Bagi ibu yang baru bersalin dan menyusui sang buah hati menjadi proses selanjutnya dan membutuhkan waktu yang panjang. Disarankan untuk menyusui bayi sehingga 2 tahun. Untuk 6 bulan pertama kehidupan bayi, ASI ekslusif menjadi sumber makanan utamanya. Ketika ASI sudah keluar seringkali payudara penuh dengan ASI dan tidak tertampung sementara bayi masih belum begitu mahir disusui. Hal ini seringkali membuat payudara ibu menjadi sakit karena pembengkakan payudara akibat ASI yang berlebih.

Untuk menghindari pembengkakan ibu harus mengeluarkan ASI agar payudara terus memproduksi ASI dengan lancar. Karena jika dibiarkan penuh dan tidak dikeluarkan lama kelamaan produksi ASI bisa berkurang. Ibu harus ingat bahwa ASI yang sering dikeluarkan bukan membuatnya sedikit namun sebaliknya ASI akan semakin banyak.

Berdasarkan pengalaman yang saya alami sendiri awalnya sulit apalagi ketika itu ASI sudah terlanjur penuh dan bengkak. Tidak kurang dari 3 hari saya mengalami demam karena bengkak pada payudara dan sempat khawatir kalau ini gejala kanker payudara. Saya kemudian menghubungi teman yang berprofesi sebagai dokter umum namun punya pengalaman membantu para ibu muda untuk melakukan marmet. Apa itu marmet?

Marmet adalah cara memerah ASI dengan menggunakan tangan.  ASI bisa diperah dengan bantuan pompa ASI namun jika ibu ingin memerah ASI dengan menggunakan tangan, itu akan lebih baik.

Cara memerah ASI dengan tangan agar payudara tidak cedera.

Cuci tangan sebelum memerah ASI dengan air hangat untuk membantu memudahkan keluarnya ASI.

Rendam handuk tipis pada air hangat kemudian letakkan pada payudara. Fungsinya sama seperti no. 1 hanya saja menggunakan handuk hangat akan membuat proses penghangatan payudara jadi lebih optimal.

Pijat payudara dengan gerakan memutar dari bagian dalam ke luar. Gunanya agar payudara menjadi lemas dan siap mengeluarkan ASI.

Duduklah dengan posisi sedikit ke depan. Posisi ini membantu Anda mengeluarkan ASI dengan lebih optimal dibanding jika berdiri atau berbaring.

Posisikan tangan membentuk huruf C dengan cara: ibu jari pada bagian atas dengan puting susu dan jadi telunjuk serta jari tengah di bagian bawah. Jangan tangkup payudara dengan semua jari cukup gunakan 3 jari saja. Sedangkan jari manis dan kelingking dapat membantu menyangga payudara bagian bawah. Posisikan jari sesuai dengan besarnya payudara.

Tekan jari ke arah dinding dada dan ke depan dengan lembut namun tegas. Gulirkan jari-jari ke belakang dan depan, jangan menggeser atau menciutkan putting karena menyebabkan ASI tidak dapat keluar. Untuk payudara berukuran besar angkat payudara sambil tetap melakukan pemerahan.

Tekan payudara seperti sedang menggulung searah jarum jam agar ASI kembali memproduksi setelah dikeluarkan. Untuk tahap pertama mungkin akan sulit namun perlu diingat bahwa kunci dari tehnik memerah ASI adalah menekan, memeras kemudian santai. Setelah selesai memijat payudara dengan gerakan menggulung tadi pemerahan ASI dapat dilanjutkan.

Gunakan cangkir atau botol susu untuk menampung ASI yang keluar. Jika ingin diminum langsung oleh bayi, gunakan cangkir yang bermulut lebar untuk menampung semua ASI yang keluar. Namun jika ASI ingin disimpan gunakan botol ASI yang terbuat dari kaca. Sebaiknya isi botol jangan sampai penuh karena bila disimpan dalam lemari es akan terjadi sedikit penguapan. Jadi beri ruang sedikit pada isi botol.

Penting untuk diingat dalam proses pemerahan ASI dengan tangan:

  1. Jangan stress bila ASI hanya sedikit yang keluar, bisa jadi karena belum terbiasa.
  2. Lakukan dengan santai dan temukan ritmenya dengan praktek berulang kali.
  3. Selalu hangatkan tangan atau handuk untuk merangsang ASI keluar, sebaiknya letakkan air hangat dalam wadah untuk merendam handuk.
  4. Kebanyakan orang lebih nyaman memerah susu dengan tangan kanan, ini tidak masalah asal ASI keluar dengan seimbang dari kedua payudara.
  5. Jika masih kesulitan dalam mempraktekkan marmet mintalah bantuan perawat atau pasangan Anda.
  6. Lakukan pemerahan susu sedikitnya 2-3 kali sehari. Ingat ASI yang sering keluar akan semakin memperbanyak produksinya.
  7. Jangan tunggu sampai payudara membengkak, ini akan menyakitkan ketika Anda memerah ASI.
  8. Jangan meremas payudara karena akan membuatnya sakit. Pijat dengan gerakan melingkar.
  9. Dengan sering praktek Anda akan lebih nyaman memerah ASI dengan tangan tanpa bantuan alat bantu ASI.

Dengan melakukan pemerahan ASI akan membantu mengurangi pembengkakan dan produksi ASI terus berjalan normal. Tanda-tanda ASI mulai membeku karena tidak dikeluarkan yaitu adanya benjolan yang mengeras pada payudara dan menimbulkan rasa sakit. Jika sudah terjadi sebaiknya ASI segera dikeluarkan. Masalah ini sering timbul pada saat baru melahirkan dimana bayi masih lebih banyak tidur daripada menyusu. Sebaiknya bangunkan bayi jika tidur lebih dari satu jam untuk menyusu. Selain agar ASI dapat dikeluarkan juga menghindari bayi dari dehidrasi.(wa)