UU Lalu Lintas Jadi Pertimbangan MA Ambil Putusan Soal Transportasi Online

Home Forums Info Tranportasi UU Lalu Lintas Jadi Pertimbangan MA Ambil Putusan Soal Transportasi Online

This topic contains 0 replies, has 1 voice, and was last updated by christopertimothy christopertimothy 1 year, 1 month ago.

  • Author
    Posts
  • #6710

    Putusan Mahkamah Agung (MA) yang menganulir beberapa point krusial dalam Ketentuan Menteri Perhubungan Nomor 26 th. 2017 mengenai Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek (PM 26) telah sesuai sama ketentuan yang ada.

    Putusan ini sudah jadikan Undang-Undang Nomor 22 Th. 2009 mengenai Lantas Lintas serta Angkutan Jalan. Undang-undang beda yang dipakai jadi basic pertimbangan uji materi yaitu Undang-Undang Nomor 20 Th. 2008 mengenai Usaha Mikro, Kecil, serta Menengah (UMKM).

    ” Pada prinsipnya, pengujian ketentuan di MA itu simpel, sepanjang ketentuan itu bertentangan dengan perundangan yang lebih tinggi jadi telah pastinya akan dibatalkan. Dengan hal tersebut sebagian harga mesin cuci pasal Permenhub yang dibatalkan itu dipandang bertentangan dengan ketentuan yang lebih tinggi (UU UMKM serta UU LLAJ), ” papar Pakar Hukum Tata Negara Kampus Gadjah Mada, Dian Agung Wicaksono.

    Dian menilainya kalau Putusan MA tidak membatalkan keseluruhannya PM 26. Hal semacam ini karena sebab dalam putusan MA, pasal yang dibatalkan cuma beberapa.

    “Masih berlaku (PM 26), karna yang dibatalkan cuma sebagian pasal, terkecuali memanglah putusannya membatalkan semua, ” papar Dian.

    MA memenangi tuntutan enam orang yang berprofesi angkutan sewa spesial. Putusan MA bernomor 37 P/HUM/2017 ini mengambil keputusan angkutan sewa spesial berbasiskan aplikasi daring jadi konsekwensi logis dari perubahan tehnologi dalam moda transportasi yang tawarkan service yang tambah baik, jaminan keamanan serta perjalanan dengan harga yang relatif lebih murah serta pas saat.

    Terakhir, beberapa pihak terlebih yang datang dari kelompok transportasi konvensional mempermasalahkan putusan ini. Bahkan juga, sebagian salah satunya menilainya Putusan MA itu bermasalah serta punya potensi menimbulkan kegamangan. Terlebih dulu, Ketua Institut Studi Transportasi (Intrans) Orang-orang Transportasi Indonesia Darmaningtyas mengatakan kalau putusan MA itu cacat hukum.

    Juru Bicara MA, Suhadi meyakinkan kalau majelis hakim sudah mengambil keputusan dengan profesional perkara uji materi ini. ” Kami putuskan sesuai sama yang dimohon oleh beberapa pemohon saja, ” kata satu diantara hakim agung MA itu.

    Dia juga menyatakan kalau MA tidak mencabut semua 72 pasal yang ada dalam PM 26. Majelis hakim cuma menganulir 14 pasal. Dengan hal tersebut, beberapa besar pasal dalam PM 26 tetap masih berlaku.

    Dalam Putusan Nomor 37 P/HUM/2017 tanggal 20 Juni 2017, MA memanglah dengan eksplisit mengatakan kalau 14 pasal itu bertentangan dengan UU UMKM serta UU Lantas Lintas. Dengan hal harga printer canon tersebut, pasal-pasal itu mesti dicabut serta tidak mempunyai kemampuan hukum tetaplah.

    Tetapi, MA sekalipun tidak mengatakan tentang pencabutan semua ketetapan dalam PM 26. Bahkan juga, sebagian point perlu yang mengatur tentang eksistensi transportasi on-line tetaplah dipertahankan.

    Satu diantaranya bisa diliat pada Pasal 17 tentang Angkutan Sewa. Disana dijelaskan kalau Angkutan Sewa terbagi dalam Angkutan Sewa Umum atau Angkutan Sewa Spesial. Ketetapan tentang Angkutan Sewa Spesial jadi satu diantara pendukung kehadiran transportasi on-line. Dengan hal tersebut, kehadiran transportasi on-line tetaplah legal.

    Keberadaaan transportasi on-line yang memakai tehnologi sebenarnya sudah memperoleh perhatian serius dari Presiden Joko Widodo. Dia memohon supaya pemimpin mengerti perlunya perubahan yang berkembang dengan amat cepat sekian waktu terakhir.

    Presiden Jokowi mengingatkan pada semua pemimpin dari tingkat nasional sampai tingkat kota untuk menghadapi dinamika yang berkembang di orang-orang. Karenanya, dia memohon supaya beberapa pemimpin tidak terjerat dalam beberapa hal yang berbentuk kebiasaan serta monoton.

    “Jangan terjerat dalam soal linier, karna dunia beralih secara cepat sekali, ” kata Presiden Jokowi waktu memberi sambutan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Asosiasi Pemerintah Kota Semua Indonesia (APEKSI) Th. 2017, di Savana Hotel & Convention, Kota Malang, Jawa timur sekian waktu lalu.

You must be logged in to reply to this topic.

FEATURED