Baru-baru ini saya melihat lini masa media sosial dipenuhi dengan beberapa kicauan tentang sebuah sistem internet yang ramah anak. Di setiap lini masa yang sempat menjadi trending topic nasional itu terselip sebuah kata Kiddle.co. Terasa masih asing dan kurang familier di telinga saya. Tetapi ketidaktahuan ini, mendorong saya mencari beberapa sumber artikel di media online nasional. Apa korelasi antara internet ramah anak dan Kiddle.co? Nampaknya Kiddle.co ini sudah ramai menghiasi jagat pemberitaan.

Tampilan awal kiddle

Kiddle.co merupakan sebuah mesin pencari baru yang mengklaim dirinya lebih ramah untuk diakses anak. Tentu hal ini menjadi sebuah angin segar bagi orang tua yang khawatir dengan anaknya yang sudah mulai berinteraksi dengan internet. Kekhawatiran orang tua ini sangat wajar, pasalnya internet sudah menyebar ke semua usia tidak mengenal dewasa maupun anak-anak dan tidak berbatas waktu dan tempat.  Terlebih semua informasi yang mungkin kurang pantas untuk dilihat anak bisa saja terakses. Membuat anak mengetahui konten yang berbau dewasa, SARA ataupun kekerasan. Lantas apa yang menyebabkan Kiddle.co dikatakan sebagai mesin pencari yang ramah anak?

Dari kata Kiddle sebenarnya kita bisa menebak. Bahwa mesin pencari ini memang identik dengan anak-anak. Melihat tampilannya mungkin kamu lebih setuju jika Kiddle adalah salah satu produk milik Google. Tetapi jangan salah, sebenarnya Kiddle bukan sistem pencari yang berafiliasi dengan Google. Kiddle hanya menggunakan fitur Google Safe Search sebagai penyaring konten. Situs dan informasi yang belum pantas dilihat oleh anak-anak akan dikurasi. Hal inilah yang membuat Kiddle relatif aman digunakan oleh anak usia dini.

Jika orang tua menemukan konten dewasa yang tidak pantas dikonsumsi oleh anak-anak. Tetapi masih terakses di Kiddle.co. Orang tua bisa meng-input konten tersebut di Formulir Digital Kiddle untuk kemudian akan ditindaklanjuti oleh tim Kiddle.

Belum puas dengan hanya membaca artikel di media. Saya pun mencoba langsung Kiddle.co. Memastikan apakah benar situs ini aman diakses anak?  Cara pengoperasian Kiddle sama dengan sistem pencari pendahulunya seperti Bing, Yahoo maupun Google. Hanya saja di Kiddle belum terdapat fasilitas bahasa Indonesia. Jadi saya agak berhati-hati untuk mencoba berselancar di Kiddle.co.

Tes keamanan pertama saya coba ketikkan kata “sexy”. Kiddle secara otomatis memberikan hasil pencarian dengan kata “Opps, Try Again”. Bertanda sistem kurasi Kiddle berjalan dengan baik. Kemudian saya ketikkan lagi kata “Fuck”. Kiddle masih menunjukkan hasil yang sama dan masih aman untuk memproteksi anak. Terakhir ketika saya ketikkan “LGBT” di kolom pencarian. Ternyata Kiddle masih menampilkan beberapa konten yang menurut saya belum pantas untuk dilihat oleh anak.

Percobaan yang saya lakukan di Kiddle.co

Dari sini timbul keraguan saya jika Kiddle benar-benar aman untuk anak. Memang sebagian besar konten negatif tidak bisa terakses. Tetapi sebagai sebuah mesin pencari yang baru muncul pada awal tahun 2016, masih ada saja konten yang belum aman dikonsumsi anak.

Oleh karena itu, langkah yang bisa diambil sekarang adalah jangan pernah membebaskan anak berselancar di dunia maya. Orang tua harus mampu menakar kebutuhan dan tujuan anak mengakses internet. Jika kebutuhan anak untuk mencari referensi bacaan atau pengetahuan lain. Orang tua harus bisa merekomendasikan situs-situs yang aman dikunjungi untuk kebutuhan anak tersebut, sebuah situs yang ramah anak dan tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi atau konten lain yang akan berdampak buruk bagi pertumbuhan anak.

Tidak bisa dipungkiri, internet memang menyimpan banyak sekali informasi dan literatur yang sangat bermanfaat. Semua aktivitas di era sekarang pun mayoritas sudah menggunakan internet sebagai penopang utamanya. Tetapi jika internet itu diorientasikan untuk anak, tentu butuh penanganan khusus supaya internet itu menjadi ramah untuk anak. Membuang jauh-jauh konten negatif yang setiap saat bisa menyerang dan merugikan anak adalah langkah yang harus diambil oleh orang tua. (as)