Makan jajanan saat ini menjadi kebiasaan anak yang digemari di kalangan usia sekolah. Apalagi untuk ibu bekerja yang tidak sempat lagi menyiapkan jajanan untuk putra-putri tercinta. Beragamnya jajanan yang ada di sekolah, seringkali luput dari perhatian, karena para ibu juga sedikit yang meluangkan waktu untuk mencari pengetahuan tentang makanan jajanan. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (2013) terdapat peningkatan konsumsi makanan beresiko lebih dari sekali pada penduduk dengan usia di atas 10 tahun. Kementerian Kesehatan, membuat 8 kategori makanan yang beresiko, sebagai berikut : 1. Manis, 2. Asin, 3. Berlemak, 4. Dibakar, 5. Hewani berpengawet, 6. Penyedap, 7. Kopi, dan 8. Kafein selain kopi. Nilai tertinggi sebesar 77,3 % adalah makanan berpenyedap,  diikuti makanan manis 53,1 %, makanan berlemak 40,7 %, kopi 29,7 %, makanan asin 26,2 %. Sedangkan untuk kafein selain kopi, hewani berpengawet dan makanan yang dibakar, kurang dari 5 %.Kondisi ini bisa jadi berubah di tahun 2018, dimana Rikesda 2018 akan diadakan.

Melihat daftar makanan beresiko terutama pada anak sekolah, diduga bahwa makanan tersebut dikonsumsi anak tidak di rumah, melainkan di sekolah. Artinya, penjual jajanan di sekolah menyediakan pangan jajanan yang diduga mengandung bahan makanan yang beresiko. Saat ini, tidak banyak orang tua yang peduli pada jajanan anak mereka. Ada juga anak yang sudah diingatkan tetapi tidak menurut, karena diajak teman-temannya. Lalu apa yang harus kita lakukan?  Sebetulnya Kementerian Kesehatan sudah merumuskan kriteria jajanan sehat untuk anak usia sekolah. Pada dasarnya, anak membutuhkan asupan gizi sesuai dengan usianya.

Menurut Widya karya Pangan dan gizi tahun 2004 angka kecukupan untuk anak 6- 9 tahun
Energi  : 1800 kkal
Protein  : 45 gram
Vitamin A : 500 ug RE
Vitamin B 1 : 0,9 mg
Vitamin C :45 mg
Kalsium  : 700 mg
Zat besi  : 10 mg

Untuk anak usia 6-9 tahun, maka anjuran porsi makan sehari adalah sebagai berikut :
nasi 4 porsi  (1 p nasi = 150 g nasi)
Sayuran 3 porsi  (1 p sayur = 100 g)
3 porsi buah (1 p buah = 100 g)
Tempe 3 porsi ( 1 p tempe = 50 g)
Daging 2 porsi (1 p daging = 50 g)
Susu 1 porsi (1 p susu = 200 ml = 1 gls)
Minyak 5 porsi (1 p minyak = 5 g)
Gula 2 porsi (1 p gula = 10g)

Angka kecukupan untuk anak 10- 12 tahun
Energi          : 2050kkal
Protein.        : 50 gram
Vitamin A    : 600 ug RE
Vitamin B1 : 1 mg
Vitamin C   :50 mg
Kalsium      : 1000 mg
Zat besi       : 13 mg

Anjuran porsi makan sehari untuk anak laki- laki
nasi 5 porsi  (1 p nasi = 150 g nasi)
Sayuran 3 porsi  (1 p sayur = 100 g)
Buah 4 porsi (1 p buah = 100 g)
Tempe 3 porsi ( 1 p tempe = 50 g)
Daging 2 ½  porsi (1 p daging = 50 g)
Susu 1 porsi (1 p susu = 200 ml = 1 gls)
Minyak 5 porsi (1 p minyak = 5 g)
Gula 2 porsi (1 p gula = 10g)

Anjuran porsi makan sehari untuk anak perempuan

nasi 4 porsi  (1 p nasi = 150 g nasi)

Sayuran 3 porsi  (1 p sayur = 100 g)

Buah 4 porsi (1 p buah = 100 g)

Tempe 3 porsi ( 1 p tempe = 50 g)

Daging 2 ½  porsi (1 p daging = 50 g)

Susu 1 porsi (1 p susu = 200 ml = 1 gls)

Minyak 5 porsi (1 p minyak = 5 g)

Gula 2 porsi (1 p gula = 10g)

Berdasarkan widyakarya pangan dan gizi, makanan yang dikonsumsi anak dapat terbagi menjadi :

1.makanan utama atau main dish seperti nasi lengkap, bakso, mie ayam, 2. Penganan atau snack seperti makanan olahan, kue-kue, 3. Minuman seperti berbagai macam es dan minuman kemasan, dan 4. Buah-buahan, baik dalam bentuk segar maupun olahan.

Kita mengenal kehadiran makanan jajanan ini lebih dominan di sekolah. Bagi anak sekolah, makanan jajanan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari mereka. Makanan jajanan digunakan sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah karena keterbatasan waktu orang tua mengolah makanan di rumah. Selain murah makanan jajanan juga mudah didapat.

Bagi para bunda tentunya perlu memilih makanan jajanan bagaimana yang tidak akan mengganggu kesehatan anak.

Makanan jajanan sehat adalah makanan­ yang memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Bebas dari lalat, semut, kecoa dan binatang lain yang dapat membawa kuman penyakit.
  2. Bebas dari kotoran dan debu lain.
  3. Makanan yang dikukus, direbus, atau digoreng menggunakan panas yang cukup artinya tidak setengah matang.
  4. Disajikan dengan menggunakan alas yang bersih dan sudah dicuci lebih dahulu dengan air bersih.
  5. Kecuali makanan jajanan yang di bungkus plastik atau daun, maka pengambilan makanan lain yang terbuka hendaklah dilakukan dengan menggunakan sendok, garpu atau alat lain yang bersih, jangan mengambil makanan dengan tangan.
  6. Menggunakan makanan yang bersih, demikian pula lap kain yang digunakan untuk mengeringkan alat-alat tersebut.
  7. Tidak mengandung  4 P (pemanis buatan, pengawet kimia terlarang, penyedap berlebih, perwarna yang dilarang).

Tidak mudah memang mencari jajanan dengan kriteria di atas, tetapi demi kesehatan anak, hal tersebut harus dilakukan. Mungkin sesekali bunda bisa menyiapkan bekal, tetapi jika pun anak harus jajan, maka dia bisa memilih mana makanan yang aman dan tidak. Sehingga baik orang tua maupun pihak sekolah, perlu memberikan penjelasan tentang pangan jajanan yang sehat dan aman bagi anak-anak. Tentunya kita ingin anak-anak tumbuh sehat dan cerdas, sehingga di masa dewasa nanti mereka dapat menjadi para pemimpin di negara kita tercinta Indonesia.(snm)

Sumber :

www.ceumeta.com

Riset Kesehatan Dasar, 2013

Widya karya dan gizi, 2004

Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI