Bila pergi ke Bandung, pasti sudah terbayang deretan tempat yang populer dengan citra wisatanya. Biasanya Lembang selalu menjadi tujuan utama. Banyak tempat di sana yang instagramable. Ribuan artikel wisata menyarankan kita untuk datang ke Lembang.

Namun bila ingin melihat lebih dekat, Bandung dibangun dari kreativitas dan semangat yang berangkat dari idealisme. Pergerakan indie di Bandung merupakan salah satu yang unik. Selain musik dan kuliner, kegiatan literasi di Kota Kembang ini telah aktif berjalan jauh sejak puluhan tahun lalu.

Toko buku alternatif di Bandung bermunculan seperti ‘Jamur di Musim Hujan’. Namun banyak juga yang umurnya seperti jagung, hanya sedikit yang bertahan. Dan diantara mereka yang bertahan, berdiri perempuan-perempuan terbaik di belakang layarnya.

Tobucil dan Kineruku merupakan dua tempat terbaik untuk menemukan semangat kreativitas ala orang Bandung.

Tobucil – Toko Buku Kecil

Tarlen Handayani telah membangun Tobucil sekitar sejak 15 tahun yang lalu. Berawal dari toko buku, Tobucil merajut kegiatan literasi yang lebih luas dari hanya sekadar membaca buku.

Dalam ruang yang ia dirikan, Tarlen menyediakan tempat untuk Workshop yang tidak selalu berhubungan dengan buku secara langsung. Mengutip beberapa kalimat dalam tulisan Tarlen yang berjudul Catatan Dua Belas Tahun Tobucil, “Kegiatan Tobucil tidak melulu teks dalam bentuk buku, namun lebih luas daripada itu. Tobucil menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan, pemikiran, dan penafsiran, semuanya bisa bertemu dan saling mengasah dan mematangkan”.

Kegiatan Tobucil dalam diperbarui melalui akun Instagramnya. Terdapat Workshop menulis bahkan public speaking. Juga ada Workshop bertema Do-It-Yourself, seperti merajut, teknik menjahit shibori, membuat  ornamen dari kayu. Bahkan kelas-kelas lokakarya yang kita pikir tak akan ada, tersedia di sini, misalnya Hari Selesai Bersama.

Tobucil

Jl. Panaitan 18, Bandung

Jam Buka :  09.00 – 20.00 WIB / Hari Buka : Setiap hari

Instagram @tobucil

Kineruku – Film, Musik, dan Buku

Jika menyukai buku, musik, dan film, maka berkunjunglah ke Kineruku. Berada di sebuah rumah yang terlihat hangat dan menepi dari jalanan bising, Kineruku seolah-olah memberi pelukan yang menenangkan pengunjungnya.

Bila hanya ingin sekadar mampir (karena tak terlalu gemar membaca buku dan menonton film), tentu saja bukan hal yang buruk bila menyempatkan diri bertandang ke Kineruku. Di sana terdapat area kuliner dan sebuah toko bekas yang apik.

Membaca buku di Kineruku, kenapa tidak? Suasananya terbilang kondusif untuk kita melahap buku-buku favorit. Bila ingin membawanya pulang, maka beli saja. Bukan saja dapat membaca di tempat. Bukan juga selalu harus dibeli. Berfungsi juga sebagai perpustakaan, Kineruku menyediakan buku-buku untuk dipinjam.

Yang paling mengasyikkan adalah beragam jenis buku dihadirkan di Kineruku. Bukan hanya buku lokal, buku-buku impor pun tersedia. Sebagian besar bukunya bertema seni, budaya, dan sosial. Terdapat 4000 buku, 1000 judul film, dan 1000 CD musik yang dapat dieksplorasi.

Meski tidak dilakukan secara rutin, Kineruku beberapa kali mengadakan acara bincang-bincang dan kegiatan seputar buku, film, dan musik. Kita dapat mengecek kegiatan mereka melalui akun instagramnya.

Berada di belakang layar Kineruku, salah satunya adalah seorang perempuan bernama Ariani Darmawan. Saat bersekolah di Amerika, Rani mengamati fasilitas literasi di sana yang memadai. Bukan hanya perpustakaan, tapi juga berbagai toko buku dan toko musik berada dalam jangkauan warganya. Pulang ke Bandung, ia membawa cita-cita mewujudkan perpustakaan. 13 tahun berlalu sejak kelahiran Kineruku, ruang membaca ini masih bertahan sampai sekarang.

Perpustakaan dalam wujud terbaiknya dapat kita nikmati di Kineruku. Dalam bayangan kebanyakan kita, bukankah perpustakaan merupakan tempat yang membosankan dengan buku-buku yang begitu-begitu saja koleksinya? Datanglah ke Kineruku dan temukan sebuah stigma bahwa perpustakaan adalah tempat yang menyenangkan!

Kineruku

Hari Buka: Rabu – Senin / Tutup: Selasa

Jam Buka: 10.00 – 20.00 WIB (Minggu, 11.00 – 18.00 WIB)

Instagram @kineruku (nw)