Kemampuan berbicara merupakan salah satu perkembangan anak yang harus diperhatikan betul. Memasuki usia 1 tahun, seorang anak normalnya sudah bisa berbicara satu hingga tiga kosa kata. Semakin bertambahnya usia, perbendaharaan kata akan semakin banyak. Stimulasi yang rajin akan membuat kemampuan bicara berkembang pesat. Maka cara mengajari anak bicara perlu dipahami dan dipraktikan dengan tepat.

Jangan buru-buru khawatir kalau anak memasuki usia 2 tahun belum dapat merangkai kalimat. Namun orangtua perlu waspada apabila sudah menginjak usia 3 tahun tapi si anak hanya mengucapkan beberapa kata saja. Ada kemungkinan mengalami keterlambatan bicara. Ini perlu konsultasi ke dokter. Akan dilakukan pemeriksaan secara fisik dan evaluasi terhadap lingkungan si anak.

Aktivitas Menyenangkan Untuk Latihan Berbicara

Cara mengajari anak bicara bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Jangan memaksa si anak untuk duduk berhadapan tatap muka karena akan menegangkan. Begitu media yang digunakan usahakan sesuai dengan yang mereka suka. Berikut adalah beberapa rekomendasi kegiatan supaya proses belajar bicara tidak membosankan:

  1. Bermain Boneka atau Robotan

Sebagian besar anak pasti menyukai boneka. Meski umumnya mainan ini diperuntukkan bagi anak perempuan, bukan berarti anak laki-laki tidak bisa belajar bicara lewat permainan boneka. Untuk anak laki-laki bisa diganti dengan robot-robotan. Inti cara mengajari anak bicara dengan boneka atau robotan adalah mengajak mengobrol. Buat seolah-olah boneka atau robot tersebut yang mengajak mereka langsung berbicara.

  1. Bacakan Buku Cerita

Jangan anggap remeh si kecil walau belum bisa berbicara. Kemampuan mereka untuk menangkap maksud ucapan orang dewasa terus berkembang seiring dengan waktu. Lengkapi kemampuan ini dengan latihan berbicara lewat buku cerita. Ajak si kecil duduk bersama melihat buku cerita yang berwarna-warni dan beraneka gambar.

Sebagai langkah awal, orangtua tidak usah berfokus pada alur cerita dan membaca. Karang lah cerita secara bebas yang penting ada interaksi antara orangtua dan anak. Tunjukkan gambar-gambar dan minta mereka untuk mengikuti. Kalau pelafalannya masih keliru, perbaiki secara halus dan perlahan.

  1. Ajak Ngobrol Langsung

Sudah pernah coba ajak ngobrol anak secara langsung? Respon yang didapat mungkin tidak sesuai harapan. Anak akan menjawab dengan “ah”, “eh”, atau hanya ocehan tidak jelas. Ini sudah merupakan langkah yang bagus karena si anak sudah mengerti kalau diajak bicara. Tinggal menimpali jawaban mereka seolah-olah mengobrol seperti dengan orang dewasa.

Cara mengajari anak bicara seperti ini tergolong efektif karena si anak terlibat langsung. Jangan lupa tatap mata anak saat diajak berbicara. Gunakan ekspresi wajah yang jelas sebagai penekanan dalam setiap kata. Cara tersebut juga membantu mereka untuk memaknai sesuatu.

  1. Ajak Untuk Bersosialisasi

Ajak anak keluar rumah dan menyapa tetangga. Ajari mereka bagaimana menjalin pertemanan dan berinteraksi dengan orang-orang sekitar. Selain bisa melatih kemampuan bicara, ini pun mendorong mereka untuk berani bersosialisasi. Ketika anak terbiasa berinteraksi maka ia akan menambah kosa katanya. Namun hal ini tetap perlu pengawasan. Tak jarang anak-anak mengenal kata-kata kasar dari lingkungan luar rumah.

Kalau di sekitar tetangga tidak ada anak-anak, orangtua bisa mencobanya ke play ground atau perkumpulan lainnya. Biasanya ada sekelompok orangtua yang gemar berkumpul dan saling membawa anak-anak mereka. Selain bisa mengenalkan cara berteman, para orangtua saling bertukar informasi juga di sini.

  1. Bernyanyi Bersama

Daripada hanya menonton video di gadget dan membiarkan anak asyik sendiri, lebih baik ajak mereka untuk bernyanyi bersama. Ini tak kalah menyenangkannya dari mengajak mereka bermain dengan boneka atau mengarang cerita. Nyanyikan lagu anak-anak yang sederhana, seperti Topi Saya Bundar, Balonku, Pelang-Pelangi, Tik Tik Tik Bunyi Hujan, dan sebagainya.

Cara mengajari anak bicara lewat bernyanyi bisa juga menggunakan alat musik agar lebih meriah. Sesekali ikutlah berjoget dan memperagakan beberapa gerakan. Aktivitas ini bisa jadi olahraga kecil bagi anak dan mengenal hal lain di sekitarnya.

Variasikan cara mengajari anak bicara di atas setiap harinya. Cari materi-materi yang menyenangkan agak anak tidak bosan dan merasa sedang belajar. Kalau sudah menginjak usia 3 tahun dan anak masih belum lancar berbicara, bawa ke dokter atau terapis. Jika dibiarkan terlalu lama resikonya anak mudah tantrum atau menangis tidak jelas karena sulit mengekspresikan dirinya.(hn)