Belajar dari Kasus Yusniar yang Terjerat UU ITE

0
14
Kita semakin tak terpisahkan dengan penggunaan social media. Namun, waspada ya, penggunaan social media yang kurang bijak, kini bisa diancam terkena hukuman dengan telah diberlakukannya UU ITE. Mari, kita belajar dari kasus Yusniar ini. 
Pengadilan Negeri (PN) Makassar akhirnya mengabulkan penangguhan penahanan kepada Yusniar, tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik. Penangguhan penahanan ini sesuai dengan putusan sela yang dikeluakan oleh Pengadilan Negeri Makassar.
 
Yusniar keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Makassar sekitar pukul 10.00 WITA hari Kamis, 24, November 2016. Yusniar angsung sujud syukur dapat menghiriup udara bebas. Kedatangannya disambut haru para pendukung dan danggota keluarganya. Kemudian, dengan iringan konvoi motor, Yusniar melaku menuju rumahnya di Jalan Sultan Alaudiin Lr 8 Nomor 3 Makassar. “Saya senang sekali bisa bebas. Terima kasih semua yang telah membantu saya,” katanya kepada Kompas.com.  
panangguhan-yusniar
 
Di satu sisi, Yusniar melaporkan balik SS atas kasus pengrusakan rumahnya. Di dalam laporannya, Yusniar menyebutkan SS mengerahkan massa melakukan pengrusakan dan pembongkaran rumah agar Yusniar pergi dari rumah yang bersengketa itu.
 
Kasus Yusniar berawal karena tulisannya di media sosial. Di media sosialnya, Yusniar menulis “Alhamdulillah akhirnya selesai juga masalahnya, anggota DPR tolom pengacara tolo. Mau nabantu orang yang bersalah, nyata-nyatanya tanahnya ortuku pergiko ganggui poeng”. Tulisan ini merupakan bentuk kekecewaan Yusniar karena SS, anggota dewan yang diduga melakukan tindakan mengrusakan rumah milik Yusniar. Anggota DPRD Jeneponto, SS membawa massa mendatangi rumah Yusniar pada 13 Maret 2016. SS dan massa kemudian melakukan pembongkaran paksa dengan cara merusak atap seng rumah yang saat itu bersengketa. Anggota DPRD yang tak terima dengan tulisan ini lalu melaporkan Yusniar ke Polrestabes Makassar atas tudingan pencemaran nama baik.
 
Yusniar dijerat dengan pasal 27 ayat 3 UU ITE No 28 Tahun 2008 tentang dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik anggota DPRD Jeneponto. Saat konpresi pers di kantor LBH Makassar, Rabu, 23 Oktober 2016, Baharuddin Situju, ayah Yusniar mengatakan bahwa anaknya tidak tahu jika SS merupakan anggota dewan. Sedangkan Abdullah Azis Dumpa, anggota LBH Makassar, seperti dikutip dari kabarmakassar.com, mengatakan bahwa jaksa penuntut umum telah melakukan penahanan terhadap Yusniar. “Penahanan ini sangat tidak cermat dan tanpa pertimbangan yang jelas,” kata Abdullah Azis. 
 
Tak hanya Abdullah Azis, Siti Nur Farida juga menyesalkan kasus ini bisa menimpa Yusniar. Kepada Serempak.id, ia mengatakan dakwaan ini tidak tepat dikenakan pada Yusniar. “Yusniar tidak menyebutkan siapa yang menjadi subyek dan tidak jelas apa yang disangkakan pada status facebook itu,” katanya saat dihubungi Serempak.id melalui telepon. Sebelumnya, sidang perdana Yusniar dilakukan Rabu, 2 November 2016 di Pengadilan Negeri Makassar. Sidang selanjutnya akan dilaksanakan Rabu pekan depan di PN Makassar. (rab)