Anak yang pandai bergaul, supel akan mudah diterima di lingkungan mana pun. Jika anak bisa diterima oleh berbagai lingkungan, kepercayaan dirinya pun meningkat. 

anak-pandai-bergaul

Psikolog Anna Surti Ariani, pada acara launching sebuah brand susu anak di Hotel Crown Jakarta (27/9) menyatakan bahwa dalam masa tumbuh kembang anak  terdapat lima hal yang penting dan harus selaras diperhatikan orang tua. Lima aspek tersebut adalah Fisik, Kemampuan Kognitif, Kemampuan Bahasa, Emosi dan Keterampilan.

Menurut Anna, anak-anak yang mempunyai kemampuan sosial baik, cenderung dapat menyelesaikan masalah baik di sekolah atau di lingkungan rumahnya. Prestasinya akan lebih optimal karena memiliki kepercayaan diri serta komunikasi yang baik dalam mempresentasikan segala sesuatu yang ditangkapnya.

Anak akan berani mengemukakan pendapat dan tanggap terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Orang tua selayaknya tanggap dengan hal ini. Dan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menggerakkan anak supaya pandai bergaul dengan baik sejak dini. Anak diajarkan bersosialisasi mulai dari keluarga, tetangga dan teman-temannya. Usahakan anak-anak ada aktivitas di luar rumah bermain dengan teman-temannya. Dengan cara ini, anak akan terlatih untuk berempati dan berbagi.

Saat bersama di tempat-tempat umum, latih anak untuk peduli dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya, ketika di kereta, melihat anak muda yang memberikan tempat duduknya untuk lansia atau ibu membawa bayi, anak bisa dikasih pengertian bahwa hal itu wajib dilakukan sebagai kepedulian supaya lansia atau ibu membawa bayi tidak capek atau tidak sakit karena berdiri. Sedangkan anak muda yang masih kuat, harus memberi tempat duduknya kepada mereka.

Saat ada di taman bermain atau wisata, anak juga selayaknya diajarkan bersosialisasi dengan orang asing. Misalnya, saat berenang, anak dilatih untuk berkenalan dengan seusianya yang sama-sama berenang dengan sharing pelampung, balapan renang dan lain sebagainya.

Banyak cara untuk menumbuhkan sikap supel pada anak, bisa dimulai dari komunikasi di dalam rumah bersama keluarga. Biasakan untuk makan bersama dalam satu meja makan dan ciptakan komunikasi serta memberi kesempatan pada anak untuk memberi pendapat terhadap sesuatu.(ab)