Pro kontra tentang ASI masih terus berlangsung seolah-olah isu ini tiada akhirnya. Masing-masing pihak selalu membuat pembelaan tentang ASI atau Sufor. Sebenarnya hal tersebut tidaklah harus diperdebatkan. Karena dizaman milenial ini telah sering didapati ibu muda yang tidak bisa memberikan ASI kepada buah hatinya disebabkan banyak hal. Misalnya ASI tidak keluar, artinya payudara tidak bisa memproduksi ASI akibat kurangnya hormon. Atau si ibu mengidap penyakit berbahaya yang akan tertular pada bayi melalui pemberian ASI.

Sebelum menghakimi cobalah terlebih dahulu untuk melihat kasus-kasus seperti ini agar jari tidak langsung menunjuk untuk menyalahkan. Bagi ibu yang diberikan kesempatan untuk menyusui bayi cobalah untuk lebih bersyukur dan tidak memandang remeh perempuan lain yang tidak bisa memberikan ASI untuk bayinya. Akan lebih baik jika rasa syukur tersebut diwujudkan dalam bentuk menjaga pola makan, gaya hidup lebih sehat, senangkan hati agar ASI dapat keluar dengan lancar.

Untuk memperlancar ASI tidak hanya dibantu oleh asupan makanan bergizi saja ada banyak cara agar ASI keluar salah satu yang paling penting adalah kesehatan psikis ibu. Untuk itu diperlukan bantuan keluarga terutama suami. Bagaimana suami dapat membantu istri agar ASI bisa diproduksi dengan lancar. Berikut ulasannya.

Ayah pendukung ASI untuk bayi lebih cerdas

Sudah jadi pengetahuan umum bersama bahwa dalam ASI terdapat gizi komplit yang dibutuhkan oleh buah hati. Sebagai orang tua tentu ingin agar anaknya tumbuh sehat dan menjadi generasi brillian masa depan bukan? Untuk mencapai cita-cita itu diawali sejak hari pertama kehidupannya. 100 hari pertama kehidupan bayi adalah masa pertumbuhan penting yang akan berlangsung hingga dia dewasa. Memberikan ASI ekslusif memiliki banyak manfaat terutama untuk kesehatan fisik dan psikisnya. Tidak hanya bayi, ibupun akan mendapat keuntungan dari pemberian ASI ekslusif misalnya: pemberian ASI memicu hormon oksitoksin yang memuat ibu lebih relaks, membantu menurunkan berat badan dan menguatkan hubungan batin antara ibu dan bayi.

Peran ayah untuk membantu ibu dan bayi dalam pemberian ASI sangat dibutuhkan. Dukungan ayah membuat ibu lebih percaya diri dan merasa nyaman ketika menyusui. Dari segi finansial pula pemberian ASI berarti tidak perlu pengeluarkan ratusan ribu tiap bulan untuk membeli susu formula. Tidak perlu bangun malam untuk mengaduk susu dan banyak manfaat lainnya.

Cara mendukung ibu agar dapat memberikan ASI secara ekslusif bahkan hingga dua tahun yaitu:

ASI merupakan satu-satunya sumber makanan untuk bayi Anda jadi berikan waktu untuk istri beristirahat dan bersantai. Mungkin proses menyusui terlihat sederhana namun tahukah Anda bahwa menyusui tidaklah sesederhana itu. Ibu harus merelakan kebebasannya bekerja, meluangkan waktu untuk menyusui dan terikat pada bayi. Karena itu berikan waktu untuknya menikmati momen menyusui. Ambil alih tugas-tugasnya, Anda tidak perlu malu ketika harus membantu tugasnya didapur. Tidak harus sempurna, sekadar menyediakan sarapan paginya saja sudah membuat istri bahagia.

Bayi kerap terbangun malam untuk menyusu, ini seperti rutinitas yang tidak bisa ditolak. Akibatnya ibu sering terbangun malam untuk menyusui bayinya. Nah ayah, cobalah untuk ikut bangun malam. Temani istri Anda, usap lembut punggung bayi agar dia cepat tidur. Menemani sang ibu akan membuat dirinya tidak merasa sendiri menghadapi moment baru sebagai ibu muda. Coba bayangkan apa yang terjadi jika istri Anda selalu bangun sendirian sementara Anda tetap terlena?

Tugas ibu adalah mengurus pemasukan artinya memberi ASI pada bayi. Ayah bisa mengambil peran yang lain yaitu mengurus pengeluaran. Bantu istri mengganti popok bayi jika ia pipis atau pup malam. Jika memakai diapers mungkin air seni tidak menjadi masalah. Namun jika bayi pup usahakan segera ganti popoknya. Ambilah tugas ini sehingga istri Anda tidak perlu bersusah payah bangun malam untuk menggantikan popoknya.

Mendukung istri untuk menyusui secara nyaman bisa juga dengan memberikan makanan istimewa untuknya. Tidak perlu melulu harus lauk yang enak. Air susu ibu akan lebih mengalir deras jika asupan makanannya sehat. Sepulang kerja bawakan ia buah atau salad sayur yang enak. Dengan begini istri akan merasa senang. Ketika malam hari pijatlah kaki istri karena sebenarnya ia sangat kelelahan menjaga bayi Anda seharian penuh. Ritme hidupnya berubah dengan kehadiran sang buah hati maka dampingi ia melewati hari-harinya.

Jika ASI lambat keluar jangan buru-buru men-judge istri tidak bisa menyusui. Motivasi ia untuk terus mencoba. Peluk dengan mesra agar dia merasa nyaman. Ingat menyusui bukan hanya tugas istri tapi perlu pendampingan suami. Jangan hiraukan omongan orang yang menekan istri Anda, jika perlu Andalah yang menjadi tameng ketika ada keluarga atau teman yang meremehkan istri Anda.

Sakit pada awal menyusui akan dirasakan hampir semua ibu. Ketika ia merasa kesakitan beri ia pelukan. Dan segera ambil bayi dari gendongannya ketika selesai menyusui. Beri perhatian lebih pada istri.

Setiap keluarga tentu mempunyai rules tersendiri tentang pemberian makanan terbaik untuk bayi. Jika segala usaha telah dilakukan namun istri memang tidak bisa memberikan ASI pada bayi. Segera ambil keputusan untuk memberi susu formula pada bayi. Namun perlu diingat bahwa memberi susu formula tidak sama gizinya dengan ASI dan sebagai ayah, Anda hendaknya tetap membantu istri menyediakan susu untuk bayi terutama pada malam hari. Semoga bermanfaat.(wa)