Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas–Bung Hatta

Hampir semua orang meyakini arti penting sebuah buku, tetapi tidak banyak yang tergerak hatinya untuk memiliki buku, apalagi membacanya. Keinginan membaca buku yang tergeser oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Berbagai penemuan teknologi terbaru, secara langsung maupun tidak, mengakibatkan menurunnya minat membaca buku. Rendahnya minat masyarakat terhadap buku, khususnya di kalangan generasi muda, merupakan faktor penyebab rendahnya kualitas sumber daya manusia.

Tidak gampang menumbuhkan kegemararan membaca pada generasi muda. Walaupun pemerintah telah gencar mensosialisasikan pentingnya membaca dan mendirikan perpustakaan di berbagai tempat–dari mall sampai perpustakaan keliling di pelosok–kenyataannya minat baca di kalangan generasi muda tidak kunjung meningkat. Mereka lebih memilih meluangkan waktun ke tempat hiburan dari pada membaca buku.

Membaca buku bukanlah minat yang muncul begitu saja, tetapi melalui pembiasaan yang dibina semenjak usia dini. Dengan membaca, seseorang dapat memperoleh pelajaran yang dapat memperbaiki tingkah laku dan pola pikirnya.  Selain itu, membaca bisa menumbuhkan rasa percaya diri untuk tampil di depan orang banyak.

Buku sebagai sumber literatur banyak menyumbang ide untuk berbagai penelitian. Dengan membaca, satu ide dari sebuah buku dikembangkan sehingga melahirkan ide-ide turunan yang lebih baru, bermanfaat, dan sesuai dengan perkembangan jaman. Semakin banyak literatur penunjang, semakin kaya bobot penelitian. Terutama dalam dunia pendidikan, buku sangat penting dan menjadi komponen utama yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.

Dalam menulis artikel, cerpen, novel, atau menulis buku, diperlukan riset dari beberapa literatur sekaligus untuk memperoleh hasil yang bagus. Hal ini hanya bisa dicapai dengan membaca.  Membaca merupakan vitamin dalam menulis. Seperti yang diungkapkan di atas, membaca dapat memperkaya khasanah berpikir kita agar ide-ide dalam menulis dapat mengalir lancar.

Ngainum Na’im dalam bukunya menyatakan bahwa membaca sangat penting artinya bagi manusia. Hanya dengan membaca, seseorang mampu keluar dari kungkungan keterbatasan. Lewat membaca, seseorang mampu menjelajah selaksa demi selaksa wilayah kehidupan yang luas tak bertepi. Dari tidak tahu menjadi tahu–ada banyak hal luar biasa yang bisa diraih dari menjelajah dunia aksara ini.

Dengan membaca buku, seseorang kaya berbagai pengetahuan yang mampu membuat perubahan dalam hidup. Membaca dapat meningkatkan sikap intelektual, pandangan, dan tindakan yang positif. Seseorang akan mempunyai nilai plus dalam suatu kelompok jika mempunyai kedewasaan daya nalar.

Membaca dapat memperluas cakrawala pengetahuan dan menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan erat kaitannya dengan pengembangan potensi diri, yang akhirnya akan memberikan kontribusi dalam mewujudkan bangsa yang bermartabat, menjadi berilmu, kreatif dan mandiri. Lalu! Bagaimana menemukan solusi dalam meningkatkan minat membaca di kalangan masyarakat? Berikut pengalamanku seputar buku yang kiranya bisa menjadi renungan.

Menyadari kekayaan materi tidak berpihak, aku melakukan perjalanan hijrah menuju the world of mind dengan membaca buku-buku pemimpin besar dunia. Di situlah aku bertemu dengan Bung Karno yang mengajarkanku nasionalisme, dengan Bung Hatta yang mengajarkanku ekonomi kerakyatan, dengan Mahatma Ghandi yang mengajarkanku kesederhanaan, dengan Bunda Theresa yang mengajarkanku menjadi pelayan kemanusiaan, dengan Thomas Alfa Edison yang mengajarkanku bersahabat dengan kegagalan, dengan Machiavelli yang mengajarkanku hitam putihnya politik, dengan Buya Hamka yang mengajarkanku menulis kajian-kajian spiritual menggunakan Ayat Suci Al-Quran dan Hadits Rasulullah

Aku hijrah dari dunia materi menuju the world of mind karena terinspirasi Bung Karno yang pernah berkata, dalam kondisi ketidakberdayaan ekonomimu, maka tinggalkan dunia materi yang tidak berpihak kepadamu, lalu segera masuki the world of mind (dunia pemikiran) dengan membaca buku-buku biografi orang besar dunia. Ambil semangat dan energi positif yang terkandung dalam perjalanan hidup mereka menjadi orang besar. Genggam api perjuangan mereka untuk membakar semangatmu dalam menggali seluruh potensi dalam dirimu. (sm)

(Bersambung….)

Sumber Bacaan:

Ngainum Naim, The Power Of Reading, Aura Pustaka, 2013.

John C. Maxwell, The 21 Irrefutable,  Laws of Leadership, Interaksara, 2002