APRESIASI KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN

11

KPPPA

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

 

PRESS RELEASE

 

MENTERI PP DAN PA : APRESIASI KETERLIBATAN MASYARAKAT

DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN

Siaran Pers Nomor: 60/Humas KPP-PA/07/2015

 

Jakarta (5/7) – Belum usai penyelesaian kasus tewasnya Engeline, masyarakat kembali dikejutkan dengan pemberitaan terkait kasus kekerasan yang diduga dilakukan orangtua terhadap anaknya. Kasus kekerasan terhadap seorang anak berusia 12 tahun, GT, yang terjadi di wilayah Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan terungkap setelah salah satu tetangga GT melaporkan dugaan kekerasan yang dilakukan ibunda GT ke Polres Metro Jakarta Selatan dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kini GT telah berada di rumah aman (safe house) milik Kementerian Sosial atas rujukan dari Polres Metro Jakarta Selatan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA), Yohana Yembise menyatakan keprihatinan dan menyayangkan terjadinya kasus kekerasan yang dialami anak-anak Indonesia. Menurutnya, perbuatan tersebut telah merugikan negara karena anak merupakan aset bangsa. “Anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan dikriminasi. Mereka merupakan pemegang kendali estafet pembangunan dan keberlangsungan negara di masa depan. Oleh karena itu, anak harus dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, terlindungi, dan terpenuhi hak-haknya,” ujar Menteri Yohana.

Di sisi lain, Menteri Yohana mengapresiasi reaksi cepat tanggap yang dilakukan tetangga atau lingkungan sekitar kediaman GT yang langsung merespons dan melaporkan kasus dugaan kekerasan tersebut kepada pihak kepolisian dan KPAI. “Kepedulian atau kepekaan masyarakat untuk segera melapor jika terjadi kekerasan terhadap anak di lingkungannya sangat penting guna meminimalisasi jumlah dan dampak kasus kekerasan terhadap anak-anak yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya,” tambah Menteri Yohana.

Meski merasa sedih dan prihatin dengan kondisi traumatis yang dialami GT, namun Menteri Yohana cukup tenang karena kini GT sudah berada di rumah aman yang dikelola Kementerian Sosial sebagai mitra kerja Kementerian PP dan PA untuk diberikan pendampingan secara psikologis dan kasus tersebut telah diproses secara hukum oleh pihak kepolisian. Menteri Yohana berharap seluruh masyarakat memiliki kesamaan persepsi akan pentingnya perlindungan bagi tumbuh kembang anak, sinergitas, dan keterpaduan di dalam pencegahan dan penanganan kekerasan agar kekerasan terhadap anak-anak Indonesia tidak terulang kembali di masa mendatang.

 

 

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3456239,

e-mail : humas.kpppa@gmail.com