Pernikahan di bawah umur memang menjadi satu topik yang tak pernah berhenti diperbincangkan. Hal ini ditengarai karena masih banyaknya orang tua yang menikahkan anak di bawah usia yang disyaratkan. Hukum pernikahan di bawah umur masih dipandang sebagai garis abu-abu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Praktik pernikahan di bawah umur pun masih banyak terjadi, yang menurut data statistik hingga tahun 2017 lalu mencapai 25% dari total jumlah pernikahan yang terselenggara.

Aturan Pernikahan di Indonesia Sesuai Agama dan Negara

Terkait dengan hukum pernikahan di bawah umur, pernikahan di Indonesia secara umum harus didasarkan pada aturan agama. Pada dasarnya, tidak ada batas usia minimal berapa usia yang diperbolehkan menikah oleh agama. Hanya saja, kedua pasang pengantin diharuskan telah dapat berpikiran logis serta telah mencapai batas dewasa secara biologis.   

Akan tetapi, tidak serta merta hanya menggelar pernikahan yang sah menurut agama saja. Agar pernikahan yang dilakukan memiliki keabsahan di mata hukum, harus dilakukan sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh negara. Hal ini dilakukan demi melindungi hak-hak pasangan suami dan istri yang hanya dapat diperoleh jika pernikahan sah secara negara.

Hukum Pernikahan di Bawah Umur Menurut Undang-undang

Dasar hukum yang mengatur mengenai pernikahan di Indonesia diatur dalam UU Nomor 74 Tahun 1974 mengenai perkawinan. Undang-Undang ini disusun dengan berdasarkan pada aturan pernikahan menurut agama yang diakui di Indonesia. Hal ini dikarenakan pada hakikatnya Indonesia merupakan negara yang berdasarkan terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, berikut merupakan beberapa hal yang perlu diketahui mengenai hukum pernikahan di bawah umur menurut undang-undang:

  1. Usia Minimal untuk Menikah Menurut Undang-Undang

Adapun usia yang disyaratkan sesuai dengan Pasal 7 Ayat 1 Undang-Undang tersebut, usia minimal yang diizinkan untuk menikah yaitu 19 tahun bagi mempelai pria dan 16 tahun bagi mempelai wanita. Meski demikian, kedua pasang usia tersebut masih dianggap sebagai usia remaja bagi sebagian besar masyarakat. Terlebih mempelai wanita yang berusia 16 tahun belum sah secara hukum karena belum memiliki KTP.  

Batas minimal 19 tahun bagi mempelai pria ini dilandasi atas pertimbangan bahwa dalam usia tersebut seorang pria dianggap telah mampu mengemban tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Sementara itu, usia 16 tahun bagi seorang wanita dianggap sebagai usia paling minimal bagi seorang gadis untuk dapat menjalankan peran sebagai seorang ibu. Pertimbangan ini dilakukan atas dasar kondisi sosial masyarakat Indonesia pada saat undang-undang ini disusun.

  1. Mempelai di Bawah 21 Tahun Perlu Izin Orang Tua

Kendati batas usia minimal adalah 19 tahun mempelai pria dan 16 tahun mempelai wanita, namun pernikahan harus mendapatkan izin dari kedua orang tua. Hal ini sesuai dengan yang disyaratkan pada Pasal 6 Ayat 2, bahwa pengantin yang masih berusia di bawah 21 tahun harus memperoleh izin orang tua. Dalam Ayat selanjutnya dijelaskan bahwa izin dapat diberikan oleh wali jika kedua orang tua telah tiada.

  1. Pengajuan Dispensasi

Tak jarang ada yang berusaha untuk mengajukan dispensasi agar dapat melangsungkan pernikahan yang sah di mata hukum bagi pasangan di bawah usia minimal tersebut. Pengajuan dispensasi ini memang diperbolehkan sesuai dengan Pasal 7 Ayat 2 Undang-Undang Perkawinan. Mengenai keputusan apakah dispensasi akan diberikan atau tidak sepenuhnya berada di bawah wewenang pengadilan maupun pejabat yang ditunjuk. Untuk mengajukan dispensasi perlu adanya alasan dan sebab yang jelas.

Dampak Psikologis dari Pernikahan di Bawah Umur

Secara psikologis, pernikahan di bawah umur dapat membebani perkembangan mental bagi pasangan suami istri tersebut. Ditakutkan dapat menyebabkan krisis kepercayaan diri serta, kurang berkembangnya emosi, trauma, hingga menurunnya kecerdasan kognitif. Selain itu, menjadi seorang ibu di usia remaja rawan terhadap baby blue syndrome, sehingga dapat membahayakan bagi ibu dan anak yang dilahirkan. Dampak psikologis ini merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pengkajian untuk lebih mengetatkan hukum pernikahan di bawah umur.

Oleh sebab itu, kajian dalam penetapan hukum pernikahan di bawah umur pun masih terus dilakukan. Bahkan rencananya, pada tahun 2019 ini revisi terhadap Undang-Undang pernikahan akan dikeluarkan. BKKBN sendiri menyarankan pasangan usia ideal untuk melangsungkan pernikahan adalah 25 tahun bagi mempelai pria dan 21 tahun bagi mempelai wanita.(slk)