Masyarakat Indonesia cenderung lebih sedikit membelanjakan uang untuk konsumsi pangan bernutrisi, karena mahalnya harga pangan. Ini terbukti ketika harga pangan rendah, status gizi masyarakat cenderung meningkat secara signifikan, Namun ketika harga pangan naik orang akan mengkonsumsi makanan lebih murah seperti beras, jagung dan ubi yang relatif murah dari pada makanan bernutrisi tinggi seperti buah, sayuran, dan protein hewani.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia, harga beras di Indonesia sudah hampir dua kali lebih mahal dari pada harga beras dunia. Data di bulan Januari 2016 hingga bulan April 2018 rata-rata harga beras lokal eceran berada di kisaran Rp 10.700,-. per kilo gram disaat harga beras internasional rata-rata hanya mencapai Rp 5.400,-. per kilo gram.

Untuk menyiasati hal ini Tim Nasional Percepatan Pemberantas Kemiskinan (TNP2K) menyatakan bahwa komoditi makanan di Jakarta rata-rata 94 % dan tingginya harga pangan mempengaruhi masyarakat prasejahtera, karena 74% pengeluaran rumah tangga prasejahtera hanya dialokasikan untuk komoditas makanan. Kerawanan pangan ini berhubungan dengan fenomena stunting pada anak yang berada di rumah tangga, hanya bisa makan kurang dari dua kali sehari.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Pertumbuhan

  1. Faktor Internal
  • Ras / Etnis
  • Keturunan Keluarga
  • Usia
  • Jenis Kelamin
  • Genetik
  • Kelainan Kromosom
  1. Faktor Eksternal
  • Prenatal : Gizi ibu, mekanis dalam Rahim, toksin/zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi, kelainan imunologi, anoksia embrio dan psikologi ibu
  • Persalinan : Komplekasi dan asfiksia
  • Pasca Natal gizi, penyakit kronis, kelainan kongenital, lingkungan, psikologis, kelainan endokrim, pemakaian obat-obatan, stimulasi, sosio-ekonomi dan lingkungan pengasuhan.

Sekarang ini sudah jaman digital, jadi bila kita memerlukan informasi untuk monitoring pertumbuhan anak, bisa di googling pada Grafik Pertumbuhan WHO 2006 untuk usia 0-5 tahun maka akan terlihat grafik pertumbuhan 0 – 5 tahun. Sedangkan untuk usia 5-18 tahun bisa googling pada grafik pertumbuhan CDC 2000 untuk usia 5-18 tahun maka akan terlihat grafik pertumbuhan 0-18 tahun.

Menurut Indeks Ketahanan Pangan 2017, Indonesia saat ini berada di peringkat 69 dari 113 negara. Indonesia masih perlu meningkatkan aspek keterjangkauan pangan dan kualitas pangan.

Inilah 3 Pilar Ketahanan Pangan :

  1. Keterjangkauan Pangan
  • Peningkatan kualitas hidup dengan program bantuan kondisional seperti Program Keluarga Harapan, BNPT
  • Menjamin harga pangan yang terjangkau dengan peningkatan suplay di pasar untuk menurunkan restriksi impor pangan
  1. Ketersediaan Pangan
  • Peningkatan produktifitas petani dengan program subsidi benih, modernisasi teknologi pangan.
  1. Kualitas Pangan
  • Edukasi tentang asupan nutrisi dengan memberikan sosialisasi pedoman gizi seimbang ke masyarakat
  • Rekayasa genetik pangan yaitu fortifikasi pangan intensif dan massif

Inilah tabel Anak Sehat :

Standar Emas Makanan Bayi

  1. Imunisasi Menyusui Dini, berilah ASI setelah bayi lahir
  2. ASI Eksklusif, hanya ASI saja yang dapat diberikan pada bayi usia 0-4 bulan
  3. MPASI rumahan berkualitas dari bahan lokal mulai usia 6 bulan
  4. Disamping MPASI lanjutkan pemberian ASI selama 2 tahun

Kebutuhan Kalori

  • Underwight : 2000 – 2500 kkal
  • Normal             : 1700 – 2000 kkal
  • Overweight/Obese : 1000 – 1500 kkal (or less)

Oleh sebab itu jadilah ibu yang CERDAS dalam arti bisa memilih makanan sehat dan memilih juru masak yang tepat seperti :

Dianjurkan ( YES )Tidak Dianjurkan ( No )
KukusTumis
RebusGoreng
PepesDeep Fried
PanggangDiawetkan
KuahDiasap

Semoga informasi ini dapat bermanfaat, gunakan bahan makanan alamiah dan segar di pasar tradisional lebih baik dan murah harganya.

Foto bersama Dr. Indira Sp.Gk

Sumber Info :

Paparan Dari Center For Indonesia Policy Studies (CIPS)

Persentasi oleh Dr. Indira Sp.GK (ss)

1 COMMENT

  1. Mulai belanja makanan bernutrisi ke pasar tradisional agar para pedagang kecil perputaran keuangannya bagus, ini termasuk mempengaruhi harga bahan makanan bernutrisi di pasaran dan harga di pasar tradisional cukup terjangkau, jadi ibu hamil dan menyusui bisa makan makanan sehat untuk keberhasilan kelahiran anak sehat.