Desa Lukuwingir, Sumba Timur menjadi salah satu Model Daerah dengan Pengelolaan Energi yang Responsif Gender berdasarkan dengan  Siaran Pers Kementerian PPPA Nomor: B-081/Set/Rokum/MP 01/05/2019 yang berjudul “Kemenpppa dampingi pengelolaan energi yang Responsif Gender” seperti dikutip dibawah ini

 UU No. 30 Tahun 2007 mengamanatkan pengelolaan dan distribusi energi yang berasas kemanfaatan,  rasionalitas, efisiensi, berkeadilan, peningkatan nilai tambah, keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, ketahanan nasional, dan keterpaduan dengan pengutamakan kemampuan nasional. Pasal 19 ayat 1 Undang-Undang ini juga mengamanatkan bahwa setiap anggota masyarakat tanpa memandang laki-laki dan perempuan dapat berperan aktif baik dalam penyusunan rencana umum energi nasional dan daerah maupun dalam pengembangan energi untuk kepentingan umum. UU No. 30/2007 kemudian diterjemahkan melalui Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang kembali menguatkan pentingnya peran seluruh stakeholders tanpa memandang laki-laki maupun perempuan untuk mengelola dan mengembangkan energi khususnya energi baru.

Komitmen Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP&PA) c.q. Deputi Bidang Kesetaraan Gender sebagai instansi pemeritah pusat yang bertugas mengintegrasikan gender ke dalam program pembangunan melaksanakan kegiatan “Pengembangan Model Daerah dengan Pengelolaan Energi yang Responsif Gender”. Kegiatan yang dilaksanakan di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur ini dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sumba Timur.

“Komitmen Pemerintah Sumba Timur terkait isu gender dalam bidang energi sudah tidak bisa diragukan lagi, kami saat ini sudah menerbitkan SK Bupati tentang kerjasama lintas OPD untuk mendukung Desa Lukuwingir di Sumba Timur sebagai desa percontohan integrasi isu gender dalam proyek besar energi Sumba Iconic Island (SII)” terang Kepala Bappeda Kabupaten Sumba Timur, Bapak Bargam Landumeha.

Lebih lanjut, Bargam menyampaikan bahwa diterbitkannya SK tersebut mewajibakan semua OPD mengalokasikan kegiatannya yang relevan untuk mendukung program mandiri energi ke Desa Lukuwingir.

“Hal ini berarti akan banyak program yang akan dilakukan di Lukuwingir dan integas gender ke dalam berbagai program yang akan dilakukan itu mutlak dilakukan” sambung Bargam.

Asisten Deputi Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan KPP&PA, Niken Kiswandari dalam sambutan pengantarnya menyampaikan bahwa meskipun gender mencakup laki-laki dan perempuan, tetapi kondisi saat ini perempuan masih tertinggal sehingga integrasi gender dalam hal ini memang masih difokuskan kepada pengiatan akses, kontrol, manfaat dan partisipasi perempuan dalam program energi. Niken juga mengapresiasi komitmen dan inisiatif Pemda Sumba Timur yang telah menerbitkan SK integrasi isu gender dalam energi di Desa Lukuwingir.

“ini merupakan sebuah terobosan pemerintah daerah yang benar-benar berkomitmen dalam integrasi isu gender ke dalam isu riil yang ada di masyarakat” jelas Niken.

“Lukuwingir saat ini sudah memiliki SK khusus dan kita berkumpul hari ini untuk membuat roadmap untuk mengidentifikasi apa langkah selanjutnya yang perlu diambil oleh masing-masing aktor di dalamnya, KPP&PA berkomitmen mendampingi teman-teman di Sumba Timur untuk memastikan isu gender teridentifikasi secara jelas dan memberikan asistensi bagaimana mengintegrasikan hasil identifikasi tersebut ke dalam seluruh aktivitas perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan-kegiatan yang ada” tambah Niken.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan juga menyempatkan diri melakukan audiensi kepada Wakil Bupati Sumba Timur dan menyampaikan update perkembangan kegiatan integrasi gender ke dalam proyek energi di Lukuwingir. Disebutkan bahwa kegiatan integrasi gender telah dilaksanakan sejak tahun 2018 dan tahun ini sudah memasuki periode pembuatan roadmap. Wakil Bupati Sumba Timur, Bapak Umbu Lili Pekuwali, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian PP&PA yang telah menjadikan Lukuwingir dan Sumba Timur sebagai lokus kegiatan.

Kegiatan Fasilitasi Model Daerah yang Responsif Gender dilaksanakan di Aula Bappeda Kabupaten Sumba Timur di Waingapu dan dihadiri oleh para Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.

Semoga dengan adanya model daerah di Desa Lukuwingir ini dapat lebih meningkatkan daya dorong bagi Pemerintah di Daerah lainnya di Indonesia untuk ikut berkomitmen dan berkontribusi dalam mengelola energi yang responsif gender.