Hari Anak Nasional 2016

18

Jakarta, 23 Juli 2016 – Hari Anak Nasional (HAN 2016) kali ini tidak dilaksanakan di istana seperti biasanya. Lombok merupakan tuan rumah pertama penyelenggaraan Hari Anak Nasional Indonesia.

Taman Sangkareang yang terdapat di alun-alun Kota Mataram ini, meriah dengan atribut merah putih dan lapangan penuh oleh anak-anak dari seluruh Indonesia. Memeriahkan Hari Anak Nasional yang merupakan puncaknya dari berbagai rangkaian acara sebelumnya.

Dihadiri oleh Menko Puan Maharani, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, Yohana Yembise, Gubernur NTB M.Zainul Majdi dan sejumlah pejabat lainnya. Hari Anak Nasional 2016 merupakan momentum penting untuk membangkitkan kembali kepedulian semua pihak terhadap kepentingan, hak dan kebutuhan anak.

Ibu Menteri Puan Maharani dan Ibu Yohana Yembise

Tema HAN 2016 kali ini adalah “Akhiri Kekerasan Pada Anak” yang menyoroti tiga isu anak, yakni Kekerasan Seksual Anak, Perkawinan Anak dan Prostitusi Anak. Tak dipungkiri bahwa baru-baru ini marak kejadian pelecehan seksual serta trafficking anak akibat kelengahan orang tua dan lingkungannya. Faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu semua pihak turut bertanggung jawab atas perlindungan anak di mana pun.

Seperti yang diungkapkan Gubernur NTB, bahwa angka perkawinan anak di NTB sangat tinggi. Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih fokus serta memperbanyak kegiatan yang menarik minat anak. Agar tersalurkan waktunya dengan baik. Perkawinan anak benar-benar membuat masa depan anak terhambat dan membatasi kreativitas.

Perkawinan anak juga membuat mental anak jatuh karena ketidaksiapannya dalam urusan rumah tangga.

Yohana Yembise juga menyoroti masalah kekerasan seksual pada anak yang sedang marak dan pemberitaan di media yang tidak ramah anak sangat memicu keadaan yang memancing banyaknya kejadian negatif. Angkanya semakin terus bertambah.

Regulasi dan penguatan hukum terhadap pelaku kekerasan pada anak perlu diimplementasikan seadil-adilnya supaya ada efek jera dan anak terlindungi. Semua pihak diharapkan peduli dan menjadikannya sebagai tanggung jawab bersama.” Katanya.

Anak adalah harta tak ternilaikan dan merupakan anugerah yang akan mengemban masa depan bangsa. Kemajuan suatu bangsa bergantung pada generasi muda, yaitu anak-anak kita.” Imbuh Ibu Menteri.

Puan Maharani dalam sambutannya mengajak semua anak untuk terus belajar dan berkarya tanpa henti.

Hak anak untuk mendapatkan identitas, pendidikan, kebebasan berpendapat, tempat yang layak serta dipenuhi semua kebutuhan dasarnya. Hal ini seharusnya sudah berjalan dan diharapkan tak ada lagi anak yang kehilangan hak-haknya.” Kata Puan.

Puan juga memberikan edukasi dalam games untuk anak-anak yang hadir. Yang berhasil menjawab pertanyaannya atau yang berani bernyanyi, diberi hadiah sepeda. Antusias anak-anak semakin memuncak.

Dalam kesempatan yang sama, anak-anak Indonesia berprestasi menerima penghargaan ANUGREH TUNAS MUDA PEMIMPIN INDONESIA (TMPI) TAHUN 2016

tari tradisional han 2016

Berikut adalah anak-anak penerima penghargaan tersebut:

Kategori Usia SD/MI/Sederajat

  1. Amelia Vega (Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur)
  2. Caecillia Ega Sanjaya (Kabupaten Sleman, Provinsi DIY)
  3. Fanisa Maulina Rahma Putri (Kabupaten Sleman, Provinsi DIY)

Kategori Usia SMP/MTs/Sederajat

  1. Angelica Wahyu Kartika Budiarti (Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur)
  2. Nabila Ishma Nurhabibah (Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat)
  3. Muhamad Ridwan (Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta)

Kategori Usia SMA/SMK/MI/Sederajat

  1. Agista Siskasari (Kota Yogyakarta, Provinsi DIY)
  2. Siti Nur Dzakiyyatul Khasanah (Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah)
  3. Ikam Gading Fajar Romadhon (Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur)

Kategori Umum

  1. Wilson Tirta (Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur)
  2. Muslim (Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung)
  3. Glen Arthur Mambri Bisay (Kota Jayapura, Provinsi Papua)

Acara ditutup dengan pembacaan deklarasi dan harapan anak-anak yang diwakili oleh perwakilan anak seluruh Indonesia, dibacakan oleh Siti Nur dan Muslih.

IMG_0706