Ketika akan memulai usaha, hal pertama yang umumnya dipikirkan oleh orang-orang adalah modal. Modal pula yang kerap menjadi hambatan sehingga ide-ide yang berkeliaran di kepala tidak bisa langsung dieksekusi. Padahal, ide tanpa realisasi tak akan menjadi apa-apa.

Perempuan adalah makhluk yang dibekali dengan milyaran imajinasi sekaligus keahlian untuk multi-tasking. Di abad digital seperti sekarang ini, memulai usaha bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, bahkan bisa dilakukan dari balik meja di rumah Anda atau sambil mengasuh anak-anak.

Modal yang diperlukan pun tak hanya terbatas pada materi, modal bisa saja berupa keahlian. Jika Anda adalah para perempuan yang sehari-hari berkubang dengan teknologi dan memiliki keahlian yang cukup di bidang ini, memulai sebuah bisnis bisa jadi semudah menghitung 1, 2, 3. Tapi, tentu saja tergantung kepada kerja keras yang Anda lakukan.

Berikut beberapa jenis bisnis digital tanpa modal sebagai bahan referensi Anda:

  1. Online Shop

Dengan kesibukan yang terus-menerus mendera masyarakat urban, berbelanja lewat online shop menjadi sebuah kebutuhan baru. Tak sulit membaca peluang online shop, penetrasi pengguna internet dan perangkat seperti laptop dan smartphone semakin hari semakin tinggi. Pun dengan kebiasaan para konsumen di Indonesia.

Ini jelas peluang bisnis yang cukup menggiurkan jika kita peka membaca peluang. Lalu apakah membuat online shop harus punya modal dan stok barang? Bisa iya, bisa juga tidak. Bagi Anda yang memiliki keterbatasan modal, Anda bisa membuka online shop hanya dengan modal smartphone dan media sosial. Caranya adalah dengan menjadi reseller atau dropshipper dari para supplier.

Caranya:

  • Tentukan produk yang akan Anda jual. Misalnya, fesyen (sepatu, baju, tas, dll), makanan, buku, dan lain sebagainya.
  • Tentukan dan buat platform media sosial yang akan digunakan.
  • Daftar menjadi reseller atau dropshipper di situs web supplier. Brand-brand berskala kecil dan menengah biasanya membuka peluang reseller dan dropshipper. Anda bisa mencarinya di Internet.
  • Lakukan promosi di media sosial yang telah Anda buat.
  1. Penulis

Di abad digital marketing, menulis bisa dijadikan bisnis. Setiap brand, setiap bentuk marketing, pasti membutuhkan penulis. Di sinilah kita memanfaatkan peluang. Tapi harus diingat, menulis adalah keahlian yang tidak instan–bukan keahlian yang bisa “dijadikan uang” hanya dalam waktu sebulan dua bulan. Kisah-kisah sukses para penulis yang hari ini Anda dengar adalah puncak gunung es, ada proses panjang dan “berdarah-darah” yang menjadikan mereka seperti sekarang. Tapi…bagi Anda yang baru memulai, tidak usah berkecil hati, sebab keahlian menulis bisa dilatih asalkan kita cukup gigih.

Bisnis atau profesi di bidang kepenulisan:

  • Blogger
  • Content writer.
  • Copy writer.
  • Editor
  • dll

  1. Product Designer

Anda suka mendesain produk, punya ide-ide brilian, tapi tak memiliki modal cukup untuk produksi? Dewasa ini, banyak start up yang bergerak di bidang ini, merekalah yang akan memproduksi, kita hanya cukup mendesain. Kita sebagai desainer akan mendapatkan komisi sebesar 20% dari harga jual. Anda juga bisa punya “toko” sendiri di situs web mereka sehingga lebih mudah ketika akan melakukan promosi.

Contoh:

  • co.id
  • com
  1. Personal Shopper

Di luar negeri, personal shopper sudah menjadi profesi. Memang, di Indonesia profesi ini masih kurang terdengar gaungnya, tapi bukan berarti itu tak mungkin dilakukan. Secara sederhana, personal shopper adalah orang yang membantu orang lain untuk berbelanja, baik online maupun offline. Untuk jasanya ini, orang tersebut akan diberi kompensasi.

  1. Trainer

Jika Anda memiliki keahlian yang bisa “dijual”, kenapa tidak mulai membuat kursus-kursus online? Dewasa ini, banyak sekali platform Learning Management System (LMS) baik gratis maupun berbayar yang bisa Anda manfaatkan untuk membuka kursus online. Contohnya, Google Classroom. Dengan menggunakan platform LMS, kursus online yang Anda selenggarakan lebih tertata. Di sana Anda bisa mengunggah materi, memberikan tugas, dan diskusi. (eL)