Sumber: republika.co.id

Sebuah anekdot atau hanya sebatas perbincangan bahwa seorang pria (suami) lebih pintar dalam mengelola keuangan rumah tangga. Hal ini didasarkan fakta yang diambil menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa hanya 25% perempuan yang mampu mengelola keuangan dengan baik, sedangkan persentase laki-laki dianggap mampu mengelola keuangan dengan baik yaitu hanya 35%. Lebih besar persentase laki-laki dibanding perempuan dalam keberhasilan mengelola keuangan membuktikan bahwa banyak kehidupan rumah tangga istri kurang/tidak bijak dalam mengurusnya. Padahal, dalam kehidupan rumah tangga, tentu istri yang harus memiliki peran yang besar dalam mengelola keuangan rumah tangga tersebut. Lalu, bagaimana cara yang efektif agar istri bisa bijak dalam mengelola keuangan?

Menurut seorang Financial Educator, Prita Ghozie bahwa pengelolaan keuangan bukan sekedar hemat saja, melainkan mengelola keuangan yang baiklah yang akan mengawali sebuah faktor kaya. Prita memberikan sebuah tips, setidaknya ada tiga tahap mengelola keuangan ideal dan bijak dalam mengelola keuangan yaitu:

  1. Financial Check Up

Financial Check Up itu berarti sebuah proses dalam menimbang dan mengukur keuangan yang dimiliki. Ibaratnya bahwa setiap orang tua yang mempunyai anak, sejak lahir akan rutin membawa ke puskesmas atau dokter yang dipercaya untuk memantau tumbuh kembang anak. Anak juga rutin dikontrol untuk melihat kesehatannya. Nah, dalam hal financial check up ini juga harus sering mencek keuangan. Sangat dianjurkan Prita Ghozie bahwa senantiasa membawa buku catatan keuangan laiknya catatan medis anak. Dengan mengetahui kondisi keuangan yang senantiasa dicek tentu akan terlihat keuangan rumah tangga sehat atau tidaknya. Jika sehat alhamdulillah, namun jika sakit perlu upaya untuk menormalkannya dengan melakukan kebijakan untuk mengurangi biaya pembelian yang di luar dugaan.

  1. Mengelola Keuangan

Dalam kaidah mengelola keuangan bisa diibaratkan dengan kondisi tubuh manusia. Bisa merasakan sehat pun tidak menutup kemungkinan merasakan sakit. Kondisi badan saat sehat akan berbeda pula dengan kondisi saat badan merasa sakit. Badan tentu saja harus tetap sehat sebelum sakit dilakukan dengan cara berolahraga misalnya. Pun dengan keuangan sebelum melaksanakan mengelola keuangan cara pertama yaitu dengan melakukan financial check up. Strategi pengelolaan keuangan yang sehat akan berbeda dengan penanganan pengelolaan keuangan yang sakit.

  1. Merencanakan Keuangan

Langkah selanjutnya yaitu dengan merencanakan keuangan. Dalam perencanaan keuangan yaitu membuat alokasi keuangan terhadap pendapatan yang diterima. Merencanakan alokasi keuangan dengan semestinya memang sudah harus dibuat sedetailnya sehingga akan mudah untuk dievaluasi dan diatur keuangannya sehingga bisa membuat sebuah investasi juga nantinya.

Setelah melewati tiga tahap tersebut lalu bagaimana dengan kondisi keuangan selanjutnya? Akankah bisa melakukan investasi untuk kehidupan di masa mendatang?

Yups, menjawab pertanyaan tersebut, Prita Ghozie menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang bisa dijadikan dasar menentukan kesehatan keuangan keluarga, antara lain sebagai berikut:

– Utang

Faktor utang perlu diteliti lagi, jika ada utang maka kondisi keuangan bisa dikategorikan agak sehat jika utang tidak lebih di atas 30% dari penghasilan selama sebulan. Utang cicilan mobil, utang cicilan rumah, ataupun utang pakaian perlu dirinci lagi agar tidak membengkak sehingga mengakibatkan menjadi tidak sehatnya keuangan rumah tangga.

– Gaya Hidup

Gaya hidup saat ini memang sudah bisa dikategorikan sebagai kebutuhan sekunder lagi bagi sebagian orang. Banyak diantaranya yang lebih mementingkan gaya hidup glamour dan wah dibanding harus menahan untuk gaya hidup. Ada hape jenis baru, langsung ganti hape dan membeli hape tersebut. Ada pakaian jenis baru, langsung berganti pakaian dengan berganti gaya hidupnya, dan lain-lain. Sebenarnya seberapa pentingnya gaya hidup tersebut? Tentu harus pula dipertimbangkan bagi sebagian istri untuk bisa mengelola keuangan dengan sebaiknya. Gaya hidup boleh saja asalkan tidak melebihi anggaran maksimal 50% dari penghasilan yang ada.

Sumber: prosehat.com

– Dana Darurat atau Dana Tak Terduga

Yang masuk dalam kategori dana darurat atau dana tak terduga misalnya yaitu biaya kesehatan. Dana ini diupayakan biasanya harus dialokasikan karena kesehatan memang sulit diduga. Nah, biasanya yang terjadi dana untuk ini diupayakan 3x biaya hidup yang ada. Tapi sulit bukan untuk mendapatkan dana tak terduga ini. Jika memang berhasil mengupayakannya maka dikategorikan keuangan lebih baik.

– Tabungan dan Investasi

Satu hal yang sering salah kaprah yaitu antara tabungan dan investasi. Perlu diingat kembali bahwa tabungan diupayakan untuk mewujudkan rencana yang diinginkan sedangkan investasi lebih kepada jangka panjang yaitu hari tua.

Faktor penentu kesehatan keuangan keluarga jika sudah bisa ditentukan maka akan semakin mudah melihat dan memahami keuangan dengan sebijak-bijaknya. Inilah kiranya, bagi seorang istri yang sering dikatakan sebagai menteri keuangan dalam lingkup keluarga, harus bijak dan cermat dalam pengaturan keuangan keluarga.(sae)

Sumber: galeridavina.com