Kringgg.. krinngg, suara alarm berbunyi nyaring ketika pagi menjelang. Mendengar peringatan semacam itu, apa yang ibu lakukan? Segera beranjak bangun, merapikan kamar tidur, kemudian beraktivitas? Atau, justru mematikan alarm, menarik kembali selimut, dan melanjutkan mimpi yang terputus. Pilihan yang Anda ambil tergantung pada kebiasaan Anda sejak kecil. Jika sudah terbiasa bangun pagi, ketika dewasa bisa dipastikan Anda lebih mudah bangun pagi. Begitu pula sebaliknya.

Orang tua memiliki peran penting supaya anak terbiasa bangun pagi. Bukan hanya memasang alarm, orang tua juga harus memberi contoh kepada anak. Setiap kali anak terlihat belum bangun ketika waktu sudah menunjukkan pukul 05.00, orang tua sesegera mungkin harus membangunkan. Tentu dengan cara yang halus, sehingga si buah hati tetap nyaman dengan arahan orang tua. Tak perlu disiram air, cukup dengan suara dan sentuhan lembut.

Anak kecil sedang dalam masa pertumbuhan. Semua kebiasaan saat kecil niscaya akan berdampak pada kehidupannya dewasa kelak. Mengapa anak harus dibiasakan bangun pagi Jika orang tua konsisten dalam membiasakan bangun pagi, anak bisa lebih produktif.

Bangun pagi berdampak positif bagi tumbuh kembang anak. Suasana pagi yang damai dan sejuk membuat otak lebih segar. Aliran darah ketika bangun tidur pun akan lancar. Hal ini bisa membuat tumbuh kembang anak lebih optimal.

Pagi hari juga bisa digunakan untuk olah raga, meregangkan otot-otot yang kaku usai aktivitas di hari sebelumnya. Udara pagi hari juga masih bersih dan minim polusi, tentu lebih menyehatkan jika dimanfaatkan untuk lari-lari pagi melatih otot jantung dan paru-paru.

Suasana pagi yang hening juga bisa dimanfaatkan anak untuk belajar. Kita seringkali mendengar bahwa pagi adalah waktu yang tepat untuk belajar. Membaca buku dan ilmu baru membuat sel-sel dalam otak berkembang secara maksimal. Khasanah pengetahuan anak juga terus bertambah.

Bagi anak yang bersekolah, pagi hari bisa dimanfaatkan untuk membaca lagi pelajaran sekolah. Hal ini berguna sebagai persiapan untuk menjalani jam belajar di sekolah. Dengan persiapan yang cukup dari rumah, proses belajar anak di sekolah akan jauh lebih efektif.

Lantas bagaimana cara membiasakan anak supaya bangun pagi? Hal pertama, tentu orang tua harus memberi contoh nyata terlebih dahulu. Anak merupakan cerminan orang tua. Dibanding menuruti nasihat, seringkali anak lebih mudah menirukan aktivitas orang tuanya.

Jangan lupa juga pasang alarm di pagi hari. Hal ini untuk menghindari kemungkinan kita bangun kesiangan karena tubuh terlampau letih karena segudang aktivitas yang menguras tenaga di hari sebelumnya. Jangan mentang-mentang terbiasa bangun pagi lalu alarm dilupakan.

Untuk menghindari risiko bangun kesiangan, orang tua harus mengajari anaka membuat pola manajemen waktu untuk semua aktivitasnya. Biasakan anak untuk tidak menunda-nunda pekerjaan hanya dengan dalih nanti masih ada waktu. Menunda mengerjakan tugas hanya akan menumpuk beban di belakang. Akibatnya, anak harus begadang dan terlambat tidur. Kebutuhan tidur anak yang lebih banyak tentu membuat hal ini berpotensi menyebabkan bangun kesiangan.

Jadi, mulai sekarang jangan pernah malas untuk membiasakan anak bangun pagi. Terus latih anak sehingga bisa konsisten bangun pagi. Kebiasaan ini akan bermanfaat terutama ketika anak menempuh pendidikan di luar kota, yang mengharuskannya tidak tinggal bersama orang tua. Hubungi dia ketika pagi menjelang, sehingga menjadi pengingat dari diri anak itu untuk terus konsisten bangun pagi.(as)