Tugu Khatulistiwa adalan Ikon wisata kota Pontianak, Kalimantan Barat. Tugu ini berada di jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara. Pengunjung dapat menyaksikan atraksi alam yang unik, yaitu ketika hilangnnya bayang-bayang tugu pada saat kulminasi matahari. Atraksi matahari di Tugu Khatulistiwa ini merupakan fenomena alam yang langka.
Jadi, garis khayal khatulistiwa hanya melintasi lima negara di Afrika–Gabon, Zaire, Uganda, Kenya dan Somalia–dan empat negara di Benua Amerika–Brazil, Equador, Kolombia, dan Peru. Namun hanya di Indonesia yang benar-benar dilintasi oleh matahari. Peristiwa titik kulminasi ini menjadi momen yang menakjubkan dan langka di bumi. 
 
Dampak dari posisi matahari itu, bayangan tugu dan benda-benda sekitarnya akan hilang selama beberapa detik. Peristiwa ini berlangsung dua kali dalam setahun, antara 21-23 September–disebut titik pertemuan kedua, saat matahari bergerak ke selatan–dan 21-23 Maret–sering disebut titik pertemuan pertama, saat matahari bergerak ke utara. 
 
Tugu ini telah mengalami empat kali renovasi. Tugu pertama dibangun pada tahun 1928 berbentuk tiang dengan anak panah. Pada tahun 1930 dan 1938 ada penyempurnaan pembangunan tugu. Pada tahun 1990 Tugu ini direnovasi total dengan dibuatkan kubah untuk melindungi tugu aslinya. Monumen Tugu ini diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat pada 21 September 1991. Sekarang, kompleks Tugu Khatulistuwa dilindungi oleh Pasal 26 UU No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.
 
Di sekitar tugu dibuat garis putih memanjang. Di atas garis ini, telur bisa tegak berdiri tanpa bantuan apapun. Tak heran, ketika matahari mencapai titik kulminasi, pengunjung berebut untuk membuktikan fenomena itu.
Di dinding di dalam kubah, terpampang belasan foto yang mengabadikan tugu sejak didirikan hingga direnovasi. Turut dipampang pula artikel dan berbagai gambar tentang tata Surya yang dapat menambah pengetahuan para pengunjung. Untuk datang ke tempat ini, pengunjung tak dipungut biaya sama sekali. (rab)