Semua orangtua pasti ingin anaknya tumbuh sehat. Maka tak heran, sejak memasuki periode MPASI si anak dipastikan cukup gizi. Mulai dari karbohidrat, lemak, protein nabati dan hewani, hingga buah-buahan. Namun terkadang si anak menolak untuk makan. Biasanya ini terjadi saat usia 1 tahun. Ada yang tutup mulut, berlari ke sana-kemari, hingga menangis berteriak. Penting untuk diketahui penyebab anak susah makan supaya hal ini tidak terjadi berulang kali.

Anak yang susah makan tidak seharusnya dituruti atau dibiarkan makan jajanan. Lama kelamaan si anak akan kekurangan nutrisi dan menjadi picky eater. Picky eater adalah kondisi seseorang yang pilih-pilih makanan. Mereka hanya mau makanan tertentu. Tentu saja ini akan menyulitkan ke depannya. Selain orangtua akan bingung dalam memberikan makan, sumber gizi yang dibutuhkan tubuh pun harus beragam.

Sebagai orangtua tak sedikit yang sering memaksakan si anak harus makan makanan tertentu dan di waktu yang tepat. Belum lagi dengan berbagai peraturan lainnya, seperti harus menggunakan sendok garpu, duduk di ruang makan, dan sebagainya. Padahal belum tentu semuanya itu membuat si anak nyaman untuk makan. Ada juga faktor lain yang menyebabkan anak enggan untuk makan. Berikut beberapa hal yang jarang disadari oleh orangtua:

  1. Sedang Tidak Lapar

Disiplin waktu memang bagus ditanamkan sejak dini pada anak-anak, termasuk waktu makan. Namun terkadang saat memasuki waktu makan justru si anak sendiri belum merasa lapar. Bisa jadi mereka telah kenyang karena minum susu atau makan cemilan. Maka jangan heran kalau anak menolak makanan saat disuapi. Layaknya orang dewasa, perut mereka pun bisa terasa penuh kekenyangan.

Untuk menghindari kondisi tersebut, kurangi intensitas pemberian susu, cokelat, biskuit, dan cemilan lainnya. Banyak makan makanan tersebut membuat si anak tidak benar-benar lapar. Sehingga di waktu makan utama mereka tidak merasa lapar. Jika si anak memaksa, buat jeda yang cukup jauh dari waktu makan utama sekitar dua jam sebelumnya.

  1. Masalah Pencernaan

Namanya juga anak-anak, mereka belum bisa menyampaikan apa yang dirasanya dengan baik. Penyebab anak susah makan lainnya bisa jadi karena saluran pencernaan. Ini bukan hanya mengganggu selera makan, namun nutrisi pun tidak akan terserap dengan baik. Masalah pencernaan akan menyerang bagian perut. Anak akan merasa sembelit atau kembung.

Tanda-tanda anak memiliki masalah pencernaan adalah pola BAB (Buang Air Besar) yang tidak biasa. Frekuensi BAB akan berkurang, salah satu indikatornya adalah hanya 3 kali dalam seminggu. Begitu pun dari bentuk fesesnya yang keras, besar, dan susah dikeluarkan hingga anak menangis. Kalau sudah begini si anak perlu dibantu dengan cara memberi buah atau makanan berserat. Bawa lah ke dokter jika sudah lebih dari seminggu.

  1. Rasa Makanan Baru

Semakin hari kemampuan indra perasa si anak akan berkembang. Hal ini mempengaruhi dirinya terhadap makanan baru. Jika sudah menyukai satu macam rasa, tak sedikit yang susah untuk mengenal rasa baru. Mereka merasa tidak tertarik dan asing. Maka saat jenis makanan baru disuguhi, mereka akan menolak.

Untuk mengatasi penyebab anak susah makan pada kasus ini dibutuhkan kreativitas. Kenalkan secara perlahan makanan baru tersebut. Jangan langsung satu porsi, coba lah untuk disandingkan dengan makanan yang biasa mereka makan. Begitu pun dari penyajiannya. Buat menarik sehingga si anak mau untuk mencoba.

  1. Warna Makanan Terlalu Mencolok

Ini juga termasuk penyebab anak susah makan yang jarang disadari. Memang unik tapi benar terjadi. Beberapa anak enggan untuk makan makanan yang memiliki warna mencolok, misalnya buah naga yang ungu, pepaya yang kuning, atau sayur-sayuran yang berwarna hijau. Karena setiap anak berbeda, mereka memiliki preferensinya sendiri yang terkadang orangtua tidak pahami.

Sebagai solusinya adalah hidangkan makanan sedikit demi sedikit. Hindari tampilan makanan semangkuk atau sepiring penuh di hadapan mereka. Bisa juga dicampur dengan bahan makanan lainnya untuk mengurangi warna yang terlalu kontras.

  1. Distraksi Gadget

Orangtua jaman sekarang banyak yang memanfaatkan gadget untuk menenangkan anaknya. Sayang, cara ini justru tidak mendidik dan mendisiplinkan si anak. Memang mereka akan terlihat tenang namun fokusnya akan habis ke layar gadget. Jika gadget diberikan di waktu makan, si anak tidak akan berkonsentrasi untuk makan. Perhatiannya akan teralihkan untuk menonton video atau bermain game.

Hindari pemberian gadget saat makan dan mendekati waktu makan. Tanpa disadari, rasa lapar bisa hilang jika fokus anak ke gadget. Ciptakan suasana yang menyenangkan dan interaktif antara anak dan orangtua. Boleh melakukan permainan sederhana namun tetap berfokus pada kegiatan makan. Cara ini juga efektif untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.

Penyebab anak susah makan perlu dipahami betul oleh setiap orangtua. Tidak baik untuk menyimpulkan secara cepat mengapa anak menutup rapat mulutnya. Jika sudah mencapai kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan, segera lah berkonsultasi ke dokter. Khawatirnya ada kelainan atau penyakit yang harus dideteksi sejak dini.(hn)