Ini Bisa Anda Lakukan Ketika Ditinggal Suami

0
145

Ditinggal suami bisa memiliki banyak arti, bisa karena meninggal dunia, bekerja atau tugas, atau karena ada masalah internal keluarga. Selaku pasangan hidup, istri pasti mengharapkan hal-hal yang terbaik saat suami tidak sedang di dekatnya. Aktivitas sehari-hari juga harus berjalan sebagaimana mestinya.

Jika ditinggal suami untuk selama-lamanya istri bisa mengambil keputusan lepas dalam kegiatan sehari-harinya, maka tidak demikian jika ditinggal suami hanya untuk beberapa waktu atau sementara. Tentu saja sebagai kewajiban istri apa pun yang dilakukan harus sepengetahuan atau izin suaminya.

Saat ini, teknologi komunikasi sudah begitu canggih. Tidak ada dong istilah gak bisa menghubungi suami, karena alat komunikasi sudah lumrah dimiliki setiap pribadi. Jadi meski suami tidak ada atau jauh, tidak ada alasan bagi istri untuk tidak berkomunikasi atau mengkomunikasikan kegiatan apa saja yang dilakukan selama ditinggalkan.

Suami saya gak bawa ponsel, suami saya tidak bisa dihubungi, suami saya gak bisa diajak bicara. Ah, masa sih? Sepertinya, alasan-alasan di atas mustahil dipercaya untuk ukuran zaman sekarang. Kecuali memang yang bersangkutan sengaja. Mungkin memang sedang tidak ingin diganggu atau. Jika memang suami tidak bisa dihubungi pun, bukan berarti jalan sang istri menjadi buntu.

Pada dasarnya manusia itu ingin yang baik dan benar, siapa pun orang dan latar belakangnya. Jadi meski tidak sempat bicara atau minta izin suami saat suami meninggalkan, istri masih bisa melakukan beberapa hal yang bernilai positif dan tidak keluar dari jalur, tanpa harus meninggalkan rumah.

Saatnya istirahat

Jika saat ada suami kesibukan seorang istri bisa mencapai level 100 persen, maka mungkin saat tidak ada suami kesibukan bisa sedikit longgar. Waktu luang yang ada bisa dimanfaatkan untuk beristirahat atau menekuni hobi yang selama ini hanya dijalankan sesempatnya saja. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bagi sebagian istri, bahwa ketiadaan suami di rumah justru jadi pemicu semangat juang untuk melakukan semua kegiatan rumah dan keluarga sendirian. Mulai bekerja, mengurus aktivitas rumah tangga sampai antar jemput anak sekolah.

Perbanyak ibadah

Ketika suami meninggalkan istri, istri memiliki banyak waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Saat ada suami, istri mungkin sungkan untuk menjalankan puasa sunah. Ketika suami tidak ada inilah bisa dipakai sebagai ajang memperkuat keimanan. Begitu juga untuk melakukan ibadah lainnya tepat waktu, membaca kitab suci dan atau buku-buku agama yang belum selesai dibaca.

Introspeksi diri

Ditinggal suami sekian lama tanpa tahu ke mana perginya adalah sebuah petunjuk. Tidak mungkin suami meninggalkan keluarga tanpa bisa dihubungi atau tidak bisa diajak bicara kalau tidak ada penyebabnya, bukan? Cobalah pikirkan dengan tenang dan hati lapang. Apakah ada perbuatan atau ucapan yang membuat suami tersinggung sehingga meninggalkan istri tanpa bicara lebih dahulu?

Jika memang tengah ada masalah, mungkin saja suami sedang “memberi pelajaran” dengan harapan istri bisa introspeksi. Karena itu, jika memang penyebab suami pergi adalah tindakan sang istri sendiri, jangan malu atau gengsi untuk segera meminta maaf dan tidak mengulanginya lagi.

o0o

Tuhan menyayangi seorang istri melebihi sayangnya sang suami, jadi jangan takut apalagi putus asa. Ditinggal suami, baik selamanya atau sementara, bukan berarti harus menderita. Karena di balik apa yang kita lihat susah, sesungguhnya akan ada kemudahan yang harus diperjuangkan. Bahagia saja menjalani hidup supaya bisa tenang dalam mengurus anak, rumah tangga dan urusan keluarga lainnya. Ada atau tidak ada suami, istri tetap berhak untuk bahagia. (Ol)