Payudara adalah salah satu organ tubuh perempuan yang perlu dijaga dan dirawat.  Kesehatan payudara saat ini jadi issue penting di tengah semakin meningkatnya jumlah penderita kanker payudara.

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling menakutkan bagi perempuan karena penyakit ini adalah penyakit pembunuh tertinggi perempuan di dunia.  Di Indonesia sendiri penyakit kanker payudara berada di posisi kedua pada tahun 2004 setelah kanker serviks.  Tetapi pada tahun 2016 kanker payudara telah menduduki rangking pertama dari 5 jenis kanker penyebab kematian.

Banyak orang menganggap bahwa kanker payudara hanya menyerang mereka yang berusia di atas 50 tahunan.  Sementara kenyataan menunjukkan bahwa kanker payudara menyerang tidak memandang usia.  Sebanyak 30% dari penderita kanker payudara berusia di bawah 40 tahun. Berbeda dengan yang terjadi di negara-negara barat, kebanyakan pasien kanker payudara terserang penyakit ini di usia 50 tahunan, demikian penjelasan Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD-KHOM.

kanker-payudara

Jika melihat kenyataan di atas, kanker payudara menjadi momok yang menakutkan bagi para perempuan. Sangat memprihatinkan, bukan? Maka, sebagai seorang perempuan yang peduli terhadap sesama, kita sebagai perempuan harus bisa berbagi informasi, saling mengedukasi tentang penyakit kanker payudara.

Sebenarnya soal berbagi informasi, bukan hanya perempuan saja tetapi juga seorang laki-laki penting untuk mengetahui informasi seputar penyakit kanker payudara.  Sebab kanker payudara ternyata tidak hanya menyerang perempuan tetapi juga pria rentan terhadap penyakit ini. Maka, edukasi kanker payudara bisa diinformasikan kepada lebih banyak orang, kepada masyarakat luas atau kepada orang-orang terdekat sebagai bagian dari rasa peduli dan dalam bentuk ungkapan kasih sayang.

Wanita di kenal dengan mahluk yang multi talenta.  Kesehariannya disibukkan dengan beragam aktivitas baik itu aktivitas dalam rumah tangga maupun aktivitas di kantor bagi wanita pekerja.  Tidak jarang seorang wanita teledor dalam urusan kesehatan tubuh. Sementara persentase wanita karier berisiko terkena kanker payudara sekitar 70% karena kebanyakan wanita tidak menyusui, menunda kehamilan, stres karena pekerjaan, polusi udara dan kurang tidur merupakan faktor penyebab penyakit ini.

Berikut ini beberapa faktor lain yang menjadi pemicu munculnya kanker payudara yaitu:

  1. Obesitas

Peningkatan berat badan dipicu oleg hormon estrogen sehingga menjadi pemicu munculnya kanker payudara.  Seorang peneliti bernama Linda Anggrowati dalam jurnal kesehatan masyarakat mengungkapkan bahwa jumlah hormon estrogen yang berlebihan di dalam tubuh disebabkan oleh timbunan lemak yang kemudian berpengaruh terhadap proses politerasi jaringan payudara.

  1. Melakukan Implan Payudara

Seorang peneliti asal kanada melaporkan dalam BMJ (British Medical Journal) (May,2013), mengatakan bahwa seorang perempuan yang menggunakan implan payudara berisiko terkena kanker payudara.  Risiko perempuan yang meninggal akibat implan payudara sebanyak 38% lebih tinggi dari pada wanita yang tidak menggunakan.

  1. Merokok, Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Penelitian yang dilakukan oleh Steven J Bowlin dkk, yang di terbitkan dalam International Journal of Epidemology melaporkan bahwa 25% kanker payudara pada perempuan berusia 20 sampai 79 tahun diakibatkan oleh konsumsi alkohol.

Salah satu pencegahan untuk terhindar dari penyakit kanker payudara adalah dengan membiasakan hidup sehat dengan pola makan yang sehat.  Jangan mengonsumsi alkohol, merokok dan perbanyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran.  Dengan menjaga pola makan yang sehat maka kemungkinan terhindar dari penyakit kanker payudara bisa berkurang sampai 25%.

Setelah melihat faktor pemicu munculnya kanker payudara tersebut di atas, hendaknya kita bisa melakukan deteksi dini untuk mengenal gejala awal kanker payudara.  Sebab kurangnya pemahaman deteksi dini oleh masyarakat akan menambah daftar kematian yang disebabkan oleh kanker payudara,  padahal seandainya deteksi dini dilakukan maka penyakit bisa ditemukan lebih awal sehingga akan menambah jumlah harapan hidup yang lebih panjang

Sulit mendeteksi gejala penyakit kanker payudara pada stadium awal karena penderita tidak merasakan apa-apa.  Penderita tidak merasakan nyeri atau sakit di sekitar payudara. Tetapi jika nampak warna kemerahan di sekitar payudara bawah ketiak maka kita akan merasakan adanya benjolan kecil. Jika menekan payudara akan keluar cairan putih yang tidak berbau.

Deteksi kanker payudara sejak dini bisa dilakukan sendiri di rumah secara mandiri yaitu dengan cara SADARI ( pemerikSAan payuDAra sendiRI)  dilakukan setelah terjadi proses menstruasi dengan cara berbaring atau berdiri di depan cermin lalu angkat tangan kiri ke atas kepala. Raba permukaan payudara menggunakan jari tangan kanan dengan cara sedikit menekan lalu putar dari arah bawah ke atas.  Ulangi dengan memeriksa payudara sebelah kanan.

Jika terdapat benjolan, segera periksakan diri ke dokter.  Selain itu, bisa juga dilakukan secara SADANIS (pemerikSAan payuDAra kliNIS) yaitu deteksi kanker payudara oleh tenaga medis terlatih.(sm)