Liburan akhir tahun sudah di depan mata. Nah, bagaimana kalau liburan kali ini, berkunjung ke Bengkulu? Ada banyak hal menarik yang bisa kamu lihat di sana!
Banyak catatan tentang asal usul dan nama Bengkulu. Dikutip dari Bengkulukota.go.id, ada yang menyebut Bengkulu berasal dari bahasa Melayu dan kata bang yang berarti “pesisir” dan kulon yang berarti “barat”. Namun kemudian terjadi pergeseran pengucapan yakni kata “bang” menjadi “beng” dan kata “kulon” menjadi “kulu”.
Sumber lain menyebutkan Bengkulu atau Bangkahulu berasal dari kata Bangkai dan Hulu yang artinya bangkai di hulu. Konon terjadi perang di antara kerajaan yang ada di Bengkulu sehingga menimbulkan korban di hulu sungai Bengkulu.
sejarah-bengkulu
 
Apapun asal muasalnya, Bengkulu memang sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satu faktornya adalah Bengkulu menyimpan sejarah yang terkait kemerdekaan Republik Indonesia. Provinsi ini menjadi provinsi ke 26 yang diresmikan pada 18 November 1968. Tim Serempak.id mencoba merangkum tiga lokasi bersejarah yang terkait sejarah di Indonesia.
 
Rumah Pengasingan Bung Karno
Rumah ini terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Anggut Atas, Gading Cempaka, Bengkulu. Menurut Sugrahanuddin, juru pelihara rumah pengasingan, rumah itu awalnya milik seorang pedagang bernama Tjang Tjeng Kwat. Namun kemudian menjadi tempat tinggal Soekarno selama di asingkan di Bengkulu sejak 1938 hingga 1942.
Isi rumah itu adalah ruang kerja Soekarno yang terdapat meja dan kursi kayu sederhana. Lalu ada juga ruang penyimpanan kostum teater sandiwara bernama Monte Carlo asuhan Ir. Soekarno. “Rumah ini tetap terjaga keasliannya. Kalaupun ada perbaikan semuanya diganti mendekati aslinya,” kata Sugrahunuddin. 
 
Benteng Marborough
Benteng ini merupakan peninggalan penjajahan Inggris dan menjadi bukti kekayaan dan kecantikan Indonesia. Benteng ini didirikan oleh East India Company (EIC) sejak tahun 1713 hingga 1719 di bawah pimpinan Gubernur Joseph Callet.
Pada tahun 1977, benteng ini diserahkan ke Depdikbud untk dipugar dan berubah fungsi menjadi bangunan cagar budaya. Benteng ini berada dalam satu kawasan dengan obyek wisata alam pantai yakni Pantai Tapak Paderi. Pengunjung tentunya dapat melihat obyek wisata alam dan budaya sekaligus.
 
Rumah Ibu Fatmawati
Di Bengkulu, ada rumah Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno. Rumah yang terletak di Jalan Fatmawati, Bengkulu ini tak jauh jaraknya dari tempat pengasingan Soekarno. Hanya sekitar 100 meter. Ada papan petunjuk yang menyatakan bahwa rumah panggung itu adalah rumah Ibu Fatmawati.
Uniknya, berdasarkan data yang dihimpun koran Kompas, rumah itu bukan milik Fatmawati ataupun pernah ditempati Ibu Negara. Rumah itu dulunya milik kerabat Fatmawati yang tinggal di Bengkulu kemudian dihibahkan ke pemerintah kota Bengkulu. Ibu Fatmawati yang pertama kali menjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan pertama kali usai Soekarno membacakan naskah kemerdekaan. Di dalam ruang tamu terpajang foto-foto Fatmawati bersama Bung Karno dan anak-anak mereka. (rab)