Apa Hasil Akhir Roadshow Jelajah 3 Ends di Bandung?

0
20

Kegiatan Jelajah 3 Ends pun baru saja berakhir. Bandung menjadi kota terakhir Roadshow Jelajah 3 Ends. Kesepakatan apa saja yang berhasil dibuat? 

“Saya berharap komitmen baik ini terus dipertahankan dan dikembangkan demi mewujudkan Indonesia yang ramah bagi perempuan dan tumbuh kembang anak,” ujar Yohana Susana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di acara penutupan Jelajah 3 Ends.

Pada hari sebelumnya (Sabtu, 19/11/2016) kegiatan Jelajah Three Ends diisi dengan seminar “Three Ends” yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain; Badan PPPA, dinas-dinas terkait di daerah, organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta Forum Anak Kota Bandung.

Dan pagelaran panggung hiburan di Balai Kota Bandung pada hari kedua (Minggu 20 November 2016), menjadi akhir dari rangkaian roadshow Jelajah 3 Ends. Kampanye yang dipimpin langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise ini menitikberatkan upaya perlindungan terhadap anak, khususnya perempuan di usia remaja produktif.

“Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak dapat tumbuh kembang dalam lingkungan yang baik. Hal ini bisa berjalan apabila orangtua memberikan dorongan kepada mereka dengan penyediaan sarana dan prasarana untuk berpartisipasi serta melakukan kegiatan yang positif,” jelas Mama Yo (sebutan akrab ibu menteri-red).

mama-yo-bertanya-kepada-anak-anak-bandung Mama Yo Bertanya kepada Anak-anak Bandung (Minggu, 20/11/2016)

Menteri Yohana menambahkan, “Apalagi Bandung terkenal sebagai kota kreatif, saya ingin mengajak kepada masyarakat kota ini untuk lebih peka terhadap perkembangan anak-anak remaja yang ada di kota Bandung dan sekitarnya.”

Meskipun sempat diguyur hujan, pidato Menteri Yohana pada menjelang siang kemarin (Minggu, 20/11) disambut dengan penuh antusiasme para hadirin di Balai Kota Bandung.

Dalam pidatonya, Mama Yo menyebutkan bahwa, “Orangtua tidak boleh melakukan kekerasan terhadap anak-anak. Guru-guru tidak boleh melakukan kekerasan terhadap anak didiknya di sekolah. Sebab sudah ada undang-undang yang mengikat kita yang apabila dilanggar maka akan berhadapan dengan hukum dan dijebloskan ke dalam penjara.”

“Saya sudah merapatkan barisan dengan Kapolri, Kapolda, Kapolres hingga Kapolsek untuk sama-sama menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak dengan serius,” tambah ibu menteri Yohana.

“Aparat penegak hukum, jaksa, hakim kami latih untuk menangani kasus perlindungan terhadap perempuan dan anak sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negara ini,” jelas Mama Yo.

Hari ini sudah ada undang-undang kekerasan, kejahatan seksual terhadap anak berupa hukuman seberat-beratnya; hukuman pidana mati, hukuman seumur hidup di penjara, termasuk hukuman kebiri.

“Semua efek jera tersebut sudah disetujui oleh sidang DPR, sehingga tidak ada lagi kekerasan terhadap anak-anak. Stop kekerasan terhadap perempuan. Kini negara melindungi semua perempuan dan anak-anak tanpa diskriminasi di negara ini,” seru Menteri Yohana yang disambut dengan penuh antusiasme warga meskipun saat itu turun hujan.

Tidak ketinggalan, Oded Muhammad Danial selaku wakil walikota Bandung turut memberikan sambutan mengenai kampanye Jelajah Three Ends tersebut sekaligus membacakan deklarasi sebagai komitmen kota Bandung untuk terus mendukung dan mensukseskan dan ikut menggalakan kampanye ini khususnya dalam mencapai target Bandung menuju “Zero Violence”.

“Kami sepakat atas nama pemerintah kota Bandung mendukung program 3 Akhiri ini; satu: mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, dua: mengakhiri perdagangan manusia, tiga: mengakhiri ketidakadilan akses sumber ekonomi bagi perempuan,” tegas Mang Oded (sebutan akrab wakil walikota Bandung-red).

Acara Kampanye Jelajah 3 Ends di Bandung melibatkan banyak public figure dan isi acara yang ramah perempuan serta anak. Acara yang dipandu oleh mantan penyanyi cilik Tina Toon ini menghadirkan hiburan yang variatif.

Dan terbukti, hujan tidak menyurutkan semangat para hadirin termasuk saat tampilnya penyanyi Indonesian Idol; Ubay tampil ke atas pentas guna menghangatkan suasana Bandung yang dindin siang itu.

“Sekali lagi saya mengapresiasi semangat pemerintah kota Bandung; bapak walikota, bapak wakil walikota dan seluruh jajarannya yang peduli terhadap masalah perempuan dan anak. Mereka (Pemkot Bandung) bersedia bekerja sama dengan kami (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI) untuk mewujudkan pelaksanaan acara Jelajah Three Ends,” ujar Mama Yo.

Menteri Yohana menambahkan dalam rasa terima kasihnya, “Faktor lain yang sangat strategis dalam mendukung program Three Ends adalah partisipasi masyarakat yang terdiri dari; media, dunia usaha, lembaga profesi dan akademisi/lembaga riset. Kami berharap Bandung dapat menjadi percontohan untuk daerah lain dalam membangun kepeduliandan kesadaran masyarakat atas pentingnya perlindungan perempuan dan anak sebagai isu prioritas.”(ast)

 mama-yo-mendapat-tempat-di-hati-warga-bandung-khususnya-ibu-ibu

Mama Yo Mendapat tempat di hati warga Bandung khususnya ibu-ibu (Minggu, 20/11/2016) lokasi: Balai Kota Bandung.