Ingin memulai usaha katering? Jeng Prit, mantan karyawan sebuah stasiun televisi swasta telah berhasil membuktikan berhenti dari kerja kantoran dan sukses membangun bisnis katering. Ini tipsnya!

Berkarier atau menjadi ibu rumah tangga? Tentu saja ini adalah pilihan yang hanya bisa dijawab oleh masing-masing perempuan. Tak ada ukuran baku, seorang perempuan harus bekerja atau menjadi ibu rumah tangga. Karena kebutuhan dan pemikiran setiap perempuan tentu berbeda.

Nah, bagaimana jika seorang perempuan yang sudah lama berkarier, kemudian memutuskan menjadi Ibu rumah tangga dan memulai usaha dari rumah? Inilah kisah Jeng Prita.

Namanya Prita Kartika. Perempuan kelahiran 21 April 1984 ini memutuskan mengakhiri kariernya sebagai juru kamera yang telah dijalaninya selama hampir tiga belas tahun. Keputusan Prita untuk mengakhiri kariernya ini bukan tanpa alasan. Saat anak ketiganya lahir, Prita kesulitan mencari pengasuh untuk anaknya. Tak hanya itu, Prita rupanya juga khawatir dengan maraknya peristiwa pencabulan anak, lantaran dua anaknya yang besar 10 tahun dan 8 tahun, tengah dalam masa pertumbuhan yang sangat perlu pengawasan ketat.

Di tengah kesulitannya mencari pengasuh anak itu, Prita kemudian teringat akan cita-citanya dahulu, menjalani usaha catering.  Meski tidak mahir benar memasak, Prita sejak remaja terbiasa memasak  untuk keempat adiknya, lantaran ibundanya memiliki kegiatan di luar rumah.

Di tengah penantian  lantaran tidak mendapat pengasuh untuk anaknya, Prita pun mantap meninggalkan kariernya sebagai juru kamera di sebuah stasiun televisi swasta ternama enam bulan silam dan fokus pada usaha catering dengan bendera “Jeng Prit” yang dirintisnya sejak lima tahun silam.

Menjalani usaha katering tentu berbeda dengan menjalani pekerjaannya sebagai juru kamera. Jika dahulu saat bekerja sebagai juru kamera, Prita terbiasa bekerja mandiri dan leluasa saat ditugaskan ke luar kota atau luar negeri, maka untuk menjalankan usaha catering Prita jelas membutuhkan bantuan orang lain.

Saat memulai usahanya, Prita merekrut dua orang tetangga dekat untuk membantunya. “Saya melihat yang utama saat merekrut karyawan adalah mereka harus bekerja dengan hati dan punya rasa memiliki pada usaha ini,” jelas ibu tiga anak ini.

Prita juga mulai belajar menyusun menu masakan dan membuat pemetaan siapa saja yang menjadi target dari usahanya. Apakah berjalan mulus? Oh, tentu tidak. Prita sadar benar, menjalani usaha berbeda dengan saat ketika menjadi karyawan. Sebagai pemilik usaha, Prita harus memutar otak bagaimana bisa tetap menyajikan makanan berkualitas terbaik di saat harga sayur-mayur dan kebutuhan lain meningkat tajam.

Dari pengalamannya, Prita kini memiliki banyak langganan karena kualitas makanannya ditunjang dengan harganya yang tergolong terjangkau. Belakangan, Prita seringkali menerima order untuk catering makanan anak-anak dan balita yang mengadakan acara khusus, misalnya pesta ulang tahun. “Tidak ada target khusus ke sana sebenarnya, tapi menerima order untuk catering balita dan anak-anak tentu membuat saya harus pintar mengolah menu, menyajikan dalam kemasan menarik, dan tentu saja tidak memakai bahan pengawet dan MSG,” ceritanya.

Saat memulai usaha catering Jeng Prit ini, Prita hanya bermodal uang tiga juta rupiah yang digunakannya untuk membeli peralatan masak, yang berasal dari tabungan dan uang jasa yang didapatnya saat bekerja. “ Mulai usaha jangan terbebani dengan modal, jalani saja dengan modal yang ada,” kata Prita tentang tekadnya kala itu.

Saat menjalani usahanya, Prita giat berpromosi lewat social media, serta kepada teman-temannya saat bekerja dahulu. Sambutannya pun luar biasa. Bahkan, puding silky serta sambel botol buatannya sampai terbang ke luar kota.

Sambil menjalani usahanya, Prita sesungguhnya mendapatkan kebahagiaan luar biasa, yakni bisa menyaksikan perkembangan anak-anaknya, terutama anak ketiganya. Maklum saja, saat anak pertama dan keduanya tumbuh besar, Prita merasa waktu yang dimiliki untuk mengasuh anaknya sangat sedikit. Karena harus berbagi waktu antara bekerja dan meneruskan pendidikannya. “ Sedih banget kalau mengingat tidak bisa menjadi orang yang pertama mereka lihat saat bangun tidur,” kenang Prita yang juga piawai merias wajah ini.

Saat menjalani usahanya, sesekali Prita terkenang akan pengalaman kerjanya. Salah satu yang berkesan adalah saat di awal kariernya, perempuan berparas manis ini bekerja sebagai juru kamera di baby born video clip.

Tugasnya saat itu adalah mendokumentasikan momen melahirkan perempuan yang menyewa jasanya. “Duh, takjub banget ya… melihat momen itu. Begitu sempurnanya Allah memunculkan makhluk-makhluk kecil itu. Apalagi yang berkesan banget ketika mendokumentasikan kelahiran bayi kembar tiga, luar biasa banget,” cerita Prita yang mengaku lebih tegang ketika mendokumentasikan momen kelahiran, ketimbang perempuan yang sedang melahirkan, karena khawatir kehilangan momen.

Kepada perempuan yang hendak berhenti bekerja kantoran dan memulai usaha di rumah, Prita pun memberi saran, misalnya memilih usaha yang sejalan dengan hobi atau kegemaran, hingga tidak terlalu sulit memulainya. “Namun yang terpenting adalah tetap semangat, dengan apapun ujian saat menjalani usaha,” tutup Prita.

Prita Kartika

Instagram @BakulanJengPrit

No telpon 0813 8970 5155(mhp)