Cara Tepat Mengatasi Gadget Holic Sejak Dini

0
56

Saat ini memiliki gadget: smartphone, tab, laptop sudah jadi kebutuhan. Bahkan banyak anak kecil sudah sangat ahli “memegang” handphone. Gadget holic atau kecanduan memakai gadget pun terjadi. Adakah cara tepat mengatasinya? 

Saat ini gadget sudah menjadi barang kebutuhan primer bagi semua orang. Gaya hidup yang serba modern menjadikan gadget sebagai tolok ukur kehidupan seseorang dikatakan maju. Bahkan sebutan gagap teknologi (gaptek) selalu diupayakan untuk hilang dari diri seseorang dengan menjadi gadget sebagai solusinya. Dengan demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa gadget holic sudah mewabah tanpa disadari.

Gadget holic memang sangat meresahkan apalagi jika sudah menyerang anak di usia dini. Lho, apakah anak usia dini sudah ada yang diserang dengan gadget holic? Oh, jangan salah. Justru masalah gadget holic ini diawali dari kebiasaan menggunakan gadget sejak dini.

Tidak sedikit orangtua yang menjadikan anak-anak mereka akhirnya bersentuhan dengan gadget karena dianggap mengikuti perkembangan zaman. Banyak orangtua yang merasa malu anak-anak mereka diberi julukan “katro” atau “ndeso” karena tidak mengetahui atau memiliki gadget.

Sumber Foto : Times Indonesia

Padahal terlalu banyak hal yang bisa dilakukan pada anak-anak tanpa harus memperkenalkannya dengan gadget. Masalah-masalah sosial yang timbul saat ini sedikit banyaknya karena dampak penggunaan gadget yang out of control. Salah satu masalah penting yang bisa dilihat dari kasat mata adalah perubahan postur tubuh.

Postur Tubuh

Saat menggunakan gadget, posisi tubuh pun beragam dari setiap orang. Namun, menurut penelitian posisi kepala yang lebih sering maju ke depan. Hal ini mengakibatkan tekanan pada tulang belakang dan sendi tulang punggung. Otot kepala dan leher pun menjadi ikut mendapatkan tekanan dengan posisi tersebut. Secara otomatis, ketegangan dan rasa sakit bisa dirasakan. Betul atau tidak? Nah, inilah yang kebanyakan terjadi di beberapa negara, termasuk Indonesia, dan lebih miris karena dialami oleh anak di usia dini.

Untuk mencegah postur tubuh yang salah saat menggunakan gadget, contohnya komputer, bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Bagian kepala disejajarkan dengan tulag punggung, dimana bagian belakang kepala ditekan ke arah belakang.
  • Kaki harus menapak lurus di lantai dan panggul membentuk sudut 90-100 derajat dari tulang belakang.
  • Posisi 90 derajat antara pergelangan tangan-siku-lengan bagian atas harus dipertahankan saat mengetik.
  • Lengan dibiarkan menggelantung dari belakang sendi bahu tanpa harus menegangkan bahu
  • Mata tidak diperbolehkan mendekat ke bagian keyboard komputer
  • Melakukan istirahat sesekali dan tidak melakukan pekerjaan terus-menerus di depan komputer. Setidaknya 10-20 menit sekali posisi semula direnggangkan sebagai bentuk istirahat.

Beruntung rasanya bisa hadir pada sebuah event yang diselenggrakan oleh Mom N Jo Spa di Surabaya. Sebuah event dengan bentuk talkshow yang menghadirkan pakar langsung dari Oregon, Amerika Serikat, yaitu Mrs. Marybeth Sinclair, LMT. Kehadiran Mrs. Marybeth ini adalah untuk memperkenalkan Treatment Gadget Holic yang sebaiknya dilakukan oleh para gadget holic, baik untuk anak-anak maupun dewasa.

Terapi Gadget Holic yang diperkenalkan tersebut bisa berlangsung 15-30 menit untuk usia anak-anak. Sedangkan untuk dewasa bisa sampai dengan 1 jam. Tergantung dari seberat apa masalah ketegangan otot yang dialami oleh para gadget holic. Marybeth sendiri menyarankan untuk melakukan terapi ini sebanyak 2-3 kali sebulan. Namun, bukan berarti bahwa kebiasaan dengan gadget tetap diberikan kepada anak tanpa pengawasan ketat dari orang tua.

Well… sebagai orang tua yang sayang dengan anak, bukan berarti bisa memberikan segalanya tanpa berpikir panjang dampak positif dan negatifnya. Gadget adalah barang menarik dan sangat disenangi anak (bahkan orang dewasa pun pastinya). Ketertarikan tersebut benar-benar harus disikapi dengan cara yang bijak.     (rhm)