Beberapa tahun lalu, saya pernah menyukai reality show di salah satu channel tv kabel. Diberi tajuk Mom’s Time Out, tayangan ini mengisahkan tentang beberapa ibu yang menikmati me time selama beberapa hari dengan cara berlibur dan memanjakan diri. Sementara, urusan anak diserahkan kepada suami.

Sebetulnya seberapa penting seorang ibu mendapatkan me time? Atau malah tidak perlu? Happy wife, happy family adalah kutipan favorit yang saya dapatkan ketika menonton film Rio 2. Saya percaya ibu yang bahagia akan mampu mengurus keluarganya dengan baik. Dan akhirnya, kebahagiaannya menjadi kebahagiaan keluarga.

  1. Bangun Jaringan

Me time, ketika disandingkan dengan tugas para ibu, sebenarnya masih diliputi pro kontra. Tetapi daripada pusing soal pro kontra, padahal sesungguhnya membutuhkan me time, tak ada salahnya jika para ibu membangun jaringan pendukung. Tentu saya, yang dimaksud membangun jaringan adalah menjalin hubungan yang akrab dan positif dengan kerabat atau teman dekat. Berbagilah bersama mereka, ceritakan kenapa Anda butuh me time.

Saya pernah mendengar pendapat bahwa seorang ibu tidak memerlukan me time. Apalagi, kalau kebahagiaan sudah dipenuhi oleh suami yang perhatian dan mampu menafkahi lahir dan batin. Jadi  ibu hanya bertugas mengurus keluarga.

Menurut saya, me time bukan berarti ibu melupakan  kodratnya. Tetapi, memang ada kalanya seseorang butuh waktu untuk mencari kebahagiaan sendiri. Jadi tidak perlu terlalu ambil pusing dengan pendapat yang berseberangan jika Anda memang benar-benar membutuhkan me time. Pastikan dulu tanggung jawab Anda dipenuhi, lalu bersenang-senanglah saat me time.

  1. Jadwalkan Secara Berkala

Jangan tunggu sampai pikiran sedang kusut atau hati sedang bosan untuk melakukan me time. Lakukan secara berkala. Bila menunggu suasana hati jelek, me time justru hanya menjadi pelarian. Akibatnya, ibu jadi merasa me time-nya menjadi zona nyaman dan enggan untuk kembali menghadapi kenyataan rutinitasnya. Padahal, me time seharusnya bertujuan menyegarkan hati dan pikiran, supaya kembali bersemangat melakukan aktivitas rutin.

  1. Jalani Hobi atau Hal-hal yang Disukai

Menulis blog adalah salah satu bentuk me time saya. Begitu juga dengan menonton beberapa serial favorit di televisi. Kadang-kadang, saya ke luar rumah untuk creambath di salon.

Me time yang dihabiskan dengan menjalani hobi akan terasa menyenangkan. Setiap ibu pasti memiliki hobi, misalnya menjahit, menonton tv, membaca buku, dan lain sebagainya.  Atau bisa juga bertemu dengan sahabat sembari makan siang atau nyalon bareng.

  1. Tidak Perlu Lama

Me time tidak harus berhari-hari. Berlibur seorang diri atau bersama teman, tanpa didampingi keluarga memang boleh saja. Tetapi, kalau  waktu dan kondisi belum memungkinkan, sebaiknya jangan dipaksakan.

Me time selama 15 – 30 menit juga bisa menjadi hal yang menyenangkan. Di sore hari, misalnya, akan terasa damai sekali bila kita bisa menikmati secangkir kopi atau teh bersama camilan favorit tanpa gangguan siapapun. Membaca buku favorit, meskipun hanya sampai beberapa lembar saja, juga bisa meredakan ketegangan akibat rutinitas.

Saya termasuk ibu yang belum bisa meninggalkan anak dalam waktu lama, apalagi sampai berhari-hari. Tetapi, melakukan beberapa aktivitas me time sederhana, serta yang tidak membutuhkan waktu yang lama sudah membuat saya menjadi lebih rileks dan bahagia. Rasanya ingin tersenyum terus setelahnya. Kalau sudah seperti itu, anak-anak pun akan menjadi nyaman saat bersama kita, begitu juga dengan suami. (ma)