Bagaimana cara mengembangkan karir

Home Forums Karir & Pengembangan usaha Bagaimana cara mengembangkan karir

This topic contains 10 replies, has 3 voices, and was last updated by Anisa Kautsar Juniardy Anisa Kautsar Juniardy 2 years, 9 months ago.

  • Author
    Posts
  • #2933

    Dewasa ini banyak sekali fresh graduate dari beberapa universitas. Usai lulus mereka berlomba-lomba untuk mencari pekerjaan. Tapi Ternyata Lapngan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Hasilnya beberapa orang mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Bahkan tidak sedikit yang menganggur. Selain itu para profesional yang sudah menjalani karir kadang kala juga merasa stress secara emosional karena karirnya menurun atau tidak cocok. Memilih jalan karir dari awal dan fokus menekuninya akan membuat kita mengusai bidang itu. Bagaimana cara kamu memilih karir yang tepat untuk dijalani? Apa faktor yang kamu pertimbangkan untuk memilih jalan karir itu ? Bagaimana langkah kamu untuk menyiasati lapangan pekerjaan yang semakin kecil jumlahnya? Mari sobat serempak tuangakan idemu via diskusi forum serempak.

  • #2936

    Feriyana sari

    Miris memang kalau melihat keadaan seperti yang ada deskripsi di atas. Menurut saya ada beberapa faktor yang menyebabkannya:
    1. Lulusan yang kurang berkualitas. Hanya sekedar lulus tanpa mempunyai keterampilan.
    2. Kurangnya daya kreativitas dan inovasi yang nembuat lulusan hanya berpikir mencari pekerjaan, bukan untuk menciptakan pekerjaan.
    Itu berarti harus ada kesadaran masing-masing individu mengenai kualitas diri. Dalam memilih dan menentukan karir saya berdasarkan minat, bakat dan tujuan hidup saya. Selain itu faktor lingkungan, sistem kerja hingga jarak ke tempat kerja juga harus dipertimbangkan. Sebagai perempuan yang berpredikat sebagai istri dan suami, saya juga mempertimbangkan waktu bekerja. Saya memilih profesi guru yang menurut saya sangat pas dengan keadaan saya. Untuk mensiasati lapangan pekerjaan yang makin sdikit jumlahnya saya akan terus meng upgrade kemampuan saya. Selalu mencoba & belajar hal yg baru. Selain itu juga memperluas hubungan pertemanan.

    • #2937

      Itu memang menjadi tantangan kita semua mbak Feriyana sari, Jangan sampai lulus hanya sekedar lulus, sampai ada perkataan “Yang Penting LULUS”. Harus ada keterampilan terapan yang bisa di andalkan supaya tidak jadi pengangguran. Pola pikir untuk mencari kerja setelah lulus memang harusnya sudah diubah menjadmenciptakan pekerjaan. Maksudnya menjadi wirausaha sehingga bisa bisa meringankan negara dalam mengentaskan pengangguran.
      Mantap pertimbangannya mbak Feriyana menentukan karir dengan minat dan bakat. Semangat selalu sebagai seorang istri dan suami mbak Feriyani sari.

  • #2938

    Kalau menurut pengamatan dan sepengalaman saya, bukan karna sempitnya lapangan pekerjaan, justru lowongan itu banyak. Hanya saja yang mereka butuhkan adalah yang sudah berpengalaman, sedangkan yang fresh graduate seperti kami seolah tersisihkan karena tidak ada yang mau menerima, padahal bisa saja melakukan training beberapa bulan. Oleh karena itu dalam memikirkan karir, menurut saya tidak dadakan artinya sedari lulus SMA kita sebenarnya sudah diberikan pilihan mau ke mana, mau menekuni bidang apa di bangku perkuliahan. Akan tetapi saat memasuki perkuliahan rupanya banyak yang memiliki slogan “Salah Jurusan”. Namun bukan berarti tidak memiliki ketrampilan. Saya yakin seyakinnya jika setiap manusia pasti memiliki kecondongan terhadap suatu hal, tinggal bagaimana ia berusaha memaksimalkan kemampuan yang ia miliki. Bagi saya yang suka dunia kepenulisan (padahal saya kuliah di jurusan akuntansi namun passion saya berbeda seiring pertumbuhan), saya fokuskan untuk banyak membaca dan mengasah kemampuan saya menulis. Banyak membacaa akan menambah kosa kata baru, mengenal jenis dan teknik penulisan, serta menambah wawasan. Hal itu bisa menjadi bekal saya dalam menulis. Setelah itu saya beranikan diri menulis dan mengikuti beberapa event kecil seperti menulis cerpen, novelet, novel, artikel, ke berbagai media sehingga saya tahu letak kemampuan saya sejauh mana. Bagi saya, peluang menulis itu sifatnya bebas dan tidak terikat pada siapa pun, hanya perlu menguasai di bidang kesastraan juga cara berkomunikasi yang baik melalui sebuah tulisan. Lagi pula menulis bisa dilakukan di mana pun selama memungkinkan memegang laptop atau bahkan hanya smartphone, tidak memakan biaya untuk menerbitkan buku karena banyak penerbit free yang menunggu karya-karya anak bangsa seperti saya yang masih amatiran ini mereka mau menerimanya, kemudian bidang kepenulisan ini mampu membuat saya bisa menyelesaikan tugas-tugas saya yang lain tanpa harus menganggu jadwal. Lelahnya hanya dijari saja sama pikiran heheh. Jadi jangan menunggu sampai kita usia dewasa dulu baru memikirkan karir, jika masih muda bisa dilakukan, mengapa tidak?. Sebagai manusia juga haus akan ilmu dan tidak mudah menyerah, terus belajar dan selami apa yang membuat kita senang mengerjakan hal tersebut. Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah melakukan hobi kita hingga menghasilkan manfaat bagi orang lain.

    • #2939

      Siap mbak AnisaKj akhirnya admin pun dapat penerangan dari penjabaran. Memang banyak perusahaan yang menginginkan pengalaman tidak hanya status sebagai fresh graduate. Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah attitude. Nah kalau satu ini harus di pelajari sejak dini. Oleh karena itu mengenal siapa kita itu juga sangat penting. apa kekurangan, hobi dan bidang apa yang membuat kita suka menjalaninya. Kalau suka nulis ya di asah terus untuk memperkuat kualitas tulisan. Kalau suka main media sosial ya pelajari bagaimana digital marketing dan teknik analisisnya supaya bisa jadi admin #eh ,. Nah tetapi untuk mengetahui dari awal apa sebenarnya passion kita itu banyak yang mengalami kesulitan. admin pun merasa seperti itu. Oleh karena itu kadang ada beberapa orang yang salah masuk jurusan sekolah. Barangkali sobat serempak maupun AnisaKJ tau tips untuk mengetahui apa passion kita bisa di share disini.
      Eh Mbak AnisaKJ karena hobi menulis ya,. apakah sudah pernah menulis di blog? Karena pada masa sekarang sangat besar peluang untuk menjadi blogger. #hanyasaran

  • #2940

    Betul Bu Admin, saya setuju. Mengenai attitude terkadang perusahaan melakukan beberapa trick yang cukup menarik, Haha. Pengalaman yang diceritakan oleh dosen saya itu begini “ada dua orang pelamar kerja dari universitas yang berbeda dan dengan IPK serta pengalaman yang berbeda, namun untuk menguji attitude keduanya pihak perusahaan menjatuhkan kotak tissue yang berada di meja, seketika hanya satu orang yang mengambilnya, satunya lagi acuh dan tidak bergeming, dari situ lah perusahaan memiliki penilaian tersendiri terhadap attitude calon karyawannya” 😀 hehe Bu Admin promosi? 😀

    Tahap awal saya mengenal passioan saya di bidang tertentu itu juga sulit bu Admin, Saya pikir, saya ini menyukai semua kegiatan jual beli, memasak, melukis, menulis dan sebagainya, namun setelah saya melakukan semuanya hati dan tekad kuat saya lebih condong pada menulis, sebab saya tipikal orang yang sulit menyampaikan apa yang ada di kepala saya secara verbal, terutama mengenai sesuatu yang sangat emosional. Namun rupanya saya menemukan cara bahwa menulis membuat saya dapat menyampaikan apa yang ada di hati dan benak saya hingga saya menemukan kelegaan di dalamnya. Rasanya plong gitu 😀 hanya saja yang perlu dipelajari lagi adalah batasan-batasan dalam menyampaikan sesuatu tersebut tidak boleh sembarangan dan asal. Karena asal jangan usul dan usul nggak boleh asal #Iklan hehe 😀 jadi secara singkatnya untuk menemukan passion awal kita adalah mengubah kekurangan menjadi sebuah kelebihan.

    Alhamdulillah saya sudah menjadi blogger sejak tahun 2012 yang lalu Bu dan sekarang memiliki dua blog yakni wordpress dan blogspot serta sebuah fanspage yang sekarang sedang hiatus Heheh Terimakasih bu Admin atas sarannya 🙂

  • #2941

    Feriyana sari

    Setuju sekali dengan bu admin, attitude banyak yang menganggap gak penting. Padahal menurut saya attitude justru yang terpenting. Lebih baik berattitude ok dengan skill biasa daripada skill ok tapi tak berattitude. Kalau skill bisa kita upgrade tapi kalau attitude sangat sulit untuk merubahnya. Saya juga setuju mengenai sulitnya dalam awal menentukan passion kita. Saya juga pernah merasakan hal itu, saya juga pernah salah ambil jurusan sekolah. Waktu SMA saya bersekolah di jurusan teknik (STM), walaupun sekolahnya berkualitas bagus tetapi ternyata teknik bukan passion saya. Ternyata passion saya sama dengan mb anisa kj. Tapi saya malah baru mulai membuat blog. masih dalam proses belajar. Dan inilah salah satu cara meng upgrade hidup saya.

    • #2988

      Wahh keren berarti Feriyana sari dan mbak AnisaKJ memiliki passion yang sama yakni menulis., tetap semangat dan jangan lupa sebarkan tulisan positif kepada semua netizen. Perlu juga riset kebenaran tulisan yang kita buat. Terlebih jika tulisan menampilkan data. Karena asal jangan usul dan usul nggak boleh asal seperti kata mbak AnisaKJ Untuk menentukan passion sendiri admin pun pernah mendengar bahwa cara untuk menentukannya adalah dengan melakukan kegiatan namun jika tidak dibayar, kita tetap senang melakukan pekerjaan meskipun tidak dibayar. Kemungkinan besar hal itu adalah passion kita.

  • #2989

    Saya kok pengin jadi tertawa ya Bu Admin 😀 “namun jika tidak dibayar kita tetap…..” wkwkwk XD menulis menyenangkan Bu. Mungkin memang tidak dibayar untuk saat ini, namun manfaat akan dapat dirasakan suatu saat. Saya percaya jika ditekuni sungguh-sungguh akan mendatangkan penghasilan sendiri nantinya. Cukup semangat, berdoa, dan tidak lelah belajar hehe 😀 semangat untuk kita semua dan semangat hari senin 😀

    • #2998

      Wahh ketawa ada apa ini?? eh ungkapan admin yang salah atau gimana hehehe. Jangan ditahan mbak AnisaKJ kalau mau ketawa. ekspresikan saja. Jadi ketawa bareng semangat bareng, di senin yang semangat ini.

  • #3064

    Tidak, Bu. Menurut saya memang lucu saja hehe 😀 enggak ditahan ko Bu, cuma ditutupin saja hihih

You must be logged in to reply to this topic.

FEATURED