Apakah perempuan Indonesia dapat menyingkirkan Mitos Teknologi?

Home Forums Ibu & Anak Apakah perempuan Indonesia dapat menyingkirkan Mitos Teknologi?

This topic contains 23 replies, has 6 voices, and was last updated by sarah setyowati sarah setyowati 2 years, 6 months ago.

  • Author
    Posts
  • #1320
    Admin Serempak
    Admin Serempak
    Participant

    Untuk Perempuan Indonesia yang tinggal di perkotaan, Mitos ini tersingkirkan. Namun bagaimana dengan yang di pedesaan atau pinggir kota? Apakah sudah menjadi gerakan secara masif oleh lembaga masyarakat terkait maupun pemerintah?

  • #2503

    Saya pernah ke sebuah desa di Sulawesi Tengah. Letaknya di atas gunung tetapi masih ada sinyal di sana. Penduduknya punya TV dan HP. Ya, mereka sudah melek teknologi tapi apakah dapat menyaring berbagai berita? Teknologi mempercepat arus informasi tetapi mengenai kualitas informasi tersebut masih menjadi tanda tanya. Apalagi informasi yang hoax atau cuma mencari sensasi.

    • #2561

      Di era serba cepat seperti sekarang memang informasi sangat mudah kita dapatkan ibu helenamantra, saking cepatnya informasi dari suatu tempat yang jauh bisa kita lihat secara langsung real time dengan layanan siaran langsung di TV atau media sosial.. Namun sayangnya sekarang banyak beredar informasi hoax yang sering membodohi masyarakat. Perlu sebuah penyarigan informasi dengan cara melihat sumber berita itu. Apabila sumbernya tidak jelas sebisa mungkin menghindari situs-situs palsu yang sering menampilkan berita hoax

  • #2565

    Saya tinggal di desa dengan penduduk hampir seluruhnya memiliki smartphone. Terutama muda-mudinya. Beberapa ibu termasuk ibu saya juga sudah menggunakannya. Tidak hanya itu, tetangga saya bahkan sebagian sudah memasang wi-fi dan sisanya punya modem di rumah. Hanya saja untuk pemuda mereka memanfaatkan teknologi untuk berbagai hal yang berkaitan erat dengan hiburan seperti games, main facebook, dan sejenisnya. Untuk ibu-ibu, mereka juga tidak jauh berbeda kalau saya amati. Pernah terbesit mengajak tetangga saya yang punya wi-fi di rumah ini dan para pemuda untuk memajukan pangan berbasis teknologi karena hasil sumberdaya alam di desa kami cukup melimpah dan berkualitas baik. Namun untuk menggerakan hal seperti itu ternyata sulit. Banyak kendala yang dihadapi. Kadang saya juga berpikir, kenapa penyuluhan dan sosialisasi akan manfaat teknologi bagi hidup tidak dijadikan gerakan bersama dan disebarluaskan? padahal sharing for caring itu sangat bermanfaat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di era digital ini.

    • #2578

      Terimakasih ibu AnisaKJ telah mengikuti diskusi pada forum serempak. Jika boleh tahu apakah ibu sudah mempunyai sebuah materi atau kegiatan dalam rangka mengajak pemuda dan Ibu di daerah untuk memajukan pangan berbasis teknologi? jika sudah kami akan mencoba memasukkan materi dan bahan itu ke dalam bagian dari kampanye serempak. Dengan demikian bisa meningkatkan kesadaran para pemuda dan ibu sebagai penggerak dalam memajukan pangan hasil sumber daya alam. Selanjutnya apa kendala dan tantangan secara rinci yang dihadapi selama ini ketika mengajak para pemuda dan ibu di daerah untuk memajukan pangan berbasais teknologi …?

  • #2582

    Saya belum bisa mengatakan sebagai materi atau kegiatan Bu, namun saya baru bisa menyebutnya sebagai ide atau gagasan. Mungkin tidak terperinci, namun saya akan coba menuangkan gagasan saya mengenai pangan berbasis teknologi ini. Jadi orang-orang di desa itu sebenarnya sangat jeli melihat kesempatan musim panen. Panen apapun itu baik sayuran, palawija, buah-buahan, dan tumbuhan lain. Hasil yang mereka petik biasanya hanya dijual di pasar terdekat atau kalau tidak ya dikonsumsi sendiri, sisanya dibagi-bagikan pada tetangga. Dari sini saya mengamati bahwa untuk pendistribusian hasil pangan ke luar daerah itu masih minim karena kurangnya warga dalam memaksimalkan penggunaan teknologi. Anehnya lagi, hasil pangan organik dan nonorganik dijual dengan harga yang sama. Bahkan kadang lebih murah. Entah karna orang desa itu terlalu baik, nggak enakan atau lainnya. Padahal banyak berita atau data yang saya baca di internet bahwa hasil pangan organik jauh lebih mahal dibanding non-organik. Tapi itu tidak berlaku bagi orang pedesaan. Mereka menganggapnya sama. Jika saja ada sebuah wadah kusus bagi petani lokal terutama petani pedesaan yang kurang tahu soal teknologi dalam memasarkan hasil pangan yang mereka kelola, saya yakin distribusi pangan ke berbagai daerah setidaknya dapat tercukupi. Jadi bisa menekan angka import dan memakmurkan rakyat dalam negri sendiri. Wadah khusus itu maksud saya adalah website atau forum yang dikelola dan dimanage sendiri oleh mereka. Bisa berisi data-data terbaru tentang kuantitas hasil pangan bahkan informasi mengenai pemasarannya mengikuti perkembangan jaman dan tentunya permintaan pasar. Kendala yang saya pikir cukup menyulitkan adalah mengembangkan Sumber daya manusianya, Bu. Jujur saja, sumber daya manusia di tempat saya masih relatif rendah. Karena menurut saya memajukan sumberdaya alam tanpa mengembangkan SDMnya juga kurang.

    Di desa saya ini masih dapat dibilang asri, persawahan dan ladangnya cukup luas belum banyak yang dialihfungsikan menjadi perumahan atau perusahaan seperti di pinggiran kota. Hasil pangan utama yakni padi. Bahkan di musim panen yang lain para warga cukup jeli melihat kesempatan untuk menanam buah atau sayuran lain seperti kacang panjang, tomat, terong, kacang tanah, tebu, dan sebagainya.

    • #2622

      sekedar memberi usul kepada mbak anisaKJ , mungkin di daerah mbak anisaKJ bisa membentuk sebuah kelompok usaha petani. kelompok ini nantinya bisa digunakan untuk berdiskusi dan memberi pemahaman terkait dengan edukasi dalam memasarkan produk organik dan non oraganik lengkap dengan harga yang sudah ditetapkan. Selain itu kelompok ini bisa membangun kebersamaan masyarakat dalam mengikuti kemajuan teknologi baik itu dari perspektif pertanian maupun media sosial. Tahap awal mbak anisaKJ bisa membuat sebuah grup facebook, whataps atau media sosial lain untuk diskusi. selanjutnya bisa bertemu dalam rapat tatap muka. serempak sangat mengapresiasi kepedulian dan sikap kritis mbak anisaKJ terhadap masyarakat daerahnya. Serempak akan coba membantu untuk menyuarakan kampanye mengenai kemajuan daerah ibu melalui media sosial maupun website serempak. Tentu dengan mekanisme dan prosedur yang telah diterapkan di serempak id. Dalam hal ini tentu mbak anisakj tidak bisa bekerja sendiri perlu teman dengan tujuan sama yang juga peduli terhadap keamajuan pertanian berbasis teknologi di daerah. Memang tidak mudah untuk mengawali namun dengan kepedulian ibu dan niat baik yang telah diusung mudah-mudahan ini akan berdampak baik terhadap kemajuan pertanian berbasis teknologi di daerah AnisaKj

  • #2636

    Terimakasih Bu atas sarannya, sangat bermanfaat sekali. Alhamdulillah Kelompok Tani sudah ada semenjak dulu, bu. Mungkin nanti bisa saya bicarakan dulu dengan ketua kelompok.. Yap, betul Bu. Tidak mungkin bekerja sendiri, ditambah beberapa pihak juga tidak memiliki minat atau ketertarikan yang sama.

    • #2639

      Yups selalu semangat mbak AnisaKJ mudah-mudahan tujuannya bisa tercapai ??, Terimkasih telah berpartisipasi aktif di forum diskusi ini, admin harapkan terus konsisten untuk mengikuti diskusi atau membuka diskusi baru

  • #2642

    sipp Bu. Insya Allah selalu saya sempatkan. Btw, saya masih canggung jika ingin membuka diskusi baru 😀

    • #2683

      Memang suka canggung mbak untuk mengawali, tapi jangantaku untuk mencoba hal baru yang positif. awali dengan pertanyaan dan materi diskusi ringan sehingga bisa memancing sobat serempak lain, Eh jadi curhat ini admin hehehehe. good luck ya mbak AnisaKJ ?

  • #2688

    hihihih nggakpapa Bu, kalo begini kan jadi lebih ringan diskusinya,, nggak begitu tegang 😀 Oh iya, ini berkaitan dengan desas-desus negara Turki yang ingin menutup beberapa media sosialnya seperti Whatsapp, Facebook, dan Youtube menurut Bu admin dan sobat serempak bagaimana? bagaimana jika Indonesia menerapkan hal seperti itu? apakah menguntungkan atau justru merugikan?

    • #2698

      Wah bagus nih mbak AnisaKJ untuk diangkat sebagai diskusi., Oh ya admin mau menjelaskani sedikit teknis untuk membuka diskusi baru kepada AnisaKJ dan seluruh sobat serempak 1. Pilih topik yang sesuai dengan diskusi baru yang akan diangkat (misal diskusi tentang Whatsapp, Facebook, dan Youtube ini masuk ke topik diskusi iptek) jika tidak ada topik yang sesuai bisa mengusulkan topik baru ke admin via DM medsos baik facebook,twiiter maupun Instagram.
      2. klick topik yang sesuai misal iptek (jangan klick di kolom kesegaran ya karena itu untuk menanggapi diskusi bukan membuka diskusi baru)
      3. Admin akan mempromosikan dan membuat Flyer selanjutnya akan disebarluaskan ke semua media sosial serempak
      4 Tunggu respon dari admin atau sobat serempak lain untuk berdiskusi
      5. Selamat berdiskusi dan dapatkan ilmunya
      BTW admin boleh tau medsos mbak AnisaKJ, pengen lebih akrab nih hehehe??

  • #2706

    Serius Bu, saya baru saja mau nanya caranya buka diskusi forum gimana,soalnya agak bingung juga ya masih newbie 😀 makasih Bu atas penjelasannya 🙂
    FB saya Anisa Kautsar Juniardi Bu, Instagram bisa di @byutybyist593 hehe

    • #2710

      Siap mbak AnnisaKJ nanti akan diberikan brief lengkap bagaimana cara untuk berdiskusi di forum serempak. Brief akan di upload ke media sosial serempak. Untuk update terkini mbak AnnisaKJ bisa follow akun media sosial mulai dari facebook, twiiter dan Instagram.

  • #2828

    Mba Anisa ini bisa jadi kader yang membuat tetangga-tetangganya lebih melek teknologi, juga menggunakan teknologi dengan lebih tepat. Berarti sinyal internet dan komunikasi di sana lancar?

  • #2844

    Alhamdulillah lancar Mbak, cuma untuk provider tertentu, ndak semua hehe… waduh kader TT

    • #2853

      Admin setuju banget ibu helenamantra, cocok banget ini mbak AnisaKJ dengan keaktifannya menjadi kader melek teknologi di daerahnya. Eh tapi seharusnya kita semua juga kader untuk melek teknologi setidaknya dalam lingkup keluarga. Eh btw TT dari kemarin apaan mbak AnisaKJ ?

  • #2854

    Kita semua adalah calon bu, bukan calon sih, tapi penggerak yang masih berusaha menggerakkan meleknya teknologi bagi orang lain 😀 😀 ya meskipun harus perlahan-lahan, semoga bisa dan tetap yakin karena butuh waktu yang tidak sedikit 🙂 TT itu emoticon sedih Bu 😀 TT YY hihi gambaran orang nangis 😀

    • #2856

      Sepakat Ibu AnisaKJ jadikan setiap harimu adalah hari pahlawan, hehehehe,. setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk menjadi penggerak. Baik itu untuk meleknya teknologi ataupun hal lain dengan tujuan memberdayakan. 😉

  • #2857
    HorasID
    HorasID
    Member

    Saya asli anak kampung dari Desa yang namanya Desa Silalahi. Kampung kecil di tepian Danau Toba. Hampir 90% penduduk desa sudah menggunakan smartphone. Tapi sayang, 101% dari mereka belum paham apa itu berita HOAX dan berita sungguhan (bukan perempuannya saja). PR (pekerjaan rumah) pemerintah dan kita semua sih, mengedukasi teknologi ke pedesaan itu belum berjalan. Setiap sanak saudara atau siapa saja yang saya kenal yang sering BC atau reshare berita gak jelas, selalu saya minta ke mereka untuk crosscek beritanya. Kalau dirasa benar baru dishare, tapi kalau belum jelas kebenarannya saya minta jangan diteruskan.

    Betewe, saran buat admin. Mungkin bisa dibuat template yang mengizinkan sobat serempak lainnya me-reply komentar atas komentar sobat serempak lainnya (komentar berantai). Saran aja loh 🙂

    • #2860

      Nah itu juga menjadi tanggung jawab kita semua bukan hanya pemerintah. Beberapa informasi memang sekarang sudah tidka bisa dibendung. Informasi yang hoax atau tidak sangat mudah kita temui. bener kata mas HorasID untuk cross check terleih dahulu sebelum share atau like. Kadang ada juga beberapa oknum yg memanfaatkan netizen dengan gambar. Kemudian disuruh mengatakan Amin atau tulis angka . Sejatinya itupun hanya trik para oknum untuk mengejar rating. Setidaknya kita mengajak orang-orang terdekat untuk menghindari hal seperti itu.

      Siap mas Horas kita butuh masukan dan saran untuk kemajuan serempak ke depannya. Nanti saya koordinasi ke teman yg hobi coding php web hehehe. Eh mas horas sebenarnya untuk reply bisa langsung klik balasan pada setiap diskusi yang mau di reply. Maksudnya gimana ya hehehe ibu admin kurang nangkap ini?

  • #2858

    Iya Bu, Admin. SANGAT SETUJUUUUUUUUUUH, Bu. 😀 Bismillah dan tetap semangat memberikan manfaat untuk orang lain 🙂

    Sama ternyata Mas @horasid , tempat saya juga gitu.. huwaduh apalagi yang muda-mudi sering banget share berita dari blog atau website gak jelas, kirain di sini aja haha 😀 masalahnya ya mas, kalau menurut saya masyarakat awam itu suka sekali dengan pemberitaan yang menghebohkan dan condong kepada ketidakbenaran. Cocok kali ya dibikin artikel tips mencegah peberitaan hoax :p

  • #5213

    Perkenalkan saya sarah, pekerjaan freelancer,,

    Saya sih awalnya kurang nangkap dengan judul dari topik ini.. kesannya ada yang jelek dengan teknologi. Setelah saya baca beberapa komentar di atas barulah saya mengerti maksudnya.
    Mungkin sekedar saran aja buat admin atau yang bikin thread ini agar membuat judulnya lebih pas dan mudah dipahami, kalo perlu ada 1 atau 2 paragraf yang menjelaskan tentang judulnya.

    tks.

You must be logged in to reply to this topic.

FEATURED