ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Namun, ternyata masih ada ibu yang ragu-ragu untuk memberikan ASI. Apalagi ada beberapa mitos yang berkaitan dengan menyusui. Apa sajakah itu?

Alangkah bahagianya jika seorang perempuan dapat memiliki keturunan. Persiapan selama program hamil sampai pada proses persalinan pun akan sangat menyenangkan meskipun menegangkan. Sebab, tidak semua perempuan bisa menjalaninya dengan lancar ibarat jalan tol. Pasti ada saja kendala yang dihadapi. Namun, solusi pun akan selalu ada menyertainya.

Begitupun dengan menyusui. Aktivitas yang akan dijalani oleh seorang perempuan dengan status ibu. Menyusui bagi seorang ibu baru memang adalah sebuah perjuangan lain dalam rumah tangga. Keberadaan ibu menyusui seringkali menjadi sorotan apalagi jika dikaitkan dengan banyaknya mitos yang berkembang di masyarakat. Dan tidak sedikit juga ibu-ibu yang masih terbilang menjalani sebagai ibu menyusui menjadi was-was dengan mitos tersebut. Padahal kalau dipikirkan secara logika dan medis, mitos tersebut justru menjadi penghambat semangat ibu untuk menyusui sang buah hati.

mitos-menyusui

Berikut beberapa mitos menyusui yang beredar di masyarakat:

  • IMD Tidak Perlu Bagi Ibu yang Menjalani Operasi Caesar (SC); selama kondisi bayi stabil, maka IMD tetap bisa dilakukan, meskipun sang ibu melahirkan melalui operasi Caesar.
  • Puting Harus Selalu Dibersihkan Sebelum Menyusui; minyak alami yang melindungi puting dari risiko lecet karena kering akan hilang jika dibersihkan.
  • Tidak Boleh Minum Air Dingin; banyak yang beranggapan bahwa minum air dingin justru membuat bayi bisa pilek atau flu, padahal suhu makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh ibu tidak akan memengaruhi suhu ASI.
  • ASI Terlalu Encer adalah ASI Buruk; ASI sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu foremilk (encer) dan hindmilk (kental). Dimana ASI yang bersifat encer itu banyak mengandung lactose dan yang kental mengandung banyak lemak dan biasanya lebih banyak keluar belakangan. Kedua kandungan ASI ini sangat dibutuhkan oleh bayi.
  • Bentuk Payudara Kecil Tidak Bisa Menghasilkan ASI; banyak tidaknya stok ASI tidak akan dipengaruhi oleh bentuk payudara sang ibu. Semakin sering diperah atau menyusui, maka secara otomatis ASI pun akan terus mengalir.
  • Bayi Terus Menangis Pertanda ASI Kurang; bayi menangis bisa disebabkan banyak hal dan menangis menjadi komunikasi yang paling bisa dilakukan bayi. Tidak semua bayi menangis karena lapar sehingga ibu harus benar-benar memahami apa saja yang membuat bayi menangis
  • Ibu yang Makan Pedas Membuat Bayi Diare; Cabai mengandung senyawa Tidak semua bayi akan mengalami diare ketika ibu memakan cabai. Tergantung pada sensitivitas bayi. Jadi, bisa dicek terlebih dahulu dengan mencoba makan pedas.
  • Ibu Berputing Datar Tidak Bisa Menyusui; bayi sebenarnya mengisap ASI bukan pada puting tetapi pada payudara. Memang jika puting menonjol, maka bayi akan mudah melekatkan mulut untuk menyusu. Namun, bukan berarti puting datar tidak bisa menyusui si bayi. Alangkah baiknya jika ibu mencoba langkah-langkah untuk menonjolkan puting, seperti menarik-narik puting dengan lembut atau menggunakan spoit yang dipakai terbalik.
  • Ibu Menyusui Tidak Boleh Minum Obat; perlu diketahui bahwa tidak semua obat yang dikonsumsi sang Ibu berpengaruh buruk pada bayi. Tetapi, tetap harus ada konsultasi kepada dokter saat akan memberikan resep dengan menceritakan kondisi ibu yang sedang menyusui. Pasti akan diberikan obat yang sesuai jika memang memungkinkan.
  • Bayi Demam atau Diare Tidak Boleh Disusui; justru jika bayi dalam keadaan demam atau diare sebisa mungkin sering disusui.

Nah, itulah beberapa mitos yang berkembang di masyarakat bagi ibu menyusui. Karena sudah ada informasi ini, berarti tidak ada lagi keluhan saat menyusui apalagi masih berseteru dengan mitos yang berkembang. Happy breastfeeding, mommies…(rhm)