Memiliki anak mandiri adalah impian setiap orangtua. Tapi sayangnya, anak mandiri tidak bisa terbentuk dengan sendirinya. Harus ada peran dan campur tangan dari orangtua untuk mewujudkannya. Bagaimana caranya? Simak di bawah ini.

Harus Sehat

Anak yang sehat adalah modal utama untuk menjadi anak mandiri. Anak sehat bisa dipastikan bisa melakukan semuanya sendiri, dengan bantuan dan bimbingan orangtua tentunya. Dalam hal ini, peran kita sebagai orangtua untuk menjadikan anaknya sehat adalah dengan menyediakan nutrisi yang terbaik, seperti makanan empat sehat lima sempurna dengan gizi yang seimbang. Dengan membesarkan anak yang sehat, maka kita sebagai orangtua sudah menyiapkan modal awal untuk anak menjadi mandiri.

Ajarkan Percaya Diri

Bagaimana mungkin seorang anak bisa menjadi mandiri jika dia tidak memiliki rasa percaya diri untuk melakukan hal apapun? Rasa percaya diri memiliki hubungan yang erat dengan mandiri. Jika anak merasa percaya diri untuk melakukan berbagai macam hal sendiri, itu artinya anak tersebut bisa dimasukkan ke dalam kategori anak mandiri. Lalu disinilah peran orangtua harus dilakukan untuk mengajarkan rasa percaya diri pada anak. Hal ini bisa mulai dari yang kecil seperti mempercayakan anak untuk mengerjakan sesuatu sendiri, misalnya merapikan mainan, kamar, atau bahkan membantu membersihkan rumah.

Jadikan Anak Mudah Bergaul

Salah satu ciri anak mandiri adalah memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik dan mudah bergaul. Sifat mudah bergaul merupakan modal yang sangat penting saat anak tumbuh dewasa nanti. Dengan memiliki banyak teman di berbagai lingkungan pertemanan, anak akan memiliki hubungan yang baik dengan banyak orang. Sifat supel alias mudah bergaul yang dimiliki oleh tiap anak mungkin memang tidak sama. Tapi orangtua tentu saja bisa membantu menumbuhkan sifat supel pada diri anak. Caranya dengan mengenalkan dan membiasakan anak dengan keramaian sejak kecil, memasukkannya ke kelompok bermain atau PAUD sejak dini, atau bisa saja dengan rajin berkumpul dengan teman-teman yang memiliki anak seumuran sehingga mereka bisa bermain bersama. Semakin dini sifat mudah bergaul diajarkan, maka anak akan semakin mudah berteman di kemudian hari.

foto-artikel-anak-mandiri-serempak

Bentuk Jadi Kreatif

Kreatif bukan hanya berarti pintar membuat prakarya, menggambar, atau mewarnai, tapi arti kreatif di sini lebih luas dari itu. Kreatif juga bisa diartikan anak yang mampu menyelesaikan persoalannya sendiri karena dia bisa memikirkan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya tanpa bantuan orang lain. Atau ada juga yang menyebutnya sebagai anak yang memiliki inisiatif. Dan ini juga merupakan ciri anak mandiri. Kreatif mungkin memang sifat bawaan dari lahir, ada beberapa pendapat yang mengatakan seperti itu, tapi bukan berarti orangtua tidak bisa mengajarkannya. Hal ini berkaitan erat dengan sikap percaya diri yang juga harus dimiliki anak. Jika anak merasa percaya diri maka dia akan lebih mudah berpikir kreatif atau berinisiatif untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapinya. Jadi, untuk membentuk anak kreatif, kita sebagai orangtua harus memberikan kepercayaan pada anak bahwa mereka pasti bisa melakukannya.

Memiliki Jiwa Pemimpin

Jika anak sudah sehat, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, mudah bergaul, dan juga kreatif, maka tidak akan sulit menjadikan anak memiliki jiwa pemimpin. Hal itu akan muncul dengan sendirinya di dalam diri anak. Anak berjiwa pemimpin bukan hanya bisa menjadi contoh yang baik untuk teman-temannya, tapi juga bisa menyelesaikan masalah bersama. Walaupun tidak setiap anak senang menjadi pemimpin atau ketua, dan kita sebagai orangtua tidak boleh memaksakan pada anak, tapi setidaknya kita sudah mengajarkan anak untuk mandiri. Jiwa pemimpin yang baik pasti akan beguna untuk anak di kemudian hari.

Dukungan Orangtua

Semua hal di atas tidak akan bisa dilakukan jika tanpa dukungan dari orangtua. Percaya pada anak untuk mengerjakan tanggung jawabnya atau menyelesaikan persoalannya mungkin memang sulit dilakukan, karena orangtua pada dasarnya ingin yang terbaik untuk anak. Untuk itulah dukungan orangtua sangat diperlukan agar anak bisa belajar menjadi anak mendiri sejak kecil. Jangan lupa juga untuk selalu memberikan pujian pada anak jika mereka bisa melakukan sesuatu sendiri, meskipun hal kecil sekalipun.(ew)