Sumber : café-kitcen.ru

Anak dan gadget di zaman millennial ini menjadi dua komponen yang sulit terpisahkan. Anak-anak, balita sekalipun banyak yang sudah sangat kenal dan paham cara menggunakan gadget. Bagaimana tidak, mereka terbiasa diberi gadget ketika sedang rewel. Memutar video di youtube, akan membuat anak terdiam karena asik menonton.

Tapi, sadarkah Bunda ada bahaya yang mengancam dibalik diamnya anak?

Sudah pasti radiasi dari layar telepon genggam yang menimbulkan kelainan pada mata. Banyak anak-anak SD yang sudah menggunakan kacamata sebagai alat bantu penglihatan. Selain itu, gadget akan mempengaruhi anak secara emosional. Anak akan mudah marah, tidak sabaran karena terbiasa menggunakan layanan yang cepat dan instan.

Tentu sebagai orang tua kita perlu memutar otak agar anak dapat terhindar dari dampak buruk penggunaan gadget bagi perkembangan baik fisik maupun mentalnya. Banyak metode yang dapat ditempuh mulai dari pelarangan penggunaan gadget dengan batasan usia tertentu, bermain mainan tradisional dan mengenalkan lebih banyak buku pada anak. Selain itu, ada kegiatan alternative lain yang juga dapat dilakukan bersama anak, sekaligus dapat mencegah ketergantungan terhadap gadget sejak dini, yaitu berkebun.

Berkebun bersama anak dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan, apalagi untuk Bunda yang punya halaman yang masih bertanah. Tahap pertaman, anak dapat diajari untuk menyiram tanaman yang telah ditanam di halaman. Cara lainnya, biarkan anak memilih benih sendiri untuk ditanaman. Ini berarti anak diharuskan untuk menyiram dan merawat tamannya setiap hari. Dengan ini ia akan belajar bagaimana pentingnya suatu proses dan bertanggung jawab terhadap apa yang sudah dia tanam. Mereka akan mengamati bagaimana benih yang kecil akan tumbuh tunasnya, kemudian semakin besar dan akhirnya menghasilkan bunga atau buah yang bisa ia nikmati baik warna maupun rasanya.

Mulailah dari tanaman hias yang berbunga. Warna-warni bunga akan menambah semangat anak untuk berkebun. Sembari berkebun, Bunda bisa mengenalkan warna-warna ini. Mempelajari warna secara langsung pada objek hidup tentu akan menarik dan efektif daripada di buku. Selain itu, ini juga akan memberi sensasi dan memori berbeda pada anak.

Anak juga dapat diajari menanam tanaman yang dapat diambil hasilnya di kemudian hari seperti strawberry, cabai, bawang daun atau kelompok jahe-jahean. Anak pasti akan senang karena dapat memetik apa yang ia tanam. Ini juga mengajarkan pada anak untuk menghargai makanan, karena tahu bagaimana sulitnya merawat tanaman ini untuk akhirnya dipakai sebagai bahan masakan atau dikonsumsi langsung.

Untuk melatiih motorik kasar anak, ajak ia untuk mencabuti rumput-rumput liar yang tumbuh. Anak akan belajar kerapihan dan usaha. Tentu butuh usaha yang ekstra mencabuti rumput liar. Selain itu anak akan mengenal tekstur dari rumput yang beranekaragam, pun bentuknya. Ia juga bisa membantu Bunda memindahkan tanaman yang sudah lama di pot untuk diganti tanahnya agar lebih segra. Pastikan anak diberi pengertian bahwa tanah yang mereka pegang tidak untuk dikonsumsi. Siapa tahu anak akan menemukan cacing, sehingga orangtua bisa menceritakan peran cacing sebagi penggembur tanah. Setelah bermain tanah, pastikan tangan anak dicuci bersih dengan antiseptik, agar terhindar dari bakteri yang menempel pada tangan dan kuku. Tenang Bunda, berkebun aman tentu dengan pengawasan Bunda ya.

Selain untuk anak, berkebun juga dapat menjadi kegiatan outdor yang menghilangkan stress bagi Bunda. Dengan berkegiatan di luar rumah, lebih banyak udara segar dan oksigen yang dapat di hirup juga vitamin D yang diserap tubuh. Pagi atau sore hari di akhir pekan akan menjadi waktu terbaik, sekaligus family-time yang berkesan untuk keluarga. Selamat berkebun 🙂 (rah)

1 COMMENT

  1. Menghindari gadget utk anak untuk jaman now.. sulit
    Sebagai orangtua harus lebih berpikir kreatif dari anak, cause anak jaman now pintar berkata-kata.
    Sebelum membeli gadget utk anak saya sudah siapkan surat perjanjian yang di tandatangani, apa yang boleh dan apa yang tidak, jd jika ada pelanggaran pasti ada pertanggung jawaban..
    Berkebun okeh juga alternatif untuk kegiatan luar rumah ?