Produktivitas kita tidak selalu berhubungan dengan dunia kerja seperti kehidupan kantor atau deadline dari client. Artinya mereka yang bukan pekerja kantoran atau pun pekerja lepas waktu juga sangat perlu untuk produktif.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Produktif artinya mampu melakukan sesuatu. Sesuatu yang dimaksud tidak harus yang sifatnya spektakuler. Hal-hal kecil bisa membuat kita jadi produktif.

Misalnya menyikat gigi sebelum tidur, menyelesaikan novel yang sedang dibaca, merapikan lemari pakaian, mengepel lantai, memasak, membuat laporan keuangan, menyusun rencana penjualan di media sosial, mencatat di buku harian, dan masih banyak lagi hal lainnya.

Produktivitas bukan berarti ada di kala pagi hari saja, malam pun bisa jadi. Lalu bagaimana caranya menjaga produktivitas kita agar kehidupan kita tetap pada jalur yang lancar atau tidak menunda-nunda pekerjaan?

  1. Membuat daftar yang harus dikerjakan (to-do list)

Pada waktu pagi hari atau malam hari, kita bisa membuat daftar pekerjaan yang harus dilakukan esok hari. Setelah membuatnya, baca kembali dan membuat skala prioritas. Selain memberi gambaran besar akan apa yang hendak kita lakukan, membuat dan membaca to-do list juga seakan-akan memberi kita panduan.

2. Memberikan Hadiah pada Diri Sendiri

Tidak ada salahnya memberikan reward (hadiah) untuk diri sendiri bila sudah menyelesaikan segala sesuatu yang sudah direncanakan. Lagipula, reward tersebut tidak mesti yang mewah dan mahal semacam liburan ke luar negeri. Sesederhana tidur 30 menit, membeli es krim kesukaan, atau minum secangkir kopi hangat sambil melihat media sosial juga bisa lho. Dengan demikian energi yang berkurang pada saat bekerja bisa terkumpul kembali.

3. Kerjakan Sebanyak dan Secepat Mungkin

Bila pekerjaan dilakukan sejak pagi hari, sebanyak, dan secepat mungkin, kita punya sisa hari untuk bersantai dan mulai mengerjakan hobi. Banyak tidaknya pekerjaan ya sesuaikan dengan to-do list yang sudah dibuat. To-do list tidak usah ditambah atau malah dikurangi. Disiplin dan kerjakan dengan efektif. Bila tidak selesai, lanjutkan esok hari.

4. Kerjakan dari yang Tersulit

Kita sering menunda-nunda pekerjaan, apalagi bila pekerjaannya termasuk sulit. Membuat kita malas mengerjakannya. Bukan cuma menundanya, kita menempatkannya di urutan terakhir to-di list. Oleh karena itu kerjakan saja to-do list yang sudah dibuat, bila ada pekerjaan yang lama diselesaikan karena sulit jangan dihindari, ditunda, atau dikerjakan paling akhir.

5. Pamer Keberhasilan Menyelesaikan To-Do List!

Ya pamerkan saja, kabari suamimu, beritahu ibumu, kirim kabar pada sahabatmu, sampai dengan pasang foto atau status di media sosial. Tunjukan bahwa kamu berhasil menyelesaikan to-do list. Tunjukkan semangatmu. Rayakan!

6. Realistis

Bila merasa penat dan butuh istirahat, segera lakukan. Ada kalanya yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Tidak usah kecewa berlebihan. Ambil waktu untuk bersantai dan menyusun kembali rencana agar susunan pekerjaan terselesaikan. Bila merasa butuh bantuan orang lain, hubungi mereka.

7. Istirahat dan Lakukan Hal-hal yang Kamu Suka

Sedang edit ratusan foto atau menyetrika segunung pakaian dan merasa kesal, ambil waktu sejenak untuk bersantai. Pergi sebentar ke salon untuk krimbat atau cat kuku. Kerjakan sebentar saja hal-hal yang kamu sukai dan kembalilah pada pekerjaanmu dan selesaikan.

8. Disiplin

Disipin pada diri sendiri. Tidak cek media sosial. Fokus pada pekerjaan. Ceklis pekerjaan yang sudah selesai.(nw)