Saat ini, sudah jamak ibu rumah tangga yang juga memiliki karier dalam dunia pekerjaan. Peran ibu semakin vital di era modern ini. Lalu, bagaimanakah sebenarnya peran ganda yang dimainkan seorang ibu bekerja bisa menginspirasi anak? 

Anak Bisa Jadi Motivasi untuk Berkarier

Sering kali, ibu yang bekerja merasa bersalah karena tidak cukup meluangkan waktu untuk anak-anaknya. Ibu yang bekerja umumnya harus berada di luar rumah dari pagi hingga sore hari. Bahkan, banyak juga yang baru sampai rumah di malam hari. Hal ini tentu saja berdampak pada berkurangnya waktu kebersamaan dengan buah hati. Dengan begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh ibu yang bekerja, tidak jarang konflik batin mengerucut pada sebuah tanya, ‘Apakah aku sudah menjadi contoh yang baik untuk anak-anakku?’

ibu-bekerja-contoh-untuk-anak

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh situs Care.com bisa memberi gambaran jawaban atas pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Dari responden sebanyak 1.000 ibu bekerja di Amerika Serikat, penelitian yang dilakukan pada 2012 ini mengungkapkan bahwa banyak ibu yang menikmati perannya sebagai wanita karier sekaligus ibu rumah tangga. Sebanyak 64% dari responden berkata kalau pekerjaan yang mereka jalani tidak menghalangi mereka untuk menjadi ibu yang baik. Bahkan, setengah dari para responden berkata, dengan menjadi wanita karier, mereka justru merasa telah menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya.

CEO Care.com, Sheila Marcelo, mengatakan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa para ibu bekerja justru senang karena telah menjadi role model yang baik untuk anak-anaknya. Mereka jadi lebih kreatif dan termotivasi saat bekerja dan juga menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga.

Berikan Reward

Katherine Wintsch, ibu dua orang anak yang juga CEO The Mom Complex, sebuah website tentang problematika ibu bekerja, berbagi kisahnya sebagai seorang wanita karier. Senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Care.com, Katherine mengungkapkan bahwa dengan memiliki karier, seorang perempuan juga bisa menanamkan hal-hal positif pada anaknya.

“Anak akan belajar dari apa yang dilihatnya. Sering kali kita tidak menyadari bahwa anak belajar dari apa yang selama ini kita lakukan di sekitarnya. Sebagai contoh, dedikasi saya terhadap pekerjaan ternyata bisa memberikan pelajaran tanggung jawab pada anak. Bahwa kita harus berkomitmen dengan apa yang kita lakukan, meskipun kadang itu berat untuk dilakukan,” jelasnya.

Karena menjadi ibu bekerja dan ibu rumah tangga tidaklah mudah,  Katherine juga menganjurkan para ibu untuk tidak lupa memberikan ‘reward’ sebagai bentuk penghargaan bagi dirinya sendiri. Hal ini juga dibenarkan oleh Dr. Robi Luudwig, seorang psikoterapis yang mendukung peran perempuan sebagai ibu rumah tangga dan wanita karier. Menurutnya, ibu yang baik bukan berarti dia harus memberikan seluruh waktunya hanya untuk anak.

“Ibu yang baik berarti juga baik dalam mengurus dirinya sendiri. Jangan lupa luangkan waktu untuk diri sendiri agar ibu tetap merasa bahagia. Ibu yang bahagia berpotensi besar menjadi ibu yang baik,” ungkap Robi.

Manfaat untuk Diri Sendiri

Berbagai penelitian melaporkan bahwa ibu bekerja ternyata lebih bahagia dan cenderung tidak menunjukkan peningkatan tekanan psikologis. Selain bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya, bekerja ternyata juga memiliki manfaat untuk diri sang ibu sendiri.

  • Bebas stres. Sebagian besar ibu bekerja justru akan langsung merasa stres jika mereka dihadapkan pada pilihan untuk tinggal di rumah dan full time menjadi ibu rumah tangga. Hal ini kemungkinan disebabkan ibu merasa kehidupan sosialnya lebih bahagia ketika memiliki ‘ruang berekspresi lain’ di luar rumah.
  • Memiliki waktu lebih berkualitas. Sebuah studi mengungkapkan bahwa kualitas kebersamaan jauh lebih berpengaruh pada perkembangan anak daripada banyak sedikit waktu yang dihabiskan bersama. Karena waktu yang dihabiskan dengan anak terbatas, seorang ibu bekerja akan berusaha menggunakan waktu yang terbatas itu dengan lebih berkualitas. Energi terkuras itu pasti. Namun, dengan merasa waktunya bersama anak lebih berkualitas, ibu akan mendapat kepuasan batin–yang tentu akan membuat kebahagiaannya berlipat.
  • Lebih tahan banting. Menjadi ibu rumah tangga adalah tanggung jawab yang berat, apalagi ditambah menjadi wanita pekerja. Karena itulah, ibu yang memiliki peran ganda seperti ini cenderung memiliki kondisi mental yang stabil. Mereka memiliki energi lebih banyak untuk menjalankan perannya sebagai wanita karier dan ibu rumah tangga.(ew)