Sekolah pendidikan anak usia dini wajib memiliki standar tersendiri. Setidaknya ada 8 standar pendidikan anak usia dini yang menjadi dasar pendirian dan pelaksanaan PAUD. Berikut adalah penjelasan mengenai 8 standar tersebut.

  1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan

Standar pertama terkait dengan pencapaian anak. Setiap anak memiliki potensi dan kecerdasan tersendiri.

Ada yang suka dengan seni, berbakat di bidang bahasa, olahraga dan lain sebagainya. Jadi guru tidak hanya fokus dan memaksa anak untuk belajar kemampuan akademis seperti berhitung, menulis, dan membaca saja.

Selain itu segala aspek perkembangan anak mulai dari kecerdasan motorik, akademis, non akademis, dan lain sebagainya harus dicapai sesuai porsi perkembangan anak.

Beberapa PAUD bahkan mau mengembangkan kecerdasan spiritual dan memberikan fasilitas untuk meningkatkan kemampuan anak dalam segi agama. Misalnya untuk menghafal Al Quran, baca tulis Al Quran dan lain sebagainya.

  1. Standar Isi 

Standar kedua yaitu standar isi, terkait langsung dengan materi yang diajarkan. Kompetensi dasar, standar kompetensi, dan standar minimal kelulusan siswa PAUD.

Sekolah PAUD harus merumuskan tujuan pencapaian siswa dan sekolah dengan rinci. Setiap aspek dalam proses pembelajaran harus dituliskan. Misalnya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP untuk merinci kegiatan harian.

RPP ini berdasar pada kurikulum pemerintah yang dituangkan dalam bentuk silabus. Semua guru PAUD yang berkompeten harus memahami ini.

  1. Standar Proses 

Kemudian yang ketiga adalah standar proses. Ini terkait dengan bagaimana sekolah melaksanakan pembelajaran.

Berdasarkan dokumen yang sudah dibuat pada standar isi, proses dilaksanakan sesuai dengan rencana dan peraturan. Semua sekolah menggunakan standar ini.

Terlebih lagi pendidikan untuk anak usia dini yang terkait sebagai pondasi atau dasar pendidikan manusia. Sebagai pendiri sekolah PAUD dan pelaksananya, mereka harus paham serta siap melaksanakan semua standar yang berlaku.

Standar proses ini, menjadi ujung tombak berhasil atau tidaknya pembelajaran. Sebab disinilah guru menerapkan semua pengetahuan yang dimiliki untuk diajarkan pada siswa. Standar ini terkait langsung dengan tercapai atau tidaknya komoetensi dasar siswa, hingga lulus PAUD.

  1. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 

Sekolah tentu tidak akan berdiri tanpa adanya pendidik atau guru dan tenaga kependidikan. Setiap pegawai dalam lingkungan sekolah pendidikan anak usia dini harus memenuhi kriteria tertentu.

Misalnya seorang Guru dan kepala sekolah PAUD harus lulus minimal S1 jurusan pendidikan anak usia dini. Alasannya adalah, segala dasar dan modal untuk mengajar didapatkan dari bangku kuliah.

Disana guru belajar bagaimana memperlakukan siswa, melakukan pendekatan emosional, dan lain sebagainya. Sedangkan tenaga kependidikan seperti tukang kebun, tata usaha dan posisi penting lain setidaknya memiliki kualifikasi pendidikan minimal SMA, SMK atau sesuai kemampuan pekerja itu sendiri.

Artinya, seorang tukang kebun pun minimal harus tahu tanaman apa yang berbahaya untuk anak. Kemudian bagaimana mainan harus dibersihkan dan diperbaiki serta pengetahuan dasar terkait semua pekerjaannya.

  1. Standar Sarana dan Prasarana 

Standar Pendidikan Anak Usia Dini juga terkait langsung dengan sarana dan prasarana. Sekolah PAUD yang baik harus memiliki ruang belajar yang nyaman.

Ada tempat beribadah, perpustakaan, tempat main dan berbagai kebutuhan belajar lainnya. Sarana prasarana ini tidak harus mewah atau bernilai mahal.

Yang terpenting adalah sarana di sekolah bisa digunakan dengan baik dan aman untuk anak. Mengingat anak-anak membutuhkan perhatian ekstra.

  1. Standar Pengelolaan 

Kemudian, standar keenam adalah terkait pengelolaan sekolah. Lembaga ataupun sekolah manapun yang memiliki sumber daya besar, tetap harus dikelola dengan baik.

Kepala sekolah, guru, karyawan dan orang tua harus saling mengawasi satu sama lain. Tujuannya adalah agar penyelenggaraan pendidikan efektif dan efisien.

  1. Standar Penilaian Pendidikan 

Setelah melakukan proses pembelajaran, guru juga harus bisa menilai siswa. Standar ini mengatur tentang kriteria pembuatan dan pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa.

Pembuatan soal ulangan harian, gambar-gambar yang diwarnai dan rubrik penilaian siswa harus mengacu kepada peraturan dan kurikulum yang berlaku. Bukan hanya instrumen siswa yang diperhatikan.

Ini juga terkait dengan evaluasi satuan pendidikan. Dinas akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan sekolah itu sendiri. Jadi, guru, kepala sekolah, serta karyawan harus paham dengan setiap standar yang berlaku karena masih selalu dimonitor secara berkala.

  1. Standar Pembiayaan

Terakhir adalah standar pembiayaan. Untuk melaksanakan seluruh kegiatan sekolah, tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Untuk itu, standar ini mengatur tentang berapa besar biaya operasional sekolah dalam setahun. Selain itu setiap pengeluaran sekolah juga diatur.

Misalnya berapa persen untuk membeli sarana belajar, persen untuk merawat sekolah dan lain sebagainya. Delapan standar tersebut harus diperhatikan oleh orangtua, terutama yang baru akan mendaftarkan anak ke sekolah PAUD.

Sekolah yang baik bukanlah yang berharga mahal dan mewah. Namun sekolah yang memenuhi standar minimal dan bisa mengelola sekolah dengan baik.(hn)