DPD RI APRESIASI KEMENTERIAN PP DAN PA BERSAMA TAHIR FOUNDATION DALAM MELATIH CALON TKI PEREMPUAN

9

KPPPA

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

 

PRESS RELEASE

 

DPD RI APRESIASI KEMENTERIAN PP DAN PA BERSAMA TAHIR FOUNDATION DALAM MELATIH CALON TKI PEREMPUAN

Siaran Pers Nomor: 58/Humas KPP-PA/07/2015

 

Jakarta (3/7) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA), Yohana Yembise dan Komite III DPD RI menggelar rapat kerja di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/7). Rapat kerja tersebut membahas pengawasan terhadap pelaksanaan UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Luar Negeri.

Menteri Yohana menilai UU Nomor 39 Tahun 2004 lebih banyak menekankan pada aspek penempatan dibandingkan perlindungan TKI. “Atas dasar kelemahan tersebut, Kementerian PP dan PA sangat berkepentingan dan menempatkannya sebagai salah satu prioritas untuk dilakukan revisi. TKI perempuan paling banyak menjadi korban kekerasan, sering dijadikan objek perdagangan manusia, perbudakan, kerja paksa, kekerasan seksual, dan perlakuan lain yang melanggar hak asasi manusia,” ujar Menteri Yohana di hadapan anggota Komite III DPD RI yang dipimpin Wakil Ketua Komite III, Fahira Idris.

Menjawab banyaknya permasalahan dan tantangan yang dihadapi para TKI, khususnya perempuan yang bekerja di luar negeri, Kementerian PP dan PA menginisiasi kerjasama dengan Tahir Foundation hingga 2019 mendatang. “Kolaborasi proyek pelatihan calon Tenaga Kerja Wanita ini merupakan wujud komitmen dan kepedulian pemerintah dan dunia usaha guna membekali calon TKI yang akan bekerja ke luar negeri agar memiliki keterampilan yang mumpuni dan mampu bersaing di tingkat internasional sesuai yang diinginkan negara tujuan. Kami berharap mereka tidak lagi bekerja pada sektor informal sebagai pembantu rumah tangga,” tambah Menteri Yohana.

Usai mendengar pemaparan Menteri Yohana, Anggota Komite III DPD RI mengapresiasi upaya Kementerian PP dan PA bersama Tahir Foundation yang memfasilitasi pelatihan tenaga-tenaga muda calon TKI perempuan di sejumlah daerah kantong-kantong TKI. Dengan banyaknya pelatihan yang dilakukan pemerintah dan swasta, maka TKI yang dikirim bekerja ke luar negeri akan semakin terampil. Bahkan, bila memungkinkan tersedia lapangan kerja di dalam negeri, mereka tidak perlu bekerja di luar negeri. Komite III DPD RI menyatakan kesiapannya untuk membantu proses pengawasan dan mendorong percepatan revisi atas UU Nomor 39 Tahun 2004 sebagai prioritas program legislasi nasional.

Dengan mengambil tagline “Wanita Indonesia Hebat (WIH)”, proyek pelatihan calon TKW ini akan diadakan selama 5 (lima) tahun dengan melibatkan enam (6) Provinsi sebagai pilot project di tahun pertama ini diantaranya JABAR, JATENG, JATIM, NTT, NTB dan MALUKU. Pelatihan Tenaga Kerja Wanita Indonesia Hebat (WIH) ini meliputi lima (5) Bidang Pelatihan, antara lain Bidang Bahasa (Bahas Inggris dan Bahasa Mandarin), Bidang Hospitality, Bidang Keperawatan, Bidang Dasar Bisnis dan Pelatihan Pengembangan Karakter. Pelatihan Tenaga Kerja Wanita ini rencana akan di mulai bulan Agustus di enam (6) provinsi. Kementerian PP dan PA dengan Tahir Foundation akan bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, BAPPENAS, dan kementerian/ lembaga terkait (Menaker dan BNP2TKI) dan melalui duta besar Indonesia di negara dan kota tujuan pengirim TKI, seperti Hongkong, Singapura, Malaysia, Taiwan, dan kawasan Timur Tengah.

“Kami juga akan mengembangkan rumah edukasi bagi TKI dan keluarganya di 18 Provinsi kantong TKI. Saat ini pengembangan rumah edukasi baru ada di Kabupaten Indramayu,” tutup Yohana mengakhiri pembicaraan.

 

 

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3456239,

e-mail : humas.kpppa@gmail.com