Sumber gambar: coretanirai.wordpress.com

Dalam hidup selalu ada rasa bahagia, benci, suka, duka, sayang maupun cinta. Selalu ada dua kata yang berlainan selalu terjadi. Ada kalanya hidup akur dengan tetangga, dan ada kalanya benci menyertai kepada tetangga.

Bukan saja kepada tetangga, namun dalam kehidupan rumah tangga, antara pasangan juga ada kalanya cekcok menyertai. Bahkan sesama anak pun demikian selalu ada cekcok dan perkelahian menyertai. Hal ini sebenarnya sebuah anugerah dari Tuhan. Namun, sikap yang buruk ini tidak boleh berlarut hingga seterusnya. Perlu ada akhir kebahagiaan yang tercipta.

Kehidupan antara kakak dan adik memang sering terjadi yang namanya cekcok dan permusuhan/perkelahian. Namun selaku orang tua perlu adanya kontrol sosial agar anaknya tidak melulu bercekcokan atau berselisih paham yang mengakibatkan permusuhan sesama mereka. Orang tualah yang berperan untuk menentramkan kehidupan rumah tangga termasuk kepada anak-anaknya. Kontrol sosial ini tentu akan menyebar kepada kehidupan anak-anak di masyarakat kelak.

Namun, jika anak terjadi percekcokan / perkelahian maka sikap orang tua perlulah dijadikan panutan bagi mereka. Ada beberapa tips kiranya bisa melerai perkelahian diantara mereka kala terjadi, yaitu:

  1. Memisahkan.

Kala terjadi perkelahian antara kakak-adik maka sikap orang tua segera pisahkan mereka. Biarkan mereka untuk tidak berdekatan beberapa saat. Kalau memang sudah memiliki kamar masing-masing, maka biarkan mereka menenangkan diri mereka di kamar mereka masing-masing.

Jika orang tua saat mengalami permusuhan memang cara tersebut yang dilakukan, maka saat anak berada pada posisi terjadi perselisihan atau perkelahian maka orang tua pun harus melakukan hal yang sama dengan memisahkan mereka berdua agar tenang terlebih dahulu. Dalam ilmu sosial dikatakan bahwa jika dalam keluarga hidup berdekatan maka akan selalu terjadi percekcokan/perkelahian, namun jika berjauhan akan ada timbul rasa kangen dan sayang.

Nah, disinilah gunanya memisahkan anak agar timbul kembali rasa kangen di antara mereka. Hal ini pula dilakukan agar kelak anak berada di masyarakat, jika terjadi permusuhan maka tidak berlarut dalam permusuhan tersebut. Namun, bersegera untuk hidup rukun dan nyaman lagi.

  1. Membuat peraturan.

Jika terjadi perkelahian, maka orang tua perlu melihat aturan yang berlaku dalam keluarga tentang aturan saat ada perkelahian. Disinilah peran orang tua untuk menjalankan aturan yang berlaku dalam keluarga tersebut.

Namun, jika belum ada peraturan yang berlaku, maka perlu kiranya membuat aturan yang berlaku. Biarkan anak memberikan hukuman kepada dirinya sendiri jika melanggar aturan. Biarkan anak memikirkan hukuman dan menjalankannya. Hal ini akan berdampak kepada anak saat berada di masyarakat dengan selalu mentaati aturan yang berlaku.

Sumber gambar: slate.com

  1. Perlu adanya negosiasi dan kompromi.

Saat terjadinya perkelahian pada kakak-adik maka cara yang bijak bagi ibu dan ayah dalam melerai yaitu dengan menyelesaikan permasalahan dengan cara yang baik-baik. Perlu adanya ketenangan yang dijaga di antara mereka sebagai peredam amarah mereka. Setelah itu, perlu orang tua berkomunikasi kepada anak tentang apa yang terjadi. Beri waktu kepada anak untuk menceritakan masalah yang terjadi. Orang tua juga perlu mendengar keluhan antara sang kakak kepada adiknya begitupun sebaliknya keluhan adik kepada sang kakak perlu didengarkan pula.

Setelah mengetahui permasalahan yang terjadi dari masing-masing maka sikap orang tua tentu menanyakan solusi terbaik agar kakak dan adik bisa menyatu dan bermain bersama lagi. Namun, jika mereka berdua tidak mempunyai solusi maka ibu dan ayah bisa membantu mencarikan solusi yang jitu untuk kerukunan kakak dan adik.

  1. Berikan hak anak sesuai porsinya.

Saat anak mempunyai masalah dengan berkelahi maka perlu kiranya orang tua memberikan hak anak sesuai porsinya. Beritahu apa yang patut didapatkan kakak, dan apa yang patut didapatkan adik. Itulah sebuah porsi yang tepat untuk anak sehingga bisa mengurangi porsi kebencian kepada saudara mereka saat berkelahi.

Hak Menyamaratakan hak anak tidak sesuai dengan porsinya akan membangun sisi psikologi anak saat dewasa nantinya. Sang anak akan belajar seenaknya saja jika porsi yang sesuai tidak dilatih sejak dini. Justru saat terjadi perkelahian inilah orang tua sambil melerai perkelahian anak juga bisa mendidik tentunya.

  1. Lakukan pendekatan persuasif dan perhatian yang lebih kepada anak.

Jika anak memang suka berkelahi maka perlu kiranya bagi orang tua agar memberikan perhatian yang lebih kepada sang anak. Kondisi anak yang demikian juga perlu menjadi perhatian bagi orang tua, dengan mengintrospeksi dirinya, adakah penyebab anak yang bertingkah tidak sewajarnya disebabkan dari perilaku orang tua. Nah, dengan mengetahui penyebab sebenarnya tersebut perlu kiranya agar orang tua juga bijak mendekati anak dengan perhatian yang lebih. Dengan adanya perhatian sang anak bisa luluh dan patuh sehingga tidak ada lagi perkelahian yang timbul di antara mereka.

Memang, perkelahian bukan hal yang baik. Oleh sebab itu, pendidikan kepada anak dengan teknik yang pas sehingga membuat mereka bisa belajar kehidupan untuk bekal mereka di masa mendatang.(sae)

1 COMMENT