Judul di atas tidaklah salah sama sekali. Sebaliknya, judul di atas merupakan peringatan bagi semua pebisnis yang ingin survive di masa depan. Saat ini, dunia memang sedang berada di tengah-tengah Revolusi Industri 4.0. Tapi sesaat lagi, era ini akan bergeser satu tahap ke 5.0, sehingga cara memenangkan persaingan bisnis pun akan sedikit berubah.

Lalu apa itu Revolusi Industri 5.0 dan apa saja yang harus dilakukan untuk menghadapinya? Berikut ini jawabannya.

Apa yang Dimaksud dengan Revolusi Industri 5.0?

Menurut Ostergaard dari Universal Robot, Revolusi Industri 5.0 adalah masa di mana industri kembali ke masa sebelum Revolusi Industri. Akan tetapi bedanya, Revolusi Industri 5.0 menekankan pada perkembangan teknologi.

Sejak Revolusi Industri bergema di Inggris pada abad ke-19, orang-orang mulai menyingkirkan ide Robert Owen tentang humanisasi pekerjaan. Bahkan di era ini, perusahaan lebih banyak menggunakan teori keluaran Pavlov, yang mengumpamakan manusia dengan hewan.

Paradigma semacam ini bertahan hingga saat ini, saat dunia berada di Revolusi Industri Keempat. Teknologi demi teknologi diciptakan tanpa mempertimbangkan manfaat bagi manusia. Maka dari itu, kehadiran Society 5.0 diharapkan bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan dampak baiknya untuk kehidupan.

Apa Saja Cara Memenangkan Persaingan Bisnis di Society 5.0?

Mendengar kombinasi kemanusiaan dan teknologi membuat Society 5.0 terkesan lebih mudah, ya? Nyatanya tidak sama sekali, seperti yang dikatakan : perkembangan teknologi takkan pernah mengalami kemunduran.

Hal ini berarti, cara memenangkan persaingan bisnis Society 5.0 harus lebih canggih lagi. Berikut ini cara-cara yang wajib dikuasai pebisnis jika ingin sukses menghadapi Society 5.0.

  1. Meningkatkan Skill di Bidang Teknologi

Ada banyak skill yang perlu dikuasai pebisnis di era 4.0, misalnya pengolahan data, pemrograman, pemanfaatan cloud internet, hingga digital marketing. Skillskill tersebut tetap perlu dikuasai pebisnis yang ingin meladang di era 5.0.

Lebih jauh lagi, pebisnis 5.0 harus bisa menciptakan teknologi yang bukan hanya canggih, tapi juga nyaman bagi manusia. Beberapa skill tambahan yang harus dikuasai pebisnis era 5.0 menurut Global Japan adalah Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan robotika.

  1. Memperbanyak Soft Skill Untuk Berhadapan dengan Manusia

Menurut Master Control, Society 5.0 akan membuat sebuah dunia di mana orang-orang kreatif bisa bekerja bersama. Guna menciptakan layanan dan produk yang terpersonalisasi dan mengutamakan human experience.

Jika era 4.0 fokus pada otomasi mesin untuk mengurangi biaya tenaga kerja, maka 5.0 adalah kebalikannya. Pada era ini, para tenaga kerja kreatif akan diberdayakan demi mengembangkan teknologi yang bermanfaat bagi manusia.

Oleh karena itulah, kemampuan negosiasi dan membuat relasi wajib dimiliki pebisnis di era 5.0.

  1. Mengasah Kemampuan Membaca Minat Manusia

Berdasarkan pernyataan yang dibuat Universe Robot, di masa depan konsumen lebih menyukai produk yang memenuhi keinginan paling personalnya. Setiap manusia pasti memiliki gambaran detil produk seperti apa yang mereka inginkan, dan atas dasar inilah bisnis di masa depan akan berjalan.

Contoh simpelnya saja seperti ini: saat ini perusahaan smartphone memang selalu memperbarui teknologinya. Akan tetapi fitur-fitur dalam smartphone-nya ditentukan sendiri oleh sang pembuat. Di era Society 5.0, konsumen bisa memesan sendiri smartphone seperti apa yang diinginkannya, mulai dari fitur hingga bentuknya.

  1. Menciptakan Produk yang Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas

Tujuan utama teknologi dalam Society 5.0 adalah meningkatkan efisiensi dan produktivitas manusia. Teknologi bukan lagi dipandang sebagai sesuatu yang “menggantikan” pekerjaan manusia, melainkan sesuatu yang “membantu” manusia menyelesaikan pekerjaannya.

Jika seorang pebisnis ingin sukses di era Society 5.0, maka ia harus menciptakan teknologi atau sistem yang bisa memudahkan orang lain. Baik orang-orang yang bekerja untuknya atau orang-orang yang menikmati produknya.

  1. Memastikan Teknologi yang Dipakai Tidak Merusak Lingkungan

Dikarenakan inti Society 5.0 adalah manusia, jenis bisnis yang paling laris di era tersebut adalah bisnis ramah lingkungan. Saat ini, perusahaan-perusahaan dunia sedang gencar membuat teknologi berbasis lingkungan. Selain itu, banyak pula perusahaan yang memastikan teknologi yang dipakainya tidak merusak lingkungan sekitar.

Demikianlah cara-cara memenangkan persaingan bisnis di era Revolusi Industri 5.0. Meski saat ini era 4.0 masih berjalan, dalam 5 – 10 tahun lagi dunia pasti bergeser ke 5.0. Jadi bagi pebisnis yang ingin sukses jangka panjang, sebaiknya mempersiapkan skill dan sumber daya yang dibutuhkan era 5.0 dari sekarang. (slk)

Referensi:

Ostergaard, Esben H. 2019. Welcome to Industry 5.0. Universal Robot

https://www.mastercontrol.com/gxp-lifeline/3-things-you-need-to-know-about-industry-5.0/

https://www.machinedesign.com/industrial-automation/yes-industry-50-already-horizon

https://www.globaljapan.world/article/japan-leads-world-in-education-for-society-5-0/