Bagi kamu yang suka wisata alam, Kulon Progo, Yogyakarta menawarkan pemandangan eksotis yang menarik dikunjungi saat liburan ini.  
Datanglah ke Kalibiru yang terletak di atas ketinggian 450  meter di atas permukaan laut. Wisata alam ini diyakini mampu menjadi kegiatan alternatif bagi masyarakat agar kelestarian hutan tetap terjaga namun di sisi lain ada peningkatan pendapatana secara ekonomi.
Tempat ini merupakan kawasan hutan lindung yang diolah kelompok tani yang didirikan pada Januari 2010. Kawasan Kalibiru ini terletak di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Tepatnya berada di kawasan perbukitan Menoreh, Kalibiru yang memiliki udara yang sejuk.
Kalibiru dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama hampir satu jam dari pusat kota Yogyakarta. Ada banyak papan petunjuk yang membantu mengarahkan para pengunjung untuk tiba di kawasan Kalibiru.   
 
Harga tiket masuk wisata Kalibiru Rp 3000 per orang, Sedangkan untuk naik ke gardu Pandang dikenakan biaya tiket masuk Rp 10 ribu per orang. Pengunjung yang datang ke tempat ini dapat merasakan suasana yang tenang dan asri. Bagi kamu yang ingin berfoto dengan suasana indah, inilah tempatnya.
Pengunjung bisa bergantian di foto di atas pohon yang bisa diduduki. Pemandangan yang akan terlihat adalah waduk Sermo dan kawasan Menoreh yang indah. Para pengunjung sebelumnya akan mendapatkan alat pengamanan untuk menjamin keselamatan walaupun berfoto di atas ketinggian.
kalibiru
 
Di Desa Wisata Kalibiru ini juga tersedia fasilitas flying fox yang dapat menguji adrenalin pengunjung yang suka dengan tantangan ekstrim. Untuk menikmati flying fox, pengunjung dikenakan tarif Rp 10.000,- untuk orang dewasa dan Rp 5000,- untuk anak-anak. Untuk pengunjung yang mau menginap juga bisa menyewa cottage dengan harga terjangkau.
 
Ketua Pengelola Wisata Alam Kalibiru, Sudadi menuturkan pada hari biasa jumlah pengunjung Kllibiru berkisar 500-800 orang per hari. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu jumlahnya meningkat menjadi 1000-2500 orang per hari. “Pada libur lebaran tahun lalu, jumlahnya meningkat menjadi 5000 per orang,” katanya seperti di kutip di Kompmas 5 Desember 2016. (rab