Anak pasti memiliki gagasan atau ide yang muncul sebagai konsep berpikirnya dalam aktivitas sehari-hari yang ditemui. Dalam usia produktifnya, tentu anak memiliki imajinasi dan kreativitas yang tinggi dalam melakukan sesuatu yang baru. Namun, ada pandangan bahwa kreativitas anak sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan dan lingkungan. Nah, kalau faktor keturunan, tentu tak bisa kita ubah, bukan? Sekarang waktunya berusaha semaksimal mungkin pada faktor lingkungan sehingga kita dapat menciptakan lingkungan yang positif, kondusif dan cocok untuk anak dalam berkreativitas dan mengembangkan kreativitasnya.

Nah, kita akan membahas satu per satu lingkungan yang kondusif bagi anak berkreasi dan mengasah kreativitas anak.

1. Playing

Bermain menjadi hal dasar dalam mengasah kreativitas dan juga produktivitas pada anak, karena pada dasarnya kreativitas adalah kesempatan bagi anak untuk berada di luar rumah untuk bermain bersama teman seusianya sehingga anak dapat berinteraksi dengan lingkungan dan belajar banyak hal baru dari orang yang ditemuinya. Dalam bermain pun kadang anak selalu disalahkan dalam melakukan sesuatu yang buruk sehingga membuatnya terauma dalam melakukan hal apapun harus seizin orang tua. Mental block tersebut membuat mereka bermain disertai rasa khawatir, padahal orang tua harus mengurangi kata “salah” sehingga anak akan merasa bermain seperti apa adanya mendukung mental berkreativitasnya.

2. Imagination

Berimajinasi dan berkhayal adalah suatu hal yang berbeda. Dalam melatih berimajinasi dapat menggunakan buku dan bahan bacaan lainnya yang disertai gambar. Dalam membaca pun harus disertai aktivitas anak dalam membayangkan hal yang ia pikirkan dalam cerita tersebut sehingga akan ada kemampuan anak dalam menerka dan membayangkan cerita tersebut.

3. Minat dan Bakat

Orang tua perlu tahu hal apa yang diminati anak. Terutama dalam hal pendidikan dan kegiatan lainnya yang akan bermanfaat di masa depannya nanti. Apakah anak gemar bermain dengan angka dan eksakta atau lebih gemar dalam bidang seni dan lain sebagainya.

4. Eksploration

Eksplorasi jadi hal baru dalam kreativitas anak, rasa ingin tahu yang tinggi selalu membuat mereka melakukan hal tersebut bahkan terkadang di luar batas. Tentu saja, orang tua harus terus mengawasi mana kegiatan yang berbahaya bagi kesehatannya. Pengawasan orang tua pun harus disertai alasan dan fakta yang dapat dipahami dan diterima oleh anak sebagai suatu yang benar.

5. New Experience

Pengalaman diperoleh dari hal yang kita lakukan sehari-hari. Pengalaman juga diperoleh secara sengaja maupun tidak sengaja. Sebagai orang tua perlu memberikan pengalaman kepada anak, seperti mengajak mereka ke tempat yang baru, seperti museum ataupun tempat lain sebagai ajang edukasi, pengalaman baru sekaligus liburan.

6. Holiday

Yap, ini yang paling disukai anak, yakni liburan. Tentu dalam hal ini liburan tidak semata-mata ke tempat wisata yang menyenangkan. Namun, perlu ada nilai edukasi didalamnya karena tentu akan jadi hal yang bermanfaat bagi anak ketika mendapat edukasi dengan cara yang menyenangkan bagi mereka.

7. Praise and Allow The Things

Pujian adalah suatu kalimat ampuh bagi anak dalam mengembangkan kreativitasnya, karena dalam pujian anak senantiasa dibuat tenang dan merasa dihargai pekerjaannya. Anak pun tidak akan kapok dalam melakukan hal-hal baru sehingga akan sering terjadi hal mengejutkan nantinya ketika kreativitas anak sudah sangat berkembang. Kemudian jangan terlalu melarang anak, ketika hal dilarang tadi akan muncul rasa kapok dan tidak ingin melakukan hal baru lagi bagi sang anak. Anak pun akan hanya melakukan hal-hal monoton agar tidak dimarahi dan tidak melakukan sesuatu yang salah atau dengan kata lain memblok sang anak dalam berkreativitas. (aaw)