan yang menginginkan kemudahan membuat 4 startup di atas berkembang dengan sangat baik di Indonesia.(slk)