Oleh : Nur Annisa

Sejak awal tahun 2000-an, ketika internet masuk ke Indonesia, telah banyak perubahan teknologi dan budaya pada masyarakat. Awalnya internet hanya digunakan untuk mempermudah pekerjaan, namun kini digunakan untuk bersosialisasi, menambah informasi, hiburan dan meningkatkan pendapatan dengan berjualan.

Internet kini menjadi kebutuhan banyak orang, mulai dari dewasa hingga anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Bidang teknologi yang semula didominasi kaum laki-laki, kini sudah banyak dilakukan perempuan.

Dari Data BPS tahun 2015, total jumlah penduduk Indonesia sebanyak  254,9 juta jiwa, dan perempuan berjumlah 126,8 juta jiwa. Melihat data tersebut jumlah perempuan, baik dewasa maupun anak-anak cukup besar dan bisa menjadi potensi yang positif jika bisa menggunakannya. Salah satu cara untuk mengembangkan potensi wanita ialah dengan memakai internet, karena internet bisa membuat perempuan menjadi cerdas dan menciptakan peluang pekerjaan.

 

rsz_img_20160801_094939

 

Hal inilah yang membuat Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengadakan roadshow ke beberapa kota besar Indonesia dengan melibatkan berbagai komunitas. Salah satu roadshow yang diadakan di Hotel Sari Pan Pasifik Jakarta awal Agustus lalu juga melibatkan Kementrian Komunikasi dan Informatika RI.  Saat memberikan sambutan, Ibu Ratna Susianawati SH MH, KPPPA, mengajak masyarakat bisa menggunakan teknologi agar kualitas hidup menjadi lebih baik.

KPPPA sendiri memiliki tiga program utama, yaitu mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia, dan mengakhiri kesenjangan ekonomi. Agar bisa mensukseskan program tersebut, salah satu caranya dengan menggunakan internet sebagai media dan alat bantunya.

Selanjutnya, salah satu saran agar penggunaan internet dapat ke arah yang positif, baik untuk orang dewasa atau anak-anak ialah dengan adanya Warnet Sehat dan Aman. Warnet yang sudah mendapat label tersebut, tentu sudah diperiksa perangkat komputer dan internet yang aman dari bahaya pornografi dan kekerasan serta adanya kamera CCTV yang mengawasi penggunanya.

 

IMG_20160801_094244

 

Bagi ibu Mariam F Barata sebagai Dirjen Aptika Kominfo, saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 88, 1 juta yang tersebar di Indonesia. Diperkirakan angka ini akan terus meningkat dan sebanyak 85 % pengguna menggunakan ponsel untuk mengakses internet.

Agar internet aman diakses anak-anak, pemerintah pun menganjurkan agar masyarakat menggunakan perangkat lunak yang mencegah akses pornografi dan kekerasan. Banyaknya pengguna internet, Kominfo memiliki visi Ekonomi Indonesia, yaitu menjadikan Indonesia sebagai digital ekonomi terbesar tahun 2020.

Tidak dapat dipungkiri bahwa internet juga memiliki dampak negatif yang perlu diwaspadai, antara lain kasus penculikan, pornografi dan cyber bullying. Tentu perlu menjadi perhatian banyak pihak, baik dari orangtua maupun guru agar dampak negatif internet bisa dicegah dan dikurangi. Jika masyarakat ingin mengadukan adanya konten yang negaif di internet dengan email yaitu aduankonten@mail.kominfo.go.id dan info@nawala.org.

Pembicara berikutnya seorang blogger dan penggiat komunitas start up yang memiliki pengalaman keliling dunia mba Nuniek Tirta Ardianto berbagi pengalaman bagaimana internet membawa perubahan positif. Awalnya Mbak Nuniek hanya seorang ibu rumah tangga yang biasa mengurus rumah tangga, namun kemudian merasa banyak tertinggal karena hanya puas di satu bidang saja.

Ia pun mulai menulis blog untuk menyalurkan kegalauan dan lambat laun bisa menggunakan internet untuk menciptakan peluang. Dengan komunitas start up lokal, ia pun bisa mengunjungi dan diundang ke berbagai negara untuk mendapatkan pengetahuan tentang teknologi. Bahkan, ia bersama komunitasnya berkesempatan ke negara maju seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat dan berkenalan dengan start up dari berbagai negara.

Hal ini membuktikan bahwa internet yang dianggap sesuatu yang rumit bisa menjadi peluang yang menambah pengetahuan dan pengalaman. Tips dari Mbak Nuniek agar bisa menggunakan internet dengan baik ialah menjadikan internet sebagai sahabat, maka dengan senang kita akan mempelajarinya.

Berikutnya seorang wanita yang merupakan pekerja seni yang kini juga memiliki Yayasan Suara Hati, telah memberikan dukungan kepada perempuan korban kekerasan. Dalam menggalang dana, yayasan ini mengadakan kegiatan seni dan budaya di berbagai tempat. Walaupun dikenal sebagai artis, Nova Eliza ingin bisa memberikan kontribusi kepada perempuan terutama dari daerah asalnya, yaitu Aceh.

Terakhir, Ibu Martha Simanjuntak, IWITA, menjelaskan dari data pengguna internet sebagian besar adalah ibu rumah tangga, pelaku usaha, perempuan bekerja, aktivis dan pelajar. Jumlah pengguna internet di Internet pun menempati urutan ke empat terbanyak di dunia dan 51 % diantaranya adalah perempuan. Orang menggunakan internet sebagian besar untuk mempertahankan hubungan, mencari informasi, menulis blog dan berbagi foto.

Masalah yang masih banyak dialami perempuan di Indonesia antara lain kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, hamil di luar nikah dan diskriminasi. Maka dari itu, didirikanlah Serempak agar para perempuan bisa berbagi informasi yang bermanfaat dan menciptakan personal brand melalui internet.

Dalam website www.serempak.id, masyarakat bisa mendaftar secara gratis, memberikan kontribusi tulisan, membaca artikel terbaru dan memasukkan profil UKM. Kini, saatnya perempuan bersahabat dengan internet dan menggunakannya untuk mengembangkan potensi yang bisa membawa perubahan positif.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis Serempak